Posted by: Loving Moms on: December 23, 2011
Dear Donatur,
Loving Moms & Sahabat Loving Moms
Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan YME atas terselenggaranya acara LM & Friends Berbagi Kasih dengan anak-anak jalanan dan terlantar di Rumah Singgah Griya Asih pada hari Minggu, 18 Desember 2011. Kami panitia merasa sangat bersyukur atas melimpahnya berkat dan sukacita yang mengalir selama dua minggu penggalangan dana, pada saat acara, bahkan setelah acara. Puji Tuhan. Alhamdulillah.
Seperti biasa dalam penggalangan dana, Loving Moms tidak pernah mematok angka tertentu sebagai acuan maupun target. Kami menyadari sebagai komunitas yang bukan yayasan, bahwa kami hanya sekumpulan ibu-ibu muda yang tergerak untuk mengadakan acara amal dengan kepanitiaan ad-hoc, dan kami semua bekerja sukarela tanpa AD/ART, maka berapapun angka dan apapun barang yang akan kami hantarkan ke penerima bantuan sudah merupakan yang terbaik yang bisa kami lakukan. Dari awalnya pergerakan dana terlihat lambat, 3 hari menjelang penutupan dana bergerak sangat cepat . Amazing !
Seperti yang ditekankan Rika mom Nadine dan Nathan pada saat memberikan sambutan sebagai bendahara acara ini, kita semua diberikan kemampuan untuk dapat memberi dan berbagi cinta, tidak peduli besar kecilnya sumbangan, selama ada niat berbagi, kita akan bisa berbuat sesuatu yang berarti bagi yang lain. Orang yang tak mampu secara ekonomi sekalipun bisa berbagi, berbagi lewat doa, berbagi suara lewat lagu, berbagi ide, berbagi tenaga dan perhatian. Maka ketika dana Kasih LM & Friends ditutup pada angka angka Rp. 48,562,867,- merupakan angka yang luar biasa dan membuat kami semua sangat terharu. Angka itu masih diluar berbagai bentuk sumbangan barang non cash, termasuk komitmen seorang donatur, Sahabat LM untuk membiayai dana pendidikan 6 orang anak SD di Griya Asih hingga lulus Sekolah Dasar sebagai komitmen awal.
Kami bersyukur dengan Dana Kasih yang terkumpul, LM bisa memberikan berbagai barang-barang keperluan sekolah, lemari untuk menyimpan pakaian dan buku, perlengkapan hidup sehari-hari kepada seluruh anak-anak di Griya Asih, sembako dan peralatan kebersihan panti hingga bingkisan dan amplop natal kepada para pengurus dan pengasuhnya. Bahkan bisa memberikan dana bantuan pendidikan anak-anak Griya Asih sebesar Rp. 18,650,000,- Puji Tuhan !!!
Semua itu tak lepas dari dukungan kasih dan perhatian dari seluruh donatur Loving Moms, member Loving Moms dan Sahabat Loving Moms dimanapun mereka berada dan apapun latar belakangnya. Sungguh kami tidak akan dapat mewujudkan impian anak-anak di Griya Asih tanpa dukungan material maupun perhatian dari para donatur kami. Mewakili 44 anak di Griya Asih, pengurus, pengasuh dan pembina Yayasannya, Loving Moms mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan kasih yang diberikan. Kiranya Tuhan YME senantiasa melindungi para donatur dan melimpahkan berkat dan rizkinya kepada semua yang telah berbagi kasih tanpa memandang warna kulit , agama dan golongan. Amin.
Atas nama Panitia Acara LM & Friends berbagi kasih dengan anak-anak jalanan di Griya Asih
Gerda Silalahi mom Christabelle
Ketua Panitia
Founder dan Moderator Loving Moms
********************************
Minggu, 20 Desember 2011, rombongan Loving Moms (LM) & Sahabat LM lengkap dengan anak dan suami yang terdiri dari:
Tiba di Rumah Singgah Griya Asih, yang terletak di belakang rumah susun Rawasari. Griya Asih berarti rumah yang menjadi sarana kasih Allah agar anak-anak jalanan dan terlantar dapat memiliki tempat dimana mereka dapat saling membantu untuk menjadi pribadi yang memiliki masa depan. Alamat Yayasan GRIYA ASIH: Jalan Murdai I/No.1 RT 008 RW 013. Cempaka Putih Barat (Belakang Rumah Susun Rawasari), Jakarta Pusat . Telp : 0214254561
Berhubung rumah singgah ini terletak di dalam gang yang tidak bisa dilewati mobil, kami menurunkan barang-barang di parkiran rumah susun Rawasari yang terletak di depan Griya Asih. Kami disambut oleh anak-anak penghuni Griya Asih yang sebagian besar laki-laki, mereka datang untuk membantu kami menurunkan barang-barang sumbangan dari mobil-mobil rombongan LM & Friends. Satu hal yang menarik, ketika melihat semua anak-anak ini tidak memakai sendal, mom Gerda bertanya, “kenapa tidak pakai sendal?” Seorang bocah menjawab “Sendalnya tidak ada Bu…”, dalam hati Mom Gerda, “Puji Tuhan, sendal yang sudah dibeli dari sebagian dana kasih LM benar-benar mereka butuhkan saat ini”
Griya Asih menempati sebuah rumah tua yang cukup luas yang tadinya merupakan seminari Katolik. Saat ini Griya Asih menampung 44 anak-anak dari berbagai suku seperti Nias, Jawa, Flores, Batak, Ambon dll. Mereka menganut agama berbeda, Kristen, Katolik dan Islam. Yang paling kecil duduk di kelas 4 sekolah dasar, sementara yang paling besar duduk di bangku SMK. Dari 44 anak, ada 6 anak SD, 12 anak SMP, 17 anak SMK, sisanya adalah anak mengikuti kejar Paket tertinggal, 30 diantaranya beragama Kristen dan Katolik, 14 anak beragama Islam. Semua anak dibina sesuai dengan agama yang dianutnya tanpa ada batasan kasih dan sistem senioritas, mereka semua berkumpul dengan satu harapan, mendapatkan komunitas untuk saling menguatkan dalam mengarungi perjalanan hidupnya yang masih panjang.
Setelah semua rombongan LM tiba, pukul 16.30 WIB acara pun dimulai. Format acara diserahkan kepada Pak Alexander J. Suwardi (Pak Alex) selaku pimpinan Yayasan Griya Asih. Acara dimulai oleh Pak Alex dengan doa dan sambutan selamat datang kepada LM & Friends seraya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan kasih yang dilimpahkan kepada Griya Asih. Mom Gerda selaku Moderator LM memberikan perkenalan singkat tentang Loving Moms, siapa saja moms yang hadir serta Sahabat LM yang turut hadir.
Untuk menghangatkan acara, anak-anak perempuan Griya Asih pun bernyanyi diiringi iringan band sederhana dimana alat musiknya merupakan sumbangan dari donatur Griya Asih. Anak-anak ini menyanyikan lagu dengan judul “Bapa, ku berterima kasih”, lagu yang sangat mendalam untuk menggambarkan apa yang mereka rasakan saat itu, kami pun semua turut bernyanyi karena semua merasakan sukacita yang mendalam dengan banyaknya berkat yang kami rasakan. Kemudian mereka menyanyikan lagu kedua “Jingle Bells” dengan ceria, anak-anak Griya Asih maupun LM ikut bertepuk tangan mengiringi lagu tersebut dengan sukacita, senang rasanya melihat dan merasakan kegembiraan yang luar biasa ini.
Anak-anak LM pun mendapat giliran menyanyi, Belle, Mayla, Abim, Nadine, Nathan, Icha, Keya, Gerrard, Deven, Rui menyanyikan lagu “We wish you a Merry Christmas”. Anak-anak LM ini masih malu-malu rupanya. Setelah itu Belle diminta maminya menyanyikan lagu yang sudah dikuasainya berjudul, “Tuntunlah aku yah Tuhan”
Acara dilanjutkan dengan kesaksian dari seorang anak bernama Octavianus Thomas yang sekarang duduk di kelas 1 SMA, dia sudah tinggal 4 tahun di Griya Asih. Sebelumnya tinggal di panti asuhan di daerah Jakarta, dikeluarkan karena terlibat dalam tawuran sekolah. Thomas menuturkan bahwa di Griya Asih dia merasa kekeluargaan dan kebersamaan mereka sangat erat, dia terpaksa tinggal di Griya Asih agar tetap bisa bersekolah karena orangtuanya tidak mampu membiayai sekolahnya.
Kemudian Pak Alex memberi kesempatan kepada Yaaro Laia yang biasa dipanggil Yandos, anak Nias umur 12 tahun yang duduk di kelas 6 SD. Anak yang berkulit putih dan bertampang ganteng ini memberikan kesaksian hidupnya. Orangtua dan adik-adiknya masih tinggal di Nias, dan mereka hidup prihatin di gunung. Saat terjadi tsunami, mereka merasakan gempa yang sangat kuat. Karena sulitnya ekonomi orangtuanya, Yandos bersama lima orang temannya dari Nias diajak oleh orang yang mereka sebut sebagai kakak untuk tinggal di Griya Asih, memang di Griya Asih setiap anak binaan yang sudah lulus sekolah dan dapat mandiri dalam memenuhi kebutuhan hidupnya diharapkan dapat menjadi sarana berkat pula bagi adik-adik mereka, menjadi kakak dan mengasuh mereka. Prinsip “take and give” mereka jalankan.
Pak Alex menceritakan tentang Griya Asih. Griya Asih didirikan pada tahun 1996 oleh Ibu Christine Tuti Murniati atau lebih dikenal dengan Ibu Pandoyo yang merelakan rumahnya menjadi tempat penampungan sekelompok anak jalanan yang berlindung dari banjir besar 1996. Setelah pembicaraan dengan Romo Hendra Suteja SJ, diputuskan untuk mendirikan yayasan untuk melayani anak-anak jalanan dan terlantar.
Awalnya Griya Asih ini merupakan tempat singgah anak jalanan, dalam perkembangannya anak-anak ini disarankan agar tidak turun ke jalan agar fokus bersekolah. Anak-anak sekarang tertib tinggal dan menetap di Griya Asih tanpa harus mencari makan di jalan. Griya Asih mengusahakan pendidikan untuk anak-anak jalanan yang ditampungnya. Tidak hanya menyedikan tempat tinggal, membina karakter dan memberikan perhatian dan makanan, pengurus yayasan memberi anak-anak pendidikan minimal setingkat sekolah menengah atas dan secara khusus diarahkan ke sekolah kejuruan agar mereka cepat mandiri. Dengan dana dari donatur, anak-anak ini disekolahkan di sekolah umum. Banyak diantara anak-anak ini yang berprestasi di sekolahnya.
Kegiatan sehari-hari anak-anak sudah terjadwal mulai dari bangun hingga tidur. Anak-anak bergiliran untuk pekerjaan rumah seperti memasak, mengepel, mencuci piring dan menanam sayur untuk mereka konsumsi sendiri, dan mengurus kolam ikan untuk yang hasil panennya untuk mereka konsumsi sendiri.
Pak Alex berbagi melalui sharing tentang “Tuhan membukakan mata orang buta”. Inti dari sharing Pak Alex adalah Tuhan akan selalu membukakan mata hati setiap orang untuk mau berbagi.
Banyak orang di sekeliling kita yang kurang beruntung dalam hal ekonomi, cinta, dan banyak sekali orang yang juga beruntung mendapatkan kehidupan penuh cinta dan materi yang berkecukupan, disini Tuhan mengajarkan kita dan mengajak kita untuk mau membuka hati kita untuk mau peduli dan membagikan sedikit dari banyaknya berkat yang kita miliki baik dalam bentuk materi ataupun pendampingan sukarela, apapun yang diberi dengan hati yang ikhlas pastinya akan menjadi sesuatu yang luar biasa bagi yang membutuhkan dan pastinya ketika membuka mata hati menjadi sesuatu hal yang biasa dilakukan maka kasih itu akan menyebar kemana saja dan ke siapa saja.
Dilanjutkan dengan sharing dari LM, Mom Rika selaku Bendahara acara LM kali ini yang menyatakan keharuannya tentang campur tangan Tuhan dalam memuluskan penggalangan dana.
Mom Rika berpesan agar anak-anak di Griya Asih juga belajar dan bertekad untuk dapat memberi dan berbagi. Karena kita sadari memberi dan berbagi itu awal dan kunci utamanya dari niat bukan dari kemampuan kantong. Berapapun dan apapun nilainya akan sangat berarti.
Kemudian tiba pada saat penyerahan sumbangan dari LM & Friends. Sebelum penyerahan, mom Gerda berpesan kepada anak-anak Griya Asih agar merawat dan mempergunakan sebaik-baiknya barang-barang yang mereka terima, demi mendukung kegiatan sekolah dan hidup sehari-hari mereka. Anak-anak LM yang diwakili oleh Belle, Mayla dan Gerrard menyerahkan bingkisan kepada anak SD, SMP, SMIP dan Magang.
Bingkisan berupa perlengkapan Sekolah untuk 44 anak tdd:
Sepatu, seragam sekolah, sendal jepit, kaus dalam, kaus kaki, goodies mandi, sprei dan peralatan sekolah (buku tulis, buku gambar A3 dan alat tulis), handuk, baju tidur, botol minum.
Saat penyerahan bingkisan kepada anak-anak, mom Gerda sempat menanyakan prestasi anak-anak di sekolahnya. Ternyata mereka anak-anak yang pintar dan berprestasi. Martinus Hulu yang duduk di kelas 4 SDN 21 Petang mendapat ranking pertama di kelasnya. Lindaria Situmeang yang duduk di kelas 1 SMP Taman Siswa mendapat ranking 6 di kelasnya. Maria Yuniati duduk di kelas 2 SMIP Tritunggal Nusantara mendapat ranking 1 di kelasnya. Kesulitan ekonomi dan ketidak-mampuan orangtuanya yang membuat anak-anak harus tinggal di Griya Asih agar dapat tetap bersekolah.
Kemudian Lia mom Gerrard menyerahkan secara sprei dan sembako secara simbolis untuk kebutuhan sehari-hari panti. Yang diterima oleh Ibu Lis, pengurus Griya Asih.
Sumbangan Kebutuhan hidup sehari-hari untuk Panti terdiri dari:
Sembako : beras, mie instan, tepung terigu, minyak goreng, kecap, garam dapur, bumbu masak, gula pasir, susu.
Peralatan kebersihan untuk Panti terdiri dari: Sapu lantai, sapu halaman, alat pel, pembersih lantai, sikat cuci, ember, gayung, sikat lantai.
Helena mom Josiah, Dewi Ginting mom Icha & Keya dan Elis Tjoa mom Deven & Rui menyerahkan bingkisan kepada para pengurus dan pengasuh. Merekalah yang sehari-hari mengurus dan mengasuh anak-anak di Griya Asih. LM merasa perlu untuk memberi perhatian dan dukungan kepada mereka karena penting dan mulianya peranan mereka membentuk karakter anak-anak asuhannya.
Bingkisan untuk pengurus dan pengasuh 10 orang tdd: Amplop Kasih @ Rp. 300,000,- Kemeja Batik dan bingkisan kue Natal (kue-kue kering).
Terakhir, mom Rika selaku bendahara menyerahkan
DANA BANTUAN PENDIDIKAN DARI LM & FRIENDS untuk anak-anak GRIYA ASIH sebesar Rp. 18,650,000,-
Pak Alex mewakili Griya Asih mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas perhatian, dukungan dan bantuan yang diberikan LM & Friends kepada Griya Asih seraya mendoakan agar kedepannya LM menjadi komunitas yang lebih besar agar bisa membantu dan berbagi kasih dan berkat kepada lebih banyak lagi orang-orang yang membutuhkan seperti di Griya Asih.
Sebelum acara ditutup dengan foto bersama, anak-anak Griya Asih dan anak-anak LM menikmati makan malam bersama. Acara ditutup pada pukul 18.30 WIB.
LAPORAN DANA
otal dana yang masuk ke rekening LM Berbagi Kasih dengan anak-anak jalanan dan terlantar di Rumah Singgah Griya Asih pada tanggal 20 Desember 2011 adalah sebesar Rp. 48.562.867,-
Empat Puluh Delapan Juta Lima Ratus Enam Puluh Dua Ribu Delapan Ratus Enam Puluh Tujuh Ribu Rupiah. (detail laporan dana terlampir).
Terima-kasih untuk kasih, cinta dan kepeduliannya kepada anak-anak di Griya Asih yang membutuhkan bantuan. Terima kasih untuk member LM, sahabat LM, keluarga LM yg telah berpartisipasi. Melimpahlah kiranya berkat dan rizki kepada para donatur yang murah hati. Amin.
|
Tidak ada yang lebih membahagian saya selain mengetahui bahwa dari banyak keterbatasan yang saya miliki masih ada komunitas yang mau mengajak saya lebih mengenal apa makna memiliki kebahagian dengan “berbagi”. Ter ima kasih Loving Moms dan kali ini Griya Asih untuk semua sambutan hangatnya dan semua kisah inspirasi-nya. Perjalanan kali ini hanya salah satu persinggahan kita dalam berbagi kasih, semoga akan banyak lagi komunitas dan saudara-saudara yang dapat kita berikan sentuhan, yang pada akhirnya ekspresi senyum bahagia mereka sajalah yang akan membuat kita meneteskan air mata kebahagian yang sempurna. Let‘s share our love to everyone” Rika Silaen mom Nadine & Nathan |
|
Bisa bergabung di milis Loving Moms merupakan kebanggaan tersendiri. Bangga & haru masih diberi kesempatan untuk berbagi dengan adik-adik yg kurang beruntung di Griya Asih. Senang bisa melihat mereka ceria dan gembira dalam perayaan Natal yang singkat namun bermakna. Adik-adik yang masih semangat sekolah, semangat untuk melanjutkan hidup ditengah keterbatasan biaya, perhatian & kasih sayang, membuatku juga bersemangat untuk membantu. Semoga mereka terus berjuang dan tetap semangat karena di luar sana masih banyak orang yg bisa membantu dan perduli dengan mereka untuk membantu mencapai cita-cita mereka. Terima kasih Loving Moms Lia Sihombing mom Gerrard & Ghea |
| Laporan Pemasukan Dana Kasih LM & Friends
untuk Rumah Singgah Griya Asih |
|||
|
|
|
||
|
A |
Pemasukan melalui Rekening BCA
a/n Veronika Mikelya |
Date |
Amount |
|
1 |
Chyntia Tania mom Nicholas |
2-Dec-11 |
Rp 2,070,000 |
|
2 |
Titi Marsella mom Alvin, Alesha, Alden |
3-Dec-11 |
Rp 500,000 |
|
3 |
Gerda Silalahi mom Christabelle |
3-Dec-11 |
Rp 300,000 |
|
4 |
Rika Silaen mom Nadine & Nathan |
5-Dec-11 |
Rp 505,500 |
|
5 |
Arleen Admijaja mom Alyssa & Aaron |
5-Dec-11 |
Rp 1,000,000 |
|
6 |
Tiesmin Simatupang mom Marvel and Jeo |
6-Dec-11 |
Rp 500,000 |
|
7 |
Tania Simanjuntak mom Vida n Cello |
8-Dec-11 |
Rp 500,000 |
|
8 |
NN sahabat LM |
11-Dec-11 |
Rp 500,000 |
|
9 |
Setiawan Widjya (Pak Wawan), rekan suami Helena mom Josiah |
12-Dec-11 |
Rp 1,000,000 |
|
10 |
Auxilia Michelle sahabat LM, teman Fenty mom Nael |
12-Dec-11 |
Rp 400,000 |
|
11 |
Garage Sale dari Rika mom Nadine & Nathan |
11-Dec-11 |
Rp 200,000 |
|
12 |
Satyorini mom Maia |
13-Dec-11 |
Rp 150,000 |
|
13 |
Hety mom Steven & dan Grace, Salatiga |
13-Dec-11 |
Rp 250,000 |
|
14 |
Yunorina bunda Fara & Fira |
14-Dec-11 |
Rp 250,000 |
|
15 |
Anggie Mokoginta, bunda Fakhri & Farhan |
14-Dec-11 |
Rp 210,000 |
|
16 |
Vrisca n) Mom Dysca & Vida |
15-Dec-11 |
Rp 200,000 |
|
17 |
Ng Ricke, Surabaya mom Wilson |
15-Dec-11 |
Rp 200,000 |
|
18 |
Jansen Marpaung (suami Helena mom Josiah) |
16-Dec-11 |
Rp 500,000 |
|
19 |
Abraham Malissa sahabat LM |
16-Dec-11 |
Rp 300,000 |
|
20 |
Bapak Andri, Marketing Manager dari PT. Niramas Utama-Inaco Jelly, Nata de Coco, Aloe Vera (rekan suami Helena mom Josiah) |
19-Dec-11 |
Rp 1,000,000 |
| Sub Total Rek BCA a/n Veronika Mikelya | Rp 10,535,500,- | ||
|
B |
Pemasukan melalui Rekening BCA a/n Chyntia Tania &
Rekening Mandiri a/n Wijaya (suami mom Chyntia) |
||
|
1 |
Sisca Gunawan mom Davina n Laura |
3-Dec-11 |
Rp 600,000 |
|
2 |
Mom Fontana & Lendra teman mom Sisca |
3-Dec-11 |
Rp 500,000 |
|
3 |
Anita Theresa, Sahabat LM teman Mom Gerda |
6-Dec-11 |
Rp 500,000 |
|
4 |
Novi Tjoa adik mom Elis Tjoa |
6-Dec-11 |
Rp 1,000,000 |
|
5 |
Tan Claudia teman mom Sisca |
6-Dec-11 |
Rp 300,000 |
|
6 |
Dewi Ginting mom Icha & Keya |
8-Dec-11 |
Rp 200,000 |
|
7 |
Melia Livita mom Alexa & Kei, Surabaya |
13-Dec-11 |
Rp 300,000 |
|
8 |
Yannie Loppies mom Matthew & Jayson |
13-Dec-11 |
Rp 300,000 |
|
9 |
Elis Tjoa mom Rui & Deven |
14-Dec-11 |
Rp 500,000 |
|
10 |
Herry Suyanto, Bangka teman mom Elis |
13-Dec-11 |
Rp 10,000,000 |
|
11 |
Yolanda mom Benning |
14-Dec-11 |
Rp 500,000 |
|
12 |
Mimi mom Elynn |
14-Dec-11 |
Rp 200,000 |
|
13 |
Jovelyn teman mom Elis |
14-Dec-11 |
Rp 500,000 |
|
14 |
Evy teman mom Dewi |
14-Dec-11 |
Rp 1,000,000 |
|
15 |
Defi Tjoa adik mom Elis |
14-Dec-11 |
Rp 1,000,000 |
|
16 |
Sisca Gunawan mom Davina & Laura |
14-Dec-11 |
Rp 1,000,000 |
|
17 |
Sahabat LM, rekan-rekan di The Jakarta Post
(coordinated by Evi mom Devin & Deva) |
14-Dec-11 |
Rp 2,000,000 |
|
18 |
Daisy Elisabeth, Toraja ibunya Melia Livita mom Lexa & Kei |
16-Dec-11 |
Rp 2,000,000 |
| Sub total Rek a/n Chyntia Tania (BCA) & a/n Wijaya (Mandiri) | Rp. 22,400,000,- | ||
|
C |
Pemasukan melalui Rekening Niaga a/n Antonius Adi Wirawan | ||
|
1 |
Icha Sihombing mom Bram & Betrand kakak Lia Sihombing |
8-Dec-11 |
Rp 1,500,000 |
|
2 |
Lia Sihombing mom Gerrard & Ghea |
10-Dec-11 |
Rp 627,367 |
| Sub total Rek Niaga a/n Antonius Adi Wirawan (suami Mom Lia) | Rp 2,127,367,- | ||
|
D |
Sumbangan Cash Lainnya | ||
|
1 |
Sumbangan Cash dari Bapak Axton Salim.
Dedicated untuk pembelian Seragam, Sepatu, Tas dan Stationery |
15-Dec-11 |
Rp 13,500,000,- |
|
|
|
||
|
|
|
||
| TOTAL DANA KASIH LM & FRIENDS | Rp 48,562,867,- | ||
Sumbangan Non Cash
| Laporan Pengeluaran untuk Rumah Singgah Griya Asih | |||||
|
No. |
Jenis Pengeluaran |
Qty |
Satuan |
Unit Price | Jumlah |
|
|
Qty |
|
Unit Price | Jumlah | |
|
1 |
Sprei |
44 |
Pc |
Rp 63,000.00 | Rp 2,772,000 |
|
2 |
Lemari plastik lion star |
22 |
Pc |
Rp 220,000.00 | Rp 4,910,000 |
|
3 |
Sembako dan Peralatan Sanitary : |
|
|
||
|
|
3.1. Plastik Ukuran Kecil |
4 |
Lusin |
Rp 12,000.00 | Rp 48,000 |
|
|
3.2. Handuk Muka Polos |
25 |
Pc |
Rp 6,500.00 | Rp 162,500 |
|
|
3.3. Handuk Muka Boneka |
19 |
Pc |
Rp 7,500.00 | Rp 142,500 |
|
|
3.4. Gelas Kecil + Tutup |
44 |
|
Rp 5,500.00 | Rp 242,000 |
|
|
3.5. Beras |
3 |
Karung @20Kg |
Rp 205,000.00 | Rp 615,000 |
|
|
3.6. Telor |
7 |
kg |
Rp 19,500.00 | Rp 136,500 |
|
|
3.7. Gula Pasir |
3 |
kg |
Rp 12,500.00 | Rp 37,500 |
|
|
3.8. Susu Kental Manis |
6 |
kg |
Rp 8,500.00 | Rp 51,000 |
|
|
3.9. Botol Aqua |
1 |
kg |
Rp 4,000.00 | Rp 4,000 |
|
|
3.10. Sembako + Goodyback Sanitary
(see Bon No. 2) |
|
|
Rp 1,688,367 | |
|
6 |
Amplop Kasih untuk Pengurus Griya Asih |
10 |
|
Rp 300,000.00 | Rp 3,000,000 |
|
7 |
Sepatu 44 pasang Total Rp. 2,400,000,-
Dipesan dari Orgasisasi Sosial Lestari Widodo untuk Penyandang Cacat di Jogja.
Bantuan Dana Kasih untuk Orsos Widodo Lestari Rp. 768,700,-
|
|
|
Rp 3,168,700 | |
|
9 |
Seragam Sekolah |
44 |
|
Rp 69,647.73 | Rp 3,064,500 |
|
10 |
Sendal Jepit |
44 |
|
Rp 13,450.00 | Rp 591,800 |
|
11 |
Kaos Kaki |
96 |
|
Rp 3,333.33 | Rp 320,000 |
|
12 |
Kaos Dalam |
|
|
Rp 460,000 | |
|
13 |
Tas ransel SD |
6 |
|
Rp 80,000.00 | Rp 480,000 |
|
14 |
Ransel Kipling Cewek (SMP & SMA) |
8 |
|
Rp 110,000.00 | Rp 880,000 |
|
15 |
Ransel Polo King Sport Bag (Cowok SMA) |
8 |
|
Rp 75,000.00 | Rp 600,000 |
|
16 |
Ransel Polo King (Cowok SMP) |
13 |
|
Rp 80,000.00 | Rp 1,040,000 |
|
17 |
Tas Kerja Polo King (Anak Magang) |
9 |
|
Rp 90,000.00 | Rp 810,000 |
|
18 |
Stationery |
44 |
|
Rp 47,386.36 | Rp 2,085,000 |
|
19 |
Kemeja Batik utk pengurus |
10 |
|
Rp 80,000.00 | Rp 800,000 |
|
20 |
Tas utk goody bag |
10 |
|
Rp 4,000.00 | Rp 40,000 |
|
21 |
Teh tarik (20), 10 biscuit , aqua 330ml 3 dus |
|
|
Rp 403,500 | |
|
22 |
Makan Malam (Hokkben) |
60 |
|
Rp 22,500.00 | Rp 1,360,000 |
|
23 |
Bantuan Dana Pendidikan (SPP & Transport) |
44 |
|
Rp 400,000.00 | Rp 18,650,000,- |
|
|
Pemasukan | Rp 48,562,867.00 | |||
| TOTAL PENGELUARAN | Rp. 48,562,867,- | ||||
Summary
Total Dana Kasih LM & Friends untuk Griya Asih Rp. 48,562,867,-
Total Pengeluaran untuk Griya Asih Rp. 48,562,867,-
Saldo –
Atas perhatian, kasih dan bantuan para donatur LM, kami haturkan terimakasih yang sebesar-besarnya. Melimpahlah berkat, rahmat dan rizki bagi semua donatur kami yang telah berbagi kasih kepada orang-orang yang membutuhkan. Perhatian dan bantuan kasih dari LM & Friends akan sangat bermanfaat bagi anak-anak jalanan dan terlantar di Griya Asih. Amin.
Jakarta, 23 Desember 2011
DILAPORKAN OLEH :
Ketua :
Gerda Silalahi mom Christabelle
Wakil :
Helena Christine mom Josiah
Bendahara :
Cynthia Tania mom Nicholas
Rika Silaen mom Nadine dan Nathan
Lia Sihombing mom Gerrard dan Ghea
Moderator
Gerda mom Christabelle (gerdafs@yahoo.com)
Nia bunda Kayla & Atha (nia_oktaviani@yahoo.com)
Posted by: Loving Moms on: December 6, 2011
Dear Donatur,
Loving Moms & Sahabat LM
Puji Tuhan, Alhamdulillah berkat dan dukungan untuk aksi natal LM & Friends Berbagi Kasih dengan anak-anak jalanan dan terlantar di Rumah Singgah Griya Asih telah masuk ke rekening Kasih LM dari member Loving Moms maupun sahabat LM.
Luarbiasa, begitu banyak berkat dan kasih untuk anak-anak di Griya Asih. Anak-anak Griya Asih akan mendapatkan barang-barang keperluan sekolah, biaya bantuan pendidikan dan keperluan sehari-hari berkat bantuan para donatur LM.
Kami mengucapkan terima-kasih atas kasihnya, kiranya berkat dan rizki berlimpah bagi para donatur yang telah berbagi kasih. Amin.
Berikut adalah detail dana kasih yang telah masuk di masing-masing rekening Dana Kasih LM hingga penutupan.
Total Dana Kasih Akhir hingga 18 Desember 2011 adalah sbb:
1) Pemasukan melalui Rekening BCA a/n Veronika Mikelya per 16 Desember 2011:
1. Chyntia Tania mom Nicholas (2/12). Rp. 2.000.000
2. Titi Marsella mom Alvin, Alesha, Alden (3/12). Rp. 500.000
3. Gerda Silalahi mom Christabelle. (3/12) Rp. 300.000
4. Rika Silaen mom Nadine & Nathan (5/12) Rp. 500.000
5. Arleen Admijaja mom Alyssa & Aaron (5/12). Rp. 1.000.000
6. Tiesmin Simatupang mom Marvel and Jeo (6/12). Rp. 500.000
7. Tania Simanjuntak mom Vida n Cello (8/12). Rp. 500.000
8. NN sahabat LM (11/12). Rp. 500.000
9. Setiawan Widjaya (Pak Wawan) sahabat LM, rekan Jansen Marpaung, (suami Helena mom Josiah) (12/12). Rp. 1.000.000
10. Auxilia Michelle sahabat LM, teman Fenty mom Nael (12/12). Rp. 400.000
11. Garage Sale dari mom Rika (11/12). Rp. 200.000
12. Satyorini mom Maia (13/12). Rp. 150.000
13. Hety mom Steven dan Grace, Salatiga (13/12). Rp. 250.000
14. Yunorina Pariman bunda Fara dan Fira (14/12) Rp. 250.000
15. Anggie Mokoginta mom Fakhri n Farhan (14/12). Rp. 210.000
16. Ng Ricke mom Wilson, Surabaya (15/12). Rp. 200.000
17. San Vrisca mom Dysca and Vida, Medan (15/12). Rp. 200.000
18.Jansen Marpaung (suami Helena mom Josiah) (12/16). Rp. 500.000
|
19 |
Abraham Malissa sahabat LM |
16-Dec-11 |
Rp 300,000 |
|
20 |
Bapak Andri, Marketing Manager dari PT. Niramas Utama-Inaco Jelly, Nata de Coco, Aloe Vera (rekan suami Helena mom Josiah) |
19-Dec-11 |
Rp 1,000,000 |
Sub Total Rek BCA per 18 Desember 2011 : Rp. 10.535.5000,-
2) Pemasukan melalui
Rekening BCA a/n Chyntia Tania dan
Mandiri a/n Wijaya
per 18 Desember 2011 :
1.Sisca Gunawan Mom Davina & Laura. Rp. 600.000
2. Mom Fontana and Lendra teman mom Sisca. Rp. 500.000
3.Anita Theresa teman mom Gerda (6/12) Rp. 500.000
4. Novi Tjoa adik mom Elis Tjoa (6/12). Rp. 1.000.000
5. Tan Claudia teman Mom Sisca (6/12). Rp. 300.000
6. Dewi Ginting mom Icha & Keya (8/12) Rp. 200.000
7. Melia Livita mom Alexa & Kei (13/12). Rp. 300.000
8. Yannie Loppies mom Matthew & Jayson (13/12) Rp. 300.000
9. Elis Tjoa mom Rui & Deven (14/12). Rp. 500.000
10. Herry Suyanto dari Bangka teman mom Elis (13/12). Rp. 10.000.000
11. Yolanda mom Benning (14/12). Rp. 500.000
12. Mimi mom Elynn (14/12). Rp. 200.000
13. Jovelyn teman mom Elis (14/12). Rp. 500.000
14. Ibu Evy teman mom Dewi (14/12) Rp. 1.000.000
15. Sisca Gunawan mom Davina n Laura (14/12) Rp. 1.000.000 (dedicated untuk pembelian beras dan sembako)
16. Defi Tjoa adik mom Elis Tjoa, Bangka (14/12). Rp. 1.000.000
17. Beti mom Jayden (14/12) Rp. 200.000
18. Sahabat LM, Teman-teman di The Jakarta Post coordinated by Evi mom Devin & Deva (14/12). Rp. 2.000.000
19. Daisy Elisabeth dari Toraja, Mamanya mom Melia Livita (12/16). Rp. 2.000.000
Sub total Rek BCA a/n Chyntia Tania dan Mandiri a/n Wijaya (suami mom Chytia) per 18 Desember 2011: Rp. 22.400.000,-
3) Pemasukan melalui Rekening a/n Antonius Adi Wirawan (suami Mom Lia) per 18 Desember 2011:
1. Icha Sihombing mom Bram and Betrand kakak mom Lia Sihombing Rp. 1.500.000
2. Lia Sihombing mom Gerrard dan Ghea (10/12). Rp. 500.000
Sub total Rek a/n Antonius Adi Wirawan (suami Mom Lia) per 18 Desember 2011: Rp. 2.000.000,-
Sumbangan Khusus
Dari Bapak Axton Salim (16/12) Rp. 13.500.000,- (didedikasikan untuk pembelian seragam, sepatu, stationery dan tas sekolah).
Puji Tuhan…..
DANA AKHIR YANG TERKUMPUL ADALAH SEBESAR: Rp. 48.562.867,-
SUMBANGAN NON CASH
1. Baju tidur untuk anak griya asih dari Chyntia Tania mom Nicholas
2. Botol / tempat minum utk anak griya asih dari Nia bunda Kayla & Atha
3. Cupcakes dari Puti bunda Mayla & Abim
4. Baju dan sepatu layak pakai dari Ex-Garage Sale Rika mom Nadine & Nathan
5. Bantuan biaya sekolah 6 anak griya asih hingga lulus SD dari Maryke Silalahi Nuth mom William Nuth, kakaknya mom Gerda
6. 220 buku tulis dari TOP 1, kantor Arleen Admijaja mom Alyssa
7. 1 karung beras dari Dewi Ginting mom Icha dan Keya
8. 2 bantal dacron dan baju2 layak pakai dari Elis Tjoa mom Deven & Rui
9. 3 kardus indomie dari Yona temen Dewi Ginting
10. Seragam, sepatu, kaus dalam, kaus kaki, sendal jepit dari Pak Axton Salim
11. 100 pcs banana cake dari Noni’s Kitchen (keluarga Tandjung), teman mom Gerda
12. Beberapa baju batik dan rok baru dari Anggie Mokoginta mom Fakhrie n Farhan
Atas perhatian, kasih dan bantuan para donatur LM, kami haturkan terimakasih yang sebesar-besarnya. Melimpahlah berkat, rahmat dan rizki bagi semua donatur kami yang telah berbagi kasih kepada orang-orang yang membutuhkan. Perhatian dan bantuan kasih dari LM & Friends akan sangat bermanfaat bagi anak-anak jalanan di Griya Asih. Amin.
Panitia Acara LM & Friends berbagi kasih dengan Griya Asih
Moderator Loving Moms
Posted by: Loving Moms on: December 2, 2011
Pengantar
Dear Loving Moms dan Sahabat LM yang tercinta,
Kami berharap Loving Moms (LM) dan Sahabat LM dan keluarga berada dalam keadaan sehat dan berbahagia. Amin.
Baru saja kita memasuki bulan terakhir di tahun 2011, sebelas bulan sudah kita lewati dalam suka dan duka perjalanan hidup. Bulan terakhir di 2011 ini merupakan momen yang dipilih banyak orang untuk merenung kembali apa yang sudah dilakukan sepanjang tahun 2011. Bagi umat Kristen dan Katolik merupakan bulan yang penuh dengan sukacita menyambut perayaan Natal. Bulan Desember juga kiranya menjadi momen yang tepat untuk berbagi kasih dengan sesama tanpa memandang agama dan suku. Seperti tagline yang selalu diusung LM : Let’s Share Our Love With Everyone. Karena kemanusiaan dan kasih tidak mengenal perbedaan warna kulit dan agama.
Banyak yang sudah terjadi, yang kita boleh nikmati dan perjuangkan sepanjang tahun ini. Ada suka, ada duka. Ada tawa, ada airmata. Ada tangis haru, ada tangis sedih. Ada saat kita menikmati sukses, ada saat kita harus bersabar dibawah. Ada saatnya memberi, ada pula saat kita menerima. Ada saat kita mendapat kasih dan perhatian, ada pula saatnya kita yang membagi kasih dan memberi perhatian.
Dalam rangka membagi kasih dan memberi perhatian kepada sesama yang membutuhkan, Loving Moms kembali dengan rendah hati mengajak para Sahabat LM tercinta, donatur yang selama enam tahun ini telah berbaik hati dan bermurah hati membagi kasihnya kepada orang-orang yang membutuhkan lewat kegiatan amal LM & Friends.
Pada bulan puasa Agustus 2011 yang lalu, yang merupakan ulang-tahun LM keenam, Puji Tuhan, Alhamdulillah LM telah berbagi kasih dengan mengadakan acara LM Berbuka Puasa bersama anak-anak penderita kanker dari kalangan kurang mampu yang singgah di Rumah Kita jalan Percetakan Negara dan dengan anak-anak yatim piatu dan jalanan yang menghuni Panti Asuhan Nurul Iman di daerah Pasar Rumput.
Aksi Natal kali ini, LM ingin berbagi kasih dengan anak-anak jalanan yang singgah dan sekarang menetap di Rumah Singgah Griya Asih. Griya Asih berarti rumah yang menjadi sarana kasih Allah agar anak-anak jalanan dan terlantar dapat menjadi pribadi yang memiliki masa depan.
Griya Asih didirikan pada tahun 1996 oleh Ibu Christine Tuti Murniati atau lebih dikenal dengan Ibu Pandoyo yang merelakan rumahnya menjadi tempat penampungan sekelompok anak jalanan yang berlindung dari banjir besar yang melanda Jakarta pada 10 Februari 1996. Setelah pembicaraan dengan Romo Hendra Suteja SJ, diputuskan untuk mendirikan yayasan untuk melayani anak-anak jalanan dan terlantar. Kemudian Ibu Pandoyo dan anak-anak asuhnya menempati sebuah rumah, yang sebelumnya merupakan seminari. Rumah ini berlokasi di jalan Murdai 1, terletak di belakang rumah susun Rawasari, daerah Percetakan Negara.
Awalnya Griya Asih ini merupakan tempat singgah anak jalanan, dalam perkembangannya anak-anak ini disarankan agar tidak turun ke jalan agar fokus bersekolah. Anak-anak sekarang tertib tinggal dan menetap di Griya Asih tanpa harus mencari makan di jalan.
Griya Asih mengusahakan pendidikan untuk anak-anak jalanan yang ditampungnya. Tidak hanya menyedikan tempat tinggal, membina karakter dan memberikan perhatian dan makanan, pengurus yayasan memberi anak-anak pendidikan minimal setingkat sekolah menengah atas dan secara khusus diarahkan ke sekolah kejuruan agar mereka cepat mandiri. Dengan dana dari donatur, anak-anak ini disekolahkan di sekolah umum. Banyak diantara anak-anak ini yang berprestasi di sekolahnya.
Anak-anak yang ditampung dan dibina di Griya Asih berasal dari berbagai suku dan agama. Saat ini rumah singgah dihuni oleh anak-anak dari berbagai suku seperti Nias, Jawa, Flores, Batak, Ambon dll. Mereka menganut agama berbeda, Kristen, Katolik dan Islam.
Di tahun 2011 Griya Asih mengasuh 44 anak jalanan dan telantar yang duduk di bangku SD – SMK. Yang paling kecil duduk di kelas 4 sekolah dasar, sementara yang paling besar duduk di bangku SMK.
Dari 44 anak, ada 6 anak SD, 12 anak SMP, 17 anak SMK, sisanya adalah anak mengikuti kejar Paket tertinggal. 30 diantaranya beragama Kristen dan Katolik, 14 anak beragama Islam. Semua anak dibina sesuai dengan agama yang dianutnya. Setiap hari minggu anak-anak yang beragama Kristen dan Katolik mengikuti kebaktian di Gereja, pun setiap hari Jumat anak-anak yang beragama Islam beribadah di Masjid.
Alamat Yayasan GRIYA ASIH:
Jalan Murdai I/No.1 RT 008 RW 013
Cempaka Putih Barat
(Belakang Rumah Susun Rawasari), Jakarta Pusat
Telp : 0214254561
Acara LM & Friends Berbagi Kasih dengan anak-anak jalanan di Griya Asih
Dengan sukacita, LM mengajak para donatur untuk berbagi kasih dengan anak-anak di Rumah Singgah Griya Asih. Mari menghabiskan waktu sejenak bersama mereka, berbagi tawa dan sukacita, berbagi cerita dan nyanyian.
Waktu dan tempat:
Berkenaan dengan rencana diatas, dengan rendah hati LM mengajak para donatur, Sahabat LM berkenan berbagi kasihnya dengan anak-anak di Griya Asih. Adapun kebutuhan Griya Asih dari hasil survey dan pembicaraan dengan pengurusnya adalah sbb:
Kebutuhan hidup sehari-hari
Sembako (beras, mie instan, tepung terigu, minyak goreng, kecap, garam dapur, bumbu masak, sarden, kornet, susu, dll)
Sapu lantai/sapu halaman, alat pel, pembersih lantai, sikat cuci, ember, gayung, sikat lantai, pengki
Selain dari kebutuhan diatas, LM berencana untuk membawa:
Untuk itu LM membuka Rekening Kasih LM hingga Jumat, 16 Desember 2011 pukul 12.00 siang. Update dana masuk akan dilaporkan setiap hari melalui milis LM, web LM dan juga facebook.
Atas perhatian, kasih dan bantuan para donatur LM, kami haturkan terimakasih yang sebesar-besarnya. Melimpahlah berkat, rahmat dan rizki bagi semua donatur kami yang telah berbagi kasih kepada orang-orang yang membutuhkan. Perhatian dan bantuan kasih dari LM & Friends akan sangat bermanfaat bagi anak-anak jalanan di Griya Asih. Amin.
Panitia Acara LM & Friends berbagi kasih dengan Griya Asih
Ketua : Gerda Silalahi mom Christabelle
Wakil : Helena mom Josiah
Bendahara : Cynthia Tania mom Nicho
Rika Silaen mom Nadine & Nathan
Lia Sihombing mom Gerrard & Ghea
Moderator
Gerda mom Christabelle (gerdafs@yahoo.com)
Nia bunda Kayla & Atha (nia_oktaviani@yahoo.com)
Profile Yayasan Griya Asih
Pengentas dan Pemberdaya Anak Jalanan dan Terlantar
Latar Belakang
Yayasan Griya Asih berdiri dilandasi oleh semangat cinta kepada sesama, khususnya anak jalanan dan terlantar. Kekerasan, pelecehan seksual, pelecehan hak-hak anak, narkoba, dan minuman keras sangat akrab dalam keseharian hidup anak-anak jalanan dan terlantar. Mereka harus berjuang keras agar dapat bertahan hidup, hampir tak ada waktu untuk bermain maupun bersekolah. Di usia yang masih sangat muda, mereka menjadi penopang ekonomi keluar, serta rentan menjadi obyek maupun subyek tindak kriminal. Akibatnya mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak yang sensitif, rendah diri, mudah curiga, dan dendam.
Visi
Anak yang sehat lahir dan batin, sadar akan jati diri dan martabatnya, serta dapat berperan dan secara positif di lingkungan hidupnya.
Misi
Menyelenggarakan rumah tinggal dengan membangun kehidupan keluarga besar “Griya Asih” sebagai pengganti keluarga anak. Berusaha agar “hak-hak anak” tetap terbela dan terlindungi.
Perkembangan Griya Asih
Pada mulanya, Christine Tuti Murniati atau lebih dikenal dengan Ibu Pandoyo merelakan rumahnya menjadi tempat penampungan sekelompok anak jalanan yang berlindung dari banjir besar yang melanda Jakarta pada 10 Februari 1996. Kemudian dalam perkembangannya, Ibu Pandoyo dan anak-anak asuhnya menempati sebuah rumah, yang sebelumnya merupakan seminari.
Kehidupan mereka pun dari tahun ke tahun semakin membaik dan anak-anak asuh Ibu Pandoyo semakin berkembang pesat hingga bisa mencapai 50-60 anak asuh. Dengan dibantu sekitar 10 hingga 12 orang pengasuh, Ibu Pandoyo mengasuh, merawat, dan memberikan mereka pendidikan secara formal dan spiritual. Mereka diterima pada usia 5 – 10 tahun dan pengasuhan diberikan sampai usia 18 tahun atau sampai mampu mendapat pekerjaan yang layak. Pngasuhan yang diberikan didasari suasana kekeluargaan. Setiap anak asuh mendapat perlakuan yang sama, dididik dan dibesarkan dengan penuh rasa kasih sayang.
Pada tahun 2006 Ibu Pandoyo, yang bernama lengkap Ibu Christine Tuti Murniati, meninggal dunia. Dengan meninggalnya Ibu Pandoyo, kepengurusan Yayasan Griya Asih (2006 s.d sekarang) adalah Alexander J. Suwardi (Ketua Yayasan dan pimpinan panti asuhan). Dalam mengurus yayasan, ia dibantu pengurus antara lain: F.M. Sri Sulistyawati (Sekretaris merangkap Pelaksana Harian, Bagian Administrasi, Keuangan, Pelayanan Pendampingan, dan Tata Laksana Rumah Tangga), serta Fransiskus W. Prawito (Bendahara).
Posted by: Loving Moms on: August 24, 2011
Dear Donatur,
Loving Moms & Sahabat Loving Moms
Tidak ada habisnya untuk mengucap syukur kepada Allah SWT karena atas ridho dan ijinNYA lah, kami Loving Moms dapat bekerja di ladang amal yang dalam kesempatan ini di Bulan Suci Ramadhan 2011 menyelenggarakan Kunjungan Silaturahmi dengan anak-anak dhuafa penderita kanker di Rumah Kita dan Berbuka Puasa Bersama dengan anak-anak Panti Asuhan Nurul Iman. Alhamdulillah, puji Tuhan acara berbagi kasih tersebut telah terlaksana dengan baik dan lancar.
Tidak ada kata yang tepat melukiskan perasaan syukur kami mendapat kesempatan untuk menyaksikan senyum ceria dan tawa bahagia anak-anak di Rumah Kita saat ber”goyang duyu” dan menyanyikan lagu “kasih ibu”. Anak-anak dibawah umur 14 tahun yang sebagian besar botak karena terapi kemo yang mereka jalani, masih bisa tertawa girang melihat tingkah lucu badut dan pesulap yang menghibur mereka ditengah kesakitan dalam tubuhnya yang tengah digerogoti penyakit kanker. Kami juga sangat tersentuh melihat senyum haru dari para orangtuanya yang tegar dan semangat berjuang demi kesembuhan anaknya, tak lupa wajah bahagia para pengurus yang telah sabar mendampingi anak-anak dan orangtuanya selama singgah di Rumah Kita.
Suara bening anak-anak Panti Asuhan Nurul Iman melafalkan shalawat, doa dan ayat Al-Qur’an tak lepas dari ingatan, demikian juga siraman rohani yang sederhana namun sangat menyejukkan dari Ummi, yang telah berusia 76 tahun namun terus setia mengurus 75 anak-anak yatim dan jalanan di rumah pribadinya yang sederhana dan sudah direlakan menjadi panti asuhan, rumah ini terletak di dalam gang sempit di pinggiran rel kereta api Manggarai.
Semua ini berkat dukungan dan sumbangan kasih dari semua donatur yang peduli. Mewakili anak-anak di Rumah Kita dan Panti Asuhan Nurul Iman, kami mengucapkan terima kasih atas kasih, cinta dan kepeduliannya untuk anak-anak Rumah Kita dan Nurul Iman. Dan juga atas kepercayaannya terhadap Loving Moms untuk menyalurkan titipan dana dari para donatur sekalian kepada mereka yang membutuhkan. Terlampir laporan jalannya acara dan laporan dana bagi para donatur yang kami cintai.
Sekali kami sampaikan dengan tulus dari hati terdalam: terima kasih yang sebesar-besarnya atas kasihnya untuk anak-anak ini. Kiranya Tuhan Yang Maha Esa melipat gandakan berkat dan rizkiNya kepada para pemilik tangan yang telah terulur dan hati yang telah membagi kasih. Amin.
Salam kasih,
Atas Nama Panitia LM Berbuka Puasa Bersama Panti Asuhan Nurul Iman & Rumah Kita
Ketua : Nia Octaviani
Bendahara : Elis Tjoa & Melia Livita
|
Melihat wajah anak-anak itu ceria serasa tamparan keras dimuka tak tercermin sakit dan duka di wajah mreka membuat diriku terkesima
Semangat anak-anak yang membara membuat hatiku menjerit lara ternyata jalan hidupku tak ada onaknya namun… rasa syukurku masih seadanya
Ya Tuhan… maafkan hamba yang masih berjiwa kerdil merasa diri hebat ternyata hatinya kecil
Ya Tuhan… pertemuan ini membuka mata hati kami bahwa hidup tak untuk disesali namun tuk berbagi Dewi Ginting bunda Icha & Keya 23 Agustus 2011 |
|
Semangat, senyum, sikap pantang menyerah dan optimis , serta doa menjadikan anak-anak Rumah Kita tetap bisa menjalani kehidupan mereka sehari-hari dan tidak menjadikan penyakit kanker sebagai suatu halangan untuk tetap hidup seperti anak-anak lainnya. Begitupula dengan anak-anak di Panti Asuhan Nurul Iman, Terlihat sangat ceria meski hidup tanpa kasih sayang orangtua, dan menjadikan Ummi sebagai orangtua yang mereka hormati. Ummi pun sangat menyayangi anak-anak asuhnya dengan penuh kasih, senyum dan sabar. Berkunjung ke dua tempat ini sangat berkesan buat Mayla dan Abim. Terutama Abim, dia dapat bercerita tentang siapa saja yang dia temui di Rumah Kita. Insya Allah kegiatan ini bisa menjadikan kita lebih dekat kepada Allah Swt. Puti bunda Mayla & Abim 23 Agustus 2011 |
|
Kembali berkunjung ke anak-anak di Rumah Kita memberi getaran khusus di hati…. Bukan dari ritual sumbangan yang mereka akan terima tetapi kebahagiaan memberi sedikit keceriaan di hati mereka dengan hiburan-hiburan ringan…. Kesempatan yang tentu jarang mereka temui di sisa-sisa hidup mereka yang hanya sebentar… Begitupun kebahagiaan yang kami rasakan saat menghibur anak-anak panti…. Thanks Loving Moms for sharing such unforgettable moments…. It’s priceless… Yunorina Pariman bunda Fara & Fira 23 Agustus 2011 |
Sabtu, 20 Agustus 2011, rombongan Loving Moms (LM) yang terdiri dari:
Kunjungan Silaturahmi ke Rumah Kita
Pukul 16.00 WIB tiba di Rumah Kita, Jalan Percetakan Negara IX no. 3, Jakarta Pusat. Telp : 021 4243128. Rumah kontrakan bercat warna putih ini memiliki kondisi jauh lebih baik dan layak huni dibandingkan dengan rumah kontrakan mereka sebelumnya yang kecil didalam gang sempit tidak jauh dari rumah saat ini. Di depan rumah terdapat area bermain kecil dengan permainan anak-anak sumbangan dari donatur. Sebelum masuk rumah, tamu dan penghuni disarankan untuk mencuci tangan terlebih dahulu di wastafel yang telah tersedia.
Di dalam ruang tamu, terpampang foto anak-anak penghuni Rumah Kita yang pernah dijumpai LM pada acara Berbagi Kasih tahun 2008. Namun beberapa diantaranya sudah meninggal akibat penyakit kanker yang diderita. Dari 300 anak yang tercatat pernah singgah di Rumah Kita sejak berdiri lebih dari 5 tahun lalu, 32 diantaranya telah meninggal. May the rest in peace.
Kami disambut oleh Mbak Mercy, Ibu Inggrid dan Ibu Widi yang mengurus Rumah Kita. Dibantu oleh bapak-bapak dari Loving Moms dan Rumah Kita, akhirnya seluruh barang sumbangan telah dimasukkan kedalam Rumah Kita.
Alhamdulillah, dari sumbangan yang masuk, LM membawa sembako, peralatan kebersihan, goody bags untuk anak-anak, amplop untuk orangtuanya, bingkisan lebaran untuk pengurus Rumah Kita.
Tak lama kemudian Ibu Pinta Manullang, salah satu pendiri Rumah Kita (bersama Ibu Ira Soelistyo) bersama suaminya Bapak Sabar Manullang tiba sehingga acara dapat dimulai.
Pada sore ini, anak-anak dari Rumah Kita 1 (di jalan Percetakan Negara) dan 2 (di daerah Slipi) bergabung untuk menyambut LM. Dari total 25 anak yang sedang menjalani perawatan jalan maupun menginap di RSCM dan Dharmais, ada 15 anak yang bisa hadir mengikuti acara, yang lainnya sedang terapi di Rumah Sakit. Hampir semua anak-anak dibawah 14 tahun.
Nur, umur 17 tahun yang menderita kanker leher menyebar ke tulang hingga saat ini tak mampu berjalan, berbicara dan terkadang sesak bernafas. Nur hanya bisa menggeleng dan mengangguk untuk menyatakan sesuatu.
Juga ada bayi yang baru berumur 17 bulan, menderita kanker pembuluh darah, yang mengakibatkan kaki kirinya harus diamputasi karena terjadi pembengkakan yang terus membesar dan mengeluarkan darah. Ayah kandung dari bayi perempuan malang yang berkulit putih ini meninggalkan dia serta ibunya sejak satu bulan yang lalu.
Banyak cerita-cerita sedih dan memprihatinkan dari anak-anak di Rumah Kita, karena mereka berasal dari kalangan tidak mampu, yang sebagian besar dari luar Jakarta datang
ke RSCM dan Dharmais untuk berobat jalan (sinar/kemo/laser/operasi). Rumah Kita menampung mereka dan orangtuanya selama pengobatan dengan dikenakan biaya hanya Rp. 5,000,- / hari. Adalah kebaikan hati dari pada donatur yang setia memberikan dananya untuk bisa memungkinkan kelangsungan Rumah Kita.
Acara dimulai dengan sambutan selamat datang kepada rombongan LM dari Rumah Kita. Setelah itu mom Gerda, moderator LM, memperkenalkan bahwa Loving Moms merupakan suatu komunitas ibu-ibu muda yang bertemu di dunia maya melalui mailing list. Dari yang awalnya hanya berdiskusi mengenai anak, member LM yang jumlahnya sekitar 100 orang didalam maupun luar Indonesia telah bersepakat untuk mengadakan acara-acara amal peduli sesama lintas agama, suku dan golongan secara rutin setiap tahunnya, saat lebaran maupun natal dan acara-acara lainnya.
Ditambahkan oleh bunda Nia, selaku Ketua Panitia Berbagi Kasih, tujuan penggalangan dana LM kali ini adalah mengunjungi dan bersilaturahmi dengan Panti-Panti / tempat-tempat yang sudah LM kunjungi sejak Ulang Tahun pertamanya yaitu tahun 2006. Dalam kesempatan ini, LM memilih Rumah Kita dan Panti Asuhan Nurul Iman. Rasa rindu yang mendalam kepada anak-anak di Rumah Kita, menjadi alasan utama untuk dikunjungi dalam acara Berbagi Kasih kali ini, meskipun anak-anak yang kita temui pada saat Ulang Tahun LM ke-3 (tahun 2008) hampir sebagian sudah meninggalkan kita terlebih dahulu. Singkatnya, ingin sekali menghibur anak-anak ini dan betapa bahagianya kami jika mereka bisa tersenyum dan tertawa ditengah-tengah perjuangan mereka menjalani pengobatan. Subhanallah tidak akan tergantikan oleh apapun juga.
Selanjutnya anak-anak dari LM dan Rumah Kita bergantian mempersembahkan lagu “Kasih Ibu” Anak-anak dari Rumah Kita menyanyikannya dengan gerakan tangan yang membuat makna lagu itu semakin dalam karena dinyanyikan kearah ibu-ibu mereka yang duduk didepan anaknya.
Setelah itu anak-anak antusias menyaksikan om badut membuatkan magic balon dengan warna dan bentuk yang mereka suka. Juga saat atraksi sulap menghibur mereka.
Anak-anak Rumah Kita diminta berjoget dengan iringan lagu “Goyang Duyu”, tingkah lucu anak-anak ini sangat mengharukan ditengah perjuangannya. Terutama goyang Febi, anak perempuan 8 tahun yang menderita kanker mata sehingga kehilangan mata kirinya.
Acara selanjutnya adalah penyerahan sumbangan. Anak-anak dari LM menyerahkan goody bags kepada anak-anak Rumah Kita.
Goody bags terdiri dari : handuk, botol minum, sikat gigi, pasta gigi, tissue basah dan tissue kering serta paket snack.
Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan amplop lebaran sebesar Rp. 300.000,- kepada para orangtua sebagai bantuan transport selama terapi anaknya. Terakhir diserahkan juga bingkisan lebaran kepada 7 orang pengurus Rumah Kita sebagai bentuk perhatian dan dukungan LM & Friends atas kasih yang telah mereka berikan kepada anak-anak Rumah Kita.
Di akhir acara, Ibu Pinta Manullang menyampaikan terima kasihnya kepada LM & Friends atas perhatian dan kasihnya untuk Rumah Kita. Ibu Pinta berharap dukungan dan perhatian bagi anak-anak di Rumah Kita 1 dan 2 terus diberikan dan berdoa kiranya para donatur : LM & Friends mendapat rejeki yang berlipat ganda. Ibu Pinta menginformasikan bahwa Puji Tuhan, Alhamdulillah di usianya yang belum genap 6 tahun, Rumah Kita akhirnya berhasil membeli tanah di dekat Rumah Kita 1 untuk dibangun rumah permanen bagi Rumah Kita, yang selama ini mengontrak. Rumah Kita yang sudah mulai dibangun terletak di jalan yang sama nomor 10 diharapkan bisa menampung 25 anak. Tanahnya dibeli dari dana sumbangan donatur-donatur Rumah Kita yang peduli.
Saat tiba waktunya berpamitan, rasa haru kembali menyeruak menyaksikan keceriaan anak-anak dan semangat orangtuanya. Kiranya Tuhan Yang Maha Baik terus menjaga dan melindungi mereka, dan mengetuk lebih banyak lagi donatur untuk membantu kelangsungan Rumah Kita. Amin.
LM Berbuka Puasa Bersama anak-anak Panti Asuhan Nurul Iman
Rombongan tiba di Panti Asuhan Nurul Iman yang terletak di gang kecil di pinggiran rel kereta api Manggarai jalan Menteng Raya RT 002/ 010 no. 11 Telp : 021 3919655 pada pukul 17.30 WIB. Telah menanti lebih dari 50 anak-anak penghuni panti bersama para pengurus dan pendirinya : Ummi. LM mengunjungi Nurul Iman pada tahun 2006, di ulang tahun pertama LM. Keadaan rumah masih sederhana, dengan cat hijau serta ruangan yang dibiarkan kosong untuk tempat anak-anak belajar mengaji setiap hari. Atap rumah sederhana ini sempat roboh di tahun 2006 karena tiupan angin.
Untuk memulai acara, Ummi memberikan tausyiah mengenai makna Ramadhan dan berbagi dengan mereka yang kurang mampu, bahwa berbagi bukan hanya kepada saudara yang seiman, namun juga berbagi kepada sesama sebangsa yang membutuhkan. Ummi mendoakan agar LM dilimpahi rizki bersama para donaturnya dan tidak meninggalkan dan melupakan Nurul Iman di masa mendatang. Berulang kali Ummi menghimbau; “Ayahanda dan Ibunda jangan tinggalkan anak-anak di Nurul Iman, kami semua anak-anakmu. Siapa lagi yang akan memperhatikan kami, jikalau bukan ayahanda dan ibunda?”
Tepat pukul 18.00 WIB acara berbuka puasa bersama dimulai. Selepas hiburan badut dan magic ballon, LM menyerahkan sumbangan yang telah disiapkan. Anak-anak Nurul Iman berbaris teratur menerima goody bags yang terdiri dari : mukena bagi anak perempuan dan sarung untuk anak laki-laki, serta paket snack dan amplop lebaran senilai Rp. 25.000,-/anak.
Juga diserahkan bantuan sembako kepada Panti yang diterima oleh Ummi dan kepada 5 pengurus diserahkan bingkisan lebaran yang terdiri dari : kue-kue lebaran, baju gamis dan amplop lebaran sebesar Rp. 250.000,-
Nia, sebagai ketua Panitia menyampaikan bahwa panitia menggalang dana bukan hanya dari member LM, tapi juga dari Sahabat LM yang berkenan menitipkan bantuannya melalui Loving Moms. Nia berharap sumbangan yang diserahkan bisa bermanfaat bagi anak-anak Panti.
Selanjutnya pukul 19.00 WIB anak-anak Nurul Iman akan menggelar pengajian, LM pun berpamitan dengan membawa kenangan akan suara bening anak-anak Nurul Iman dalam melafalkan doa-doa dan ayat-ayat Al-Qur’an di dalam ingatan.
LAPORAN DANA
Total dana yang masuk ke rekening LM Berbagi Kasih dengan Rumah Kita dan Panti Asuhan Nurul Iman per tanggal 20 Agustus 2011 adalah sebesar Rp. 29.600.000,-
Dua Puluh Sembilan Juta Enam Ratus Ribu Rupiah. (detail laporan dana terlampir).
Alhamdulillah … Puji Tuhan
Terima-kasih untuk kasih, cinta dan kepeduliannya kepada anak-anak di Rumah Kita dan Nurul Iman. membutuhkan bantuan. Terima kasih untuk member LM, sahabat LM, keluarga LM yg telah berpartisipasi. Semoga Allah memberi balasan yang berlipat dan berkah atas rejeki yang ada. Amin.
Let’s share our love with everyone
Panitia
Loving Moms Berbagi Kasih di bulan Ramadhan 2011
Ketua : Nia Octaviani bunda Kayla & Natha
Sie Acara :
LAPORAN PENERIMAAN DANA (CASH)
LM Berbagi Kasih di bulan Ramadhan 2011 * per 20 Agustus 2011
Total di Rek BCA atas nama Elis : Rp. 22.800.000,-
Total di Rek Mandiri atas nama Melia Livita Lilingpadang: Rp. 5.300.000,-
Total Dana Kasih LM & Friends : Rp. 28.100.000,-
Sumbangan Cash Lainnya (*) : Rp. 1.500.000,-
Grand Total Dana Kasih LM & Friends : Rp. 29.600.000,-
PENERIMAAN SUMBANGAN NON CASH
PENERIMAAN SUMBANGAN CASH LAINNYA (*)
RINCIAN PENGELUARAN (CASH)
LM Berbagi Kasih di bulan Ramadhan 2011 * per 20 Agustus 2011
| A. Nurul Iman | |||
| Mukena SD |
20 |
Rp 51,000.00 | Rp 1,020,000.00 |
| Mukena tanggung |
20 |
Rp 40,000.00 | Rp 800,000.00 |
| Jilbab |
20 |
Rp 15,000.00 | Rp 300,000.00 |
| Sarung SD |
20 |
Rp 40,000.00 | Rp 800,000.00 |
| Sarung dewasa |
21 |
Rp 45,000.00 | Rp 945,000.00 |
| Nasi Box |
90 |
Rp 20,000.00 | Rp 1,800,000.00 |
| Tajil |
90 |
Rp 3,500.00 | Rp 315,000.00 |
| Sembako | Rp 2,229,250.00 | ||
| THR Umi | Rp 500,000.00 | ||
| THR 5 Pengurus |
5 |
Rp 250,000.00 | Rp 1,250,000.00 |
| THR anak-anak |
80 |
Rp 25,000.00 | Rp 2,000,000.00 |
| Goodies snacks |
80 |
Rp 10,000.00 | Rp 800,000.00 |
| Goodies Pengurus |
6 |
Rp 90,740.00 | Rp 544,440.00 |
|
|
|||
| Rp 13,303,690.00 | |||
| B. Rumah Kita | |||
| Goodies anak-anak: | |||
| 1. Handuk |
25 |
Rp 26,550.00 | Rp 663,750.00 |
| 2. Botol minum Princess |
12 |
Rp 16,000.00 | Rp 192,000.00 |
| 3. Btl minum tupperware |
13 |
Rp 14,700.00 | Rp 191,100.00 |
| 4. Sikat Gigi Kodomo |
25 |
Rp 3,372.00 | Rp 84,300.00 |
| 5. Odol |
25 |
Rp 4,190.00 | Rp 104,750.00 |
| 6. Tissue |
25 |
Rp 6,490.00 | Rp 162,250.00 |
| 7. Tissue Basah Mamy Poko |
23 |
Rp 10,090.00 | Rp 232,070.00 |
| 8. MITU Tissue basah |
2 |
Rp 11,990.00 | Rp 23,980.00 |
| 9. Pampers |
1 |
Rp 33,850.00 | Rp 33,850.00 |
| 10. Paket Zwitsal |
1 |
Rp 47,650.00 | Rp 47,650.00 |
|
|
|||
| Tajil |
70 |
Rp 3,500.00 | Rp 245,000.00 |
| Nasi Box |
70 |
Rp 20,000.00 | Rp 1,400,000.00 |
| THR anak-anak |
25 |
Rp 300,000.00 | Rp 7,500,000.00 |
| Goodies Pengurus |
7 |
Rp 82,447.00 | Rp 577,129.00 |
| Sembako |
|
Rp 1,729,250.00 | |
| Goodies snacks |
25 |
Rp 10,000.00 | Rp 250,000.00 |
|
|
|||
|
|
Rp 13,437,079.00 | ||
|
|
|||
| B. Lain-lain | |||
| Magic Ballons + sulap | Rp 900,000.00 | ||
| Bags goodies anak-anak |
105 |
Rp 2,500.00 | Rp 262,500.00 |
| Bags goodies pengurus |
13 |
Rp 4,000.00 | Rp 52,000.00 |
| Rp 1,214,500.00 | |||
| Dana | Rp 28,100,000.00 | ||
| Grand Total Pengeluaran | Rp 27,955,269.00 | ||
| Sisa | Rp 144,731.00 | ||
| Transfer ke rekening Umi 22/8/2011 | |||
| Rp 28,100,000.00 | |||
REKAP PENERIMAAN DAN PENGELUARAN
LM BERBAGI KASIH di BULAN RAMADHAN 2011
SABTU, 20 Agustus 2011
Total Penerimaan Rp. 28.100.000,-
Total Pengeluaran Rp. 27.955.269,-
Rp. 144.731,- *SALDO (DITRANSFER KE REKENING UMMI/NURUL IMAN)
DILAPORKAN OLEH :
Ketua Nia Octaviani
Bendahara 1 Elis Tjoa
Bendahara 2 Melia Livita
Moderator Loving Moms
Gerda Silalahi mom Christabelle
Nia Octaviani bunda Kayla & Natha
Posted by: Loving Moms on: August 1, 2011
Dear Donatur,
Loving Moms & Sahabat LM
Alhamdulillah, Puji Tuhan dukungan untuk acara LM & Friends Berbuka Puasa Bersama Anak Panti Asuhan Nurul Iman dan Rumah Kita, telah mengalir ke rekening Sumbangan Kasih LM dari member Loving Moms maupun sahabat LM.
Terima-kasih atas kasihnya, kiranya Tuhan membalasnya berlipat kali ganda.
Total Dana Kasih dari LM & Friends yang terkumpul pada penutupan Rekening Kasih LM pada hari Sabtu, 20 Agustus 2011 pukul 04.00 pm adalah Rp. 29.600.000,- dengan perincian sbb :
Rekening BCA a/n Elis :
Total di Rek BCA : Rp. 22.800.000,-
——————————————
Rekening Mandiri a/n Melia Livita Lilingpadang :
Total di Rek Mandiri : Rp. 5.300.000,-
——————————————
Total Dana Kasih LM & Friends : Rp. 28.100.000,-
Sumbangan Cash Lainnya (*) : Rp. 1.500.000,-
Grand Total Dana Kasih LM & Friends : Rp. 29.600.000,-
PENERIMAAN SUMBANGAN CASH LAINNYA (*)
PENERIMAAN SUMBANGAN NON CASH
Terima kasih kepada teman-teman dan sahabat yg telah mengulurkan tangan untuk anak-anak Panti Asuhan Nurul Iman dan Rumah Kita. Berlimpahlah berkat dan rizki bagi semua tangan yang terulur.
Let’s Share Our With Everyone
Posted by: Loving Moms on: July 20, 2011
Dear Loving Moms dan Sahabat LM yang tercinta,
Menginjak usianya ke-6, Alhamdulillah, Praise God, Loving Moms (LM) & Friends telah berkesempatan beberapa kali untuk berbagi kasih, perhatian dan dukungan kepada sejumlah panti asuhan, panti jompo, rumah singgah, yayasan maupun anak-anak dari keluarga tidak mampu. Meski belum seberapa, namun kami terus berdoa dan tak putus berharap kiranya siraman kasih dari Loving Moms dan Friends sedikit banyak bermanfaat untuk meringankan beban hidup mereka. Amin.
Kini bulan ramadhan telah menjelang, sebentar lagi umat muslim di seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa. Di bulan suci ini, selain menikmati kebersamaan dengan keluarga dan saudara-saudara, alangkah indahnya momen yang baik ini diisi juga berbagi kepada anak-anak yang membutuhkan. Insya Allah pahala kita akan berlipat ganda. Walaupun member LM terdiri dari berbagai agama, namun kami selalu sehati dalam kegiatan amal di bulan ramadhan. Sama halnya saat Natalan, kami pun bersama-sama melakukan Aksi Peduli Kasih.
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Loving Moms kembali terpanggil untuk mengisi momen yang indah ini dengan berbagi kasih untuk orang-orang yang membutuhkan, sekaligus untuk merayakan ulang tahun ke-6 Loving Moms yang dibentuk pada tanggal 29 September 2005.
Jika pada kegiatan di tahun-tahun sebelumnya, LM selalu mengadakan survey sebelum melakukan kegiatan fund raising LM Peduli untuk panti/rumah singgah/yayasan yang dituju, kemudian datang ke panti tersebut dengan membawa sumbangan yang berhasil dikumpulkan, maka tahun ini LM ingin mengadakan kegiatan dengan format acara yang belum pernah diadakan sebelumnya yaitu:
“LM & Friends Berbuka Puasa Bersama anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Nurul Iman dan anak-anak penderita kanker dari kalangan dhuafa di Rumah Kita”
Tujuan acara Buka Puasa Bersama :
Loving Moms ingin mengetahui perkembangan anak-anak di kedua panti tersebut, bersilaturrahim dengan mereka, pengurus dan pengasuhnya, memberi support bukan hanya dalam bentuk sumbangan barang tetapi juga waktu dan perhatian, dan juga ingin memberi dukungan serta semangat kepada para pengurusnya yang merupakan pejuang kemanusiaan itu.
Moderator LM, Gerda mom Christabelle pernah berkesempatan mengunjungi kembali Rumah Kita, rumah singgah bagi anak-anak penderita kanker dari kalangan tidak mampu di daerah Percetakan Negara. Tak terlukiskan perasaan haru melihat buku-buku dan berbagi alat peraga edukatif yang disumbang LM dan Friends tertata rapi di rak bukunya. Saat ini Rumah Kita sudah menempati rumah kontrakan baru dengan kondisi lebih baik, letaknya tak jauh dari rumah singgah sebelumnya yang terletak di dalam gang sempit.

Hati tergetar mengetahui bahwa 7 orang dari 12 orang anak Rumah Kita yang mengisi acara ulang tahun LM di tahun 2008 telah meninggal dunia akibat kanker yang mereka derita. Haru pun menyeruak melihat beberapa anak masih ceria meski di dalam tubuhnya kanker terus menggerogoti. Orangtua anak-anak ini cukup membayar Rp. 5,000,-/hari/keluarga untuk tinggal di Rumah Kita selama pengobatan anaknya (kemo, terapi, sinar) di RSCM. Semangat hidup anak-anak tersebut dan juga semangat para orangtuanya yang tak kenal lelah berjuang mencari kesembuhan bagi buah hatinya di tengah sulitnya ekonomi dan beratnya tantangan hidup, tak ayal membuat hati tergugah untuk bercermin kembali. Sudah cukup bersyukurkah kita atas hidup kita?
Panti Asuhan Nurul Iman di Pasar Rumput, Manggarai yang dikunjungi Loving Moms pada ulang tahun pertama di tahun 2006, merupakan panti sederhana yang dikelola oleh ummi. Saat ini Nurul Iman mengasuh 75 anak dengan 5 pengurus. 50 anak duduk di Sekolah Dasar (SD), 25 anak di bangku SMP dan SMA.
LM mendapat informasi bahwa rumah ummi yang dijadikan panti sempat roboh di tahun 2006. Orang-orang seperti ummi ini merupakan pahlawan tanpa tanda jasa, yang memberikan segenap hati dan pikiran, bahkan rumahnya demi menampung anak-anak yatim dan jalanan di sekitar Pasar Rumput. Demikian juga Ibu Pinta Manullang dan Ibu Ira pendiri Rumah Kita. Dan banyak pahlawan dan pejuang kemanusiaan lainnya. Salut dan doa kami untuk mereka.
LM akan menyediakan hidangan berbuka puasa untuk disantap bersama. Untuk menghibur anak-anak dan memeriahkan acara, LM ingin mengundang magic ballon/sulap/badut atau hiburan lainnya. Jika tersedia dana lebih, ingin memberikan goody bag bagi anak-anak yang isinya berupa barang-barang kebutuhan sehari-hari maupun perlengkapan sekolah dan sholat. Jika dana memungkinkan, LM memberikan hidangan sahur dalam bentuk mentah (sembako) kepada panti.
Hari, Tanggal : Sabtu, 20 Agustus 2011
Waktu, Tempat :
Pukul 15.00 – 17.30 WIB di Rumah Kita, Jalan Percetakan Negara
Pukul 18.00 – 20.00 WIB di Panti Asuhan Nurul Iman, Pasar Rumput
Panti Asuhan dan Rumah Singgah yang akan Berbuka Puasa Bersama LM & Friends:
Panti Asuhan Nurul Iman, Pasar Rumput
Panti sederhana yang dikelola ummi ini menampung 75 anak yatim maupun anak jalanan yang singgah maupun tinggal di dalamnya. Pada ulang tahun pertama di bulan September 2006, LM mengundang anak-anak Panti ke Texas Fried Chicken di Cikini untuk bersama-sama bergembira merayakan ulang tahun pertama milis dengan aneka games, hadiah dan hiburan sulap.
LM menyerahkan sumbangan yang dikumpulkan melalui fund raising di milis, yang berhasil mengumpulkan sumbangan berbentuk cash dan non-cash termasuk diantaranya baju koko dan baju gamis bagi seluruh anak Panti untuk merayakan Lebaran, berbagai barang dan sembako bagi operasional panti.
Rumah Kita, rumah singgah anak-anak penderita kanker dhuafa, Percetakan Negara
LM mengundang anak-anak penderita kanker dan keluarganya yang tergolong tidak mampu yang singgah di Rumah Kita untuk merayakan ulang tahun ketiga LM, September 2008 di Corner Restoran yang berlokasi tidak jauh dari Rumah Kita. Anak-anak Rumah Kita berbaur dengan anak-anak balita LM menikmati acara hiburan sulap, magic balon, tiup lilin dan potong kue ultah LM. Keceriaan anak-anak LM berbaur dengan rasa haru menyaksikan penampilan anak-anak dari Rumah Kita yang polos.



Penggalangan dana kali ini mendapat dukungan dari banyak Sahabat LM yang semakin mempercayakan dukungan dananya untuk disalurkan LM. LM menyerahkan sumbangan berbagai barang sembako, keperluan rumah tangga, educational toys, dan buku-buku. LM juga menyerahkan bantuan uang sewa rumah, bantuan biaya operasi Zidan, bayi yang belum genap 2 bulan yang akan dioperasi untuk mengangkat tumor di bawah telinga kirinya. LM juga menyerahkan bantuan dana untuk anak-anak Rumah Kita.
Panitia terbuka menerima titipan donasi dalam bentuk apapun. Untuk memberi gambaran, berikut list barang-barang yang dibutuhkan anak-anak di panti:
Jika ada diantara donatur kami yang ingin menitipkan dana kepada panitia untuk dibelikan barang tertentu, kami Panitia siap membantu. Singkat kata, panitia bersenang hati untuk menerima berbagai bentuk bantuan untuk anak-anak.
| BCA
Cabang Untar 2 |
Mandiri
Cabang Klampis Surabaya |
| Atas nama Elis Tjoa
|
Atas nama Melia Livita L
|
Mohon bantuannya untuk mengirimkan sms konfirmasi kepada Elis dan atau Melia untuk keperluan pelaporan dana.
Rekening Dana Kasih LM untuk Berbuka Puasa anak panti akan kami buka hingga hari :
Selasa, 16 Agustus 2011.
Laporan Dana dan Sumbangan yang masuk setiap hari akan dilaporkan di milis Loving Moms dan website LM: http://lovingmoms.wordpress.com/
Penutup
Telah 6 tahun perjalanan Loving Moms bersahabat dan berbagi. Semua ini bisa terwujud karena kepercayaan para donatur LM, yang saat ini bukan hanya terbatas pada member LM, tapi juga dari Sahabat LM: individu, institusi, perusahaan yang mengenal LM lewat member dan jaringan LM.
Dengan setulus dan segenap hati mewakili anak-anak di panti asuhan, panti jompo, rumah singgah, anak-anak dari keluarga kurang mampu yang telah mendapat perhatian dan kasih dari Loving Moms dan Sahabat, kami menyampaikan : Terimakasih, terimakasih, terimakasih.
Doa kami kiranya para donatur LM dan Sahabat LM diberikan rejeki yang berlipat ganda, kesehatan dan kebahagiaan. Amin YRA.
Panitia Loving Moms & Friends Berbuka Puasa Bersama
Ketua :
Bendahara :
Sie Acara :
Posted by: Loving Moms on: June 6, 2011
Belum sempat Loving Moms mengirimkan Dana Kasih yang terkumpul dari para donatur yang kami kasihi : Loving Moms dan Sahabat LM.
Adik kita, Tienda Nababan, 8 tahun, yang selama 2 tahun ini menderita karena kanker mulut stadium 4 memenuhi mulutnya, telah menghembuskan nafas terakhirnya tadi siang di RSU Adam Malik, Medan.
Maruli Sinaga, relawan pendamping memberi kabar bahwa Tienda meninggal dunia tadi siang, pukul saat 12.30 akibat kondisinya tiba-tiba drop. Dimana hal ini diluar dugaan karena tadi pagi, Tienda masih kelihatan sehat.
Berikut informasi dari Maruli :
”Siang ini sekitar jam 12.30, sahabat kecil kita, Tienda Nababan, telah kembali ke pangkuan Bapa kita di surga, berkumpul kembali dengan ibunya yang telah terlebih dahulu kembali ke Bapa.
Pagi tadi kondisinya masih normal/stabil, tetapi siang ini tiba-tiba drop dan akhirnya meninggal, walau dokter sudah mencoba memberi pertolongan. Besok Tienda akan dimakamkan di Pematang Bandar, Simalungun sekitar 180 km dari Medan.”
Dengan ini, Loving Moms menutup Dana Kasih untuk Tienda dan sudah mengirimkan dana yang terkumpul kepada keluarga Tienda agar dapat segera dipergunakan.
Dana Kasih Loving Moms and Friends untuk Tienda Nababan telah dikirimkan ke rekening Maruli Sinaga, relawan pendamping Tienda di Medan sebesar Rp. 12,850,000,- pada hari Kamis 9 Juni 2011 pukul 10.17 pagi. Tanda setor melalui Bank BNI terlampir.
Semua donasi yang masuk akan digunakan untuk pemakaman Tienda dan untuk biaya kakak/adiknya yang juga dalam kondisi memprihatinkan dan hidup terpisah di keluarga yang bersedia menampungnya. Ayah Tienda bekerja sebagai petani sementara ibunya sudah meninggal dunia.
Maruli Sinaga :
“Dan daunpun berguguran, melayang dan jatuh ketanah, dibasahi air hujan di siang hari ini…
Selamat jalan sahabat kecil kita,Tienda Nababan ke pangkuan Bapa kita di surga..
Saatnya kita semuapun akan berkumpul disana…”
Terimakasih donatur.
Terimakasih sebesar-besarnya atas kasih dan perhatiannya untuk Tienda.
Mohon doakan agar nenek, ayah dan saudara-saudara Tienda dikuatkan melewati masa berat ini.
Selamat jalan Tienda.
Beristirahatlah dengan damai di surga bersama ibu.
Gerda Silalahi
Moderator Loving Moms
Dear Loving Moms & Friends,
Loving Moms kembali datang untuk mengetuk pintu hati para donatur yang kami cintai. Kali ini LM ingin sekali membantu meringankan beban keluarga Tienda umur 8 tahun yang menderita kanker mulut dan saat ini sedang menjalani perawatan di RSU Adam Malik di Medan. Kondisi Tienda saat ini sangat memprihatinkan dan perlu untuk mendapat perawatan yang lebih intensif.
Tienda belum dapat dioperasi karena ketiadaan biaya dan juga karena kondisi fisiknya masih sangat lemah. Selama tiga minggu ini Tienda mulai mendapat perawatan dan mendapat transfusi darah di Rumah Sakit Umum Adam Malik, Ruang Rindu B lantai 2 Kamar B-02, Medan.
Tienda lahir pada tanggal 6 Juni 2003, anak ke-4 dari 5 bersaudara (4 perempuan dan 1 laki-laki) asal Kampung Bandar Manis, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Ibunya telah meninggal dan bapaknya seorang petani miskin yang hidup terpisah dari anak-anaknya. Saat ini Tienda dirawat oleh neneknya. Keluarga Tienda didampingi oleh teman relawan dan pendeta.
Diagnosis dokter menyatakan Tienda suspect Maxillo Facial Tumour (Kanker Mulut), stadium 4, Hb darahnya hanya 4. Saat ini Tienda tidak dapat berbicara.
Maruli Sinaga, relawan pendamping memberikan update tentang Tienda pada kunjungan Senin 6 Juni.
“Sore ini saya kunjungan ke Tienda, saya juga berdiskusi dgn dokter dan katanya kesempatan hidupnya masih besar dan lama, fokusnya sekarang adalah memulihkan tubuhnya yg lemah (Hbnya 4) agar bisa naik ke 11 dengan transfusi darah.
Masalahnya sekarang Tienda sulit menerima makanan karena mulutnya hampir tertutup semuanya dengan tumor itu dan darah juga sesekali keluar. Makanan cair diberikan sedikit demi sedikit melalui celah mulutnya, karena melalui selang ke perut juga tidak bisa (karena kesulitan menetukan lokasinya, takut salah ke paru paru). Jika HBnya bisa naik ke-11 akan dilakukan kemoterapi dan selanjutnya operasi.
Note:
Tienda tidak dapat membaca dan menulis karena sampai umurnya yg ke-8 tahun ini, dia belum bersekolah.”
Jika ada diantara para donatur yang ingin membantu meringankan beban keluarga Tienda, agar adik kita ini bisa mendapatkan pengobatan yang layak, bermain serta hidup seperti teman-teman sebayanya. Agar dapat berbicara dan menikmati makanan. Dan juga agar bisa membaca dan menulis, karena hingga saat ini Tienda belum pernah sekolah akibat keadaannya.
Loving menutup Dana Kasih untuk Tienda Nababan pada hari Kamis, 9 Juni 2011.
Dana Kasih Loving Moms dan Sahabat akan kami kirimkan ke rekening Maruli Sinaga, relawan pendamping Tienda di Medan yang aktif mengunjungi dan mendampingi Tienda.
Terimakasih atas kasihnya.
Let’s Share Our Love With Everyone
*****************************************
Laporan Dana Kasih Loving Moms & Friends untuk Tienda Nababan
Total Dana Kasih Kamis 9 Juni pukul 10.00 am Rp. 12,850,002,-
BCA
4 Juni
6 Juni
7 Juni
8 Juni
9 Juni
Mandiri
7 Juni
Terimakasih atas kasihnya.
Loving Moms dan keluarga Tienda mengucapkan terimakasih tak terhingga kepada para donatur yang baik hati. Kiranya berkat dan rizki ditambahkan kepada para donatur. Amen.
Posted by: Loving Moms on: December 20, 2010
Sabtu, 18 Desember 2010
Dear Loving Moms (LM) dan Sahabat LM tercinta,
“Terima-kasih, terima-kasih, terima-kasih. Saya sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi” sambil menangis terharu, itulah kalimat yang terucap dari Ibu Erpi, ibunda Iyus dan Irfan ketika menerima bantuan modal usaha dari Loving Moms dan Sahabat.
Itu pula yang akan kami sampaikan disini, sebagai panitia Loving Moms dan Sahabat Berbagi Kasih untuk Iyus dan Irfan.
Terima-kasih donatur, terima-kasih sebesar-besarnya dan setulus-tulusnya dari lubuk hati kami terdalam atas kasihnya kepada Iyus (21 tahun, lumpuh layu sejak 12 tahun) dan Irfan (14 tahun, lumpuh layu sejak 10 tahun).
Luar biasa cara Tuhan menjawab doa orang yang sedang memohon bantuan-Nya. Doa Ibu Erpi untuk modal usaha agar bisa memberikan hidup yang lebih baik untuk keempat anaknya dengan kondisi dua anak dalam keadaan lumpuh layu, dijawab sudah.
Setelah menggalang dana dalam waktu cukup singkat selama 10 hari sejak tanggal 8 Desember 2010 melalui milis, web blog Loving Moms dan terutama lewat penyebaran proposal Loving Moms Berbagi Kasih untuk Iyus dan Irfan, kakak beradik penderita lumpuh layu, tibalah hari yang dinanti, Sabtu 18 Desember 2010 pagi, kami rombongan Loving Moms yang terdiri dari : Widia mom Timothy & Joshua, Elis mom Deven & Rui, Sisca mom Davina & Laura, Gerda mom Christabelle dan Chyntia Tania mom Nicholas berangkat menuju rumah Iyus dan Irfan di di daerah Kosambi Dadap, Tangerang untuk menyerahkan sumbangan cash maupun non cash yang dipercayakan para donatur kepada Loving Moms untuk disalurkan kepada keluarga Iyus dan Irfan.
Perjalanan menuju rumah Iyus dan Irfan kali ini sedikit melelahkan hujan menambah menambah panjang kemacetan akibat kondisi jalan yang rusak parah. Namun macet dan hujan tidak mengendurkan semangat kami untuk segera tiba di rumah Iyus dan Irfan. Kami ingin tahu bagaimana reaksi Iyus yang keliatan tidak bersemangat ketika kami datangi saat survey satu minggu sebelumnya.
Tiba di rumah Iyus dan Irfan, kami disambut oleh Bu Erpi (ibu Iyus dan Irfan) yang mengatakan bahwa Irfan sudah bertanya berkali-kali mengapa kami, tamu yang ditunggu belum datang-datang juga. Wah, rupanya meski Irfan sangat pemalu dan tidak banyak bicara, cukup bersemangat menunggu kedatangan kami. Dan tak kami duga sambutan Iyus jauh lebih hangat, Iyus banyak bicara dan menanggapi obrolan kami.
Saat kami berbicara, satu persatu barang-barang sumbangan non cash dibawa masuk ke dalam rumah Iyus dan Irfan. Kami harus berjalan cukup jauh dari rumahnya karena tidak terjangkau mobil.
Beruntung banyak yang bisa membantu mengangkat satu persatu barang-barang tersebut. Kursi roda, kursi pispot stainless, lemari, meja, sembako, pakaian, gorden, sprei, kasur, bantal, cat dan peralatannya, komputer dan aksesorisnya, dan masih banyak lagi hingga rumahnya yang kecil penuh sesak dengan barang sumbangan Loving Moms dan Sahabat.
Chyntia menyerahkan komputer lengkap dengan aksesoris dan CD edukatif kepada Irfan yang mengatakan memiliki impian untuk sebuah laptop/komputer agar bisa belajar.
Sisca menyerahkan cake dengan edible image gedung Sate, Bandung kepada Iyus dan Irfan. Sisca khusus membuatkan cake itu untuk Iyus dan Irfan sejak dini hari.
Elis menyerahkan barang-barang kebutuhan sandang untuk keluarga Iyus dan Irfan, diantaranya handuk, pakaian, sprei, keset dan lain sebagainya. Ibu Erpi menerimanya dengan raut muka terharu.
Mempertimbangkan kondisi kesehatan Iyus yang rentan dan rapuh, kami memutuskan tidak jadi mengajaknya ke Bandung untuk melihat gedung Sate seperti yang dikatakan Ibunya saat kami tanyakan apa keinginan Iyus. Sebagai gantinya, member Loving Moms di Surabaya, Melia Livita mom Alexa dan Kei membuatkan design foto Iyus dan Irfan dengan latar belakang Gedung Sate. Foto berukuran banner 80 x 150 cm itu dicetaknya di atas kertas foto dan dibuatkan frame untuk digantung di rumah Iyus dan Irfan.
Sebelum menyerahkan dana cash untuk bantuan modal, kami sempat berbincang dengan Ibu Erpi mengenai apa yang menjadi keinginannya apabila mempunyai modal. Ibu Erpi menuturkan bahwa dia ingin sekali membuka usaha seperti bengkel reparasi sanyo ataupun berjualan sembako agar bisa menambah penghasilan sambil tetap menjaga Iyus dan Irfan.
“Terima-kasih, terima-kasih, terima-kasih. Saya sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi” sambil menangis terharu, itulah kalimat yang terucap dari Ibu Erpi, ibunda Iyus dan Irfan ketika menerima bantuan modal usaha dari Loving Moms dan Sahabat.
Itulah kalimat yang terucap lirih dari Ibu Erpi saat kami memberitahukan bahwa doanya terjawab karena masih banyak orang yang ingin berbagi. Elis dan Sisca selaku bendahara acara Peduli Kasih LM kali ini menyerahkan uang sebesar Rp. 38.250.000,- kepada Ibu Erpi sebagai bantuan modal.
Kami menyampaikan harapan agar Ibu Erpi bisa mempergunakan uang tersebut untuk membantu mewujudkan cita-citanya membuka usaha sehingga kehidupan keluarga mereka dapat lebih baik lagi ke depannya. Saat kami menanyakan bagaimana perasaannya, Ibu Erpi hanya bisa menangis. Ibu Erpi hanya bisa mengucapkan terima-kasih yang sebesar-besarnya kepada penyumbang.
Dan ucapan terima kasih tulus itu kembali kami sampaikan kepada para donatur, member Loving Moms dan para Sahabat Loving Moms yang telah dengan rela berbagi kasihnya, mengulurkan tangannya untuk meringankan beban hidup keluarga ibu Erpi dan anak-anaknya, Iyus dan Irfan. Biarlah Tuhan sendiri yang membalaskan semua kebaikan para donatur.
Saat kami akan berpamitan, Ibu Erpi terlihat sangat semangat memberikan telur asin yang merupakan usahanya menopang hidup keluarga. Sehari-hari pekerjaan Ibu Erpi adalah membuatkan telur asin jika ada yang memesan. Ibu Erpi khusus menyimpan telur asin ini untuk Loving Moms. Sungguh kami sangat terharu, telor asin ini seharusnya dijual untuk kebutuhan mereka sehari-hari, namun sengaja dia sisihkan sebagai tanda terima-kasih untuk Loving Moms.
Sekali lagi,
Mewakili keluarga Iyus dan Irfan serta Ibu Erpi, Loving Moms menyampaikan terima-kasih sebesar-besarnya teman-teman dan sahabat yang telah mengulurkan tangan untuk Iyus dan Irfan.
Kami berdoa agar Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan segala berkat dan membukakan pintu rejeki selebar-lebarnya bagi para donatur yang telah bermurah hati. Amin.
Selamat hari Natal 25 Desember 2010
bagi yang merayakan
dan
Selamat Tahun Baru 01 Januari 2011
bagi kita semua
Kiranya kita semua selalu dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa di tahun 2011 dan tahun-tahun mendatang. Amin.
Rombongan LM :
Sahabat LM :

Barang yang diserahkan :

Sumbangan Non – Cash
Bantuan Modal Usaha

Sisa dana yang diserahkan sebagai bantuan modal usaha untuk Ibu Erpih (Ibunya Iyus dan Irfan) adalah sebesar Rp. 38.210.410 yang dibulatkan menjadi Rp. 38.250.000
Posted by: Loving Moms on: December 9, 2010
Puji Tuhan, Alhamdulillah dalam waktu 10 hari menggalang dana untuk Aksi Peduli Kasih, Loving Moms & Sahabat berbagi kasih untuk Iyus dan Irfan kakak beradik penderita lumpuh layu di Dadap, Tangerang ; panitia telah menutup rekening Dana Kasih sejak tanggal 18 Desember dengan total angka yang luar biasa. Luar biasa pekerjaan Tuhan mengetuk pintu hari para donatur tercinta. Luar biasa menakjubkan sekaligus mengharukan, begitu banyak perhatian dan kasih buat Iyus dan Irfan. Terimakasih Tuhan. Terimakasih Donatur.
Total Dana Kasih Akhir terkumpul per Sabtu, 18 Desember 2010 pukul 10.00 WIB adalah Rp. 43.583.000,- dengan perincian sbb :
Rekening BCA :
1. (8/12). Elis Tjoa mom Deven & Rui Rp. 500.000
2. (8/12). Arleen Admijaja mom Alyssa & Aaron Rp. 1.000.000
3. (9/12). Rika Silaen mom Nadine & Nathan Rp. 200.000
4. (9/12). Gerda mom Christabelle Rp. 300.000
5. (9/12). Anggie Mokoginta mom Fakhrie Rp. 100.000
6. (9/12). Chyntia Tania mom Nicholas Rp. 2.500.000
7. (9/12). Rina Dewiyanthi mom Alyssa Rp. 250.000
8. (10/12). Ting-Ting teman Riesa/mom Elis Rp. 1.000.000
9. (10/12). Yenti Liusly teman mom Elis Rp. 300.000
10. (10/12). Felix (teman Riesa/mom Elis) Rp. 100.000
11. (10/12). Lina Tjan mom Vi,May,Cia Rp. 200.000
12. (10/12). Sella mom Alvin,Alesha,Marvell Rp. 300.000
13. (10/12). Johanes Gunawan teman mom Gerda Rp. 500.000
14. (10/12). Novie Tjoa adik mom Elis Rp. 2.000.000
15. (10/12). Unang Burhanuddin teman mom Gerda Rp. 500.000
16. (10/12). Rosa Djunaidi teman mom Gerda Rp. 300.000
17. (10/12). Dewi Sanita Ginting mom Icha & Keya Rp. 200.000
18. (10/12). Yolanda mom Benning Rp. 250.000
19. (10/12). Nit’z Boutique teman Mom Gerda Rp. 1.000.000
20. (11/12). Amri teman mom Sisca Rp. 500.000
21. (11/12). Jacub Muliady teman mom Gerda Rp. 500.000
22. (11/12). Marlina teman mom Elis Rp. 500.000
23. (11/12). Petty teman Riesa/mom Elis Rp. 200.000
24. (11/12). Joie teman Riesa/mom Elis Rp. 100.000
25. (11/12). Julianna teman Riesa/mom Elis Rp. 2.000.000
26. (11/12). Klara teman Riesa/mom Elis Rp. 500.000
27. (12/12). Yunorina mom Fara & Fira Rp. 300.000
28. (12/12). Defi Tjoa adik mom Elis Rp. 1.000.000
29. (12/12). Sisca Hastono mom Ody & Coda Rp. 100.000
30.(12/12). Fanny mom Alesha Rp. 300.000
31. (13/12). Marli & Ferry (Marchiano Photography) teman Riesa/mom Elis Rp. 1.000.000
32. (13/12). Christ dan Fano teman Riesa (Sahabat LM) Rp. 1.000.000
33. (13/12). Teman-teman dari The Jakarta Post (Rekan kerja Evi mom Devin) Rp. 2.000.000
34. (13/12). Rinawati teman mom Gerda Rp. 200.000
35. (13/12). Linggawati (Chun Ling) teman mom Gerda Rp. 1.000.000
36. (13/12). Mommy Bella n Vincent teman mom Sisca Rp. 500.000
37. (13/12). Fitriyanti Rp. 200.000
38. (14/12). Albert & Austin teman mom Chyntia Tania Rp. 250.000
39. (14/12). Surjati Wijaya teman mom Gerda Rp. 400.000
40. (14/12). Cornelia & James teman mom Chyntia Tania Rp. 200.000
41. (14/12). Tania Simanjuntak mom Vida & Cello Rp. 250.000
42. (14/12). Eric Hendrawan Tri Rp. 100.000
43. (15/12). Evi Nansi Siagian teman mom Gerda Rp. 300.000
44. (16/12). Cindy teman Riesa/mom Elis Rp. 150.000
45. (16/12). Evelyn mom Wei Xin teman mom Elis Rp. 200.000
46. (17/12). Yannie Loppies mom Matthew & Jayson Rp. 500.000
47. (17/12). Satyorini mom Maia Rp. 250.000
48. (17/12). Nia Octaviani bunda Kayla & Atha Rp. 250.000
49. (17/12). Mas Arie kakak mom Nia Rp. 250.000
50. (17/12). Heni Liana teman mom Chyntia Rp. 100.000
51. (17/12). Mariani teman Surjati/mom Gerda Rp. 500.000
52. (17/12). Endang Euis Susilowati teman Riesa/mom Elis Rp 1.000.000
53. (17/12). Handy teman Riesa Rp. 300.000
54. (17/12). Agus teman Riesa Rp. 200.000
55. (17/12). Febry teman Riesa Rp. 100.000
56. (17/12). Yuli teman Riesa Rp. 100.000
57. (17/12). Ani teman Riesa Rp. 100.000
58. (17/12). Faustine teman Riesa Rp. 100.000
59. (17/12). Hansen teman Riesa Rp. 50.000
60. (17/12). Daisy R teman mom Gerda Rp. 300.000
Total Akhir Dana Kasih di BCA adalah sebesar Rp. 29.350.000,-
Rekening Mandiri
1. (9/12). Yayasan Bunda Bangsa Yogya , teman mom Sisca Rp. 500.000
2. (9/12). Henny, teman mom Sisca Rp. 300.000
3. (9/12). Heryanto, kakak mom Sisca. Rp. 250.000
4. (9/12). Sisca Mom Davin Laura. Rp. 300.000
5. (9/12). Tan Claudia, teman Mom Sisca. Rp. 300.000
6. (10/12). Mom Sailendra & Fontana, teman mom Sisca Rp. 500.000
7. (10/12). Mom Darryl & Davienna (Semarang), teman mom Sisca Rp. 500.000
8. (10/12). Mom Kristoforus & Stefanus, kakak mom Sisca Rp. 200.000
9. (10/12). Anonim5814, teman mom Sisca Rp. 500.000
10. (10/12). Amelia H. Hiawanthana teman mom Sisca. Rp. 1.000.000
11. (10/12). Alm. Acep Supratman, family mom Sisca. Rp. 150.000
12. (10/12). Mom Jason (Solo), teman mom Sisca Rp. 1.000.000
13. (10/12). Widia mom Timothy n Joshua Rp. 350.000
14. (10/12). Ashoka Kritiani (Semarang), teman mom Sisca Rp. 200.000
15. (10/12). Mama Tiara (Semarang), teman mom Sisca Rp. 300.000
16. (11/12). Anonim BA teman mom Chytia. Rp. 200.000
17. (11/12). Nathan CK teman mom Sisca Rp. 500.000
18. (11/12). Aurielle & Carlo teman mom Sisca. Rp. 1.000.000
19. (11/12). Mommy Gerrad & Gian teman mom Sisca. Rp. 100.000
20. (12/12). Anonim KA teman mom Sisca. Rp. 500.000
21. (12/12). Ineke (Semarang) teman mom Sisca Rp. 200.000
22. (12/12). Herman Winata teman mom Sisca Rp. 300.000
23. (13/12). Mom Steven-Tomang teman mom Sisca Rp. 300.000
24. (13/12). Tiesmin Simatupang mom Marvel n Jeo Rp. 400.000
25. (14/12). Cika teman mom Sisca Rp. 200.000
26. (14/12). Deandra Raynelle teman mom Sisca . Rp. 200.000
27. (14/12). Ci Ana Clara Motor teman mom Sisca Rp. 1.000.000
28. (14/12). Yayan teman mom Sisca Rp. 333.000
29. (15/12). Rahma bunda Gaffa teman mom Sisca Rp. 150.000
30. (15/12). Alumni Damani & Friends teman-teman mom Sisca Rp. 1.750.000
31. (15/12). Vrisca mom Dysca & Vida, Medan. Rp. 250.000
32. (16/12). Aloysia Maya (Canada) teman mom Sisca Rp. 500.000
Total Dana Kasih LM Akhir di Mandiri Rp 14.233.000,-
** Pengeluaran **
Total pengeluaran (Rp. 5.372.590)
** Sumbangan Non – Cash **
**Bantuan Modal Usaha**
Dana yang diserahkan dalam bentuk tunai untuk jadi modal usaha Ibu Erpih (Ibunya Iyus dan Irfan) adalah sebesar :
Rp. 38.210.410 yang dibulatkan menjadi Rp. 38.250.000,-
Terima kasih banyak kepada teman-teman dan sahabat yang telah mengulurkan tangan untuk Iyus dan Irfan. Kiranya pintu-pintu rejeki dibukakan selebar-lebarnya bagi semua tangan yang telah terulur dan hati yang telah berbagi kasih, amin.
Posted by: Loving Moms on: December 9, 2010
Dear Loving Moms (LM) dan Sahabat LM tercinta,
Tak terasa kita telah tiba pada bulan terakhir di tahun 2010. Bagi banyak orang, bulan Desember merupakan bulan istimewa. Umumnya kita melakukan refleksi perjalanan hidup selama satu tahun di bulan ini. Tak sedikit yang menyusun rencana-rencana dan resolusi hidup untuk tahun berikutnya. Bagi umat Kristiani, bulan ini merupakan bulan penuh sukacita untuk menyambut dan merayakan Hari Raya Natal, saat paling tepat untuk berbagi kasih kepada sesama.
Bagi Loving Moms, bulan Desember juga merupakan bulan istimewa karena bulan ini kami kembali berkesempatan untuk berbuat baik untuk kemanusiaan di ladang amal melalui penggalangan dana bagi orang yang membutuhkan sebagaimana kebiasaan kami dalam lima tahun ini. Tergerak oleh sebuah informasi yang sangat menyentuh dari Sahabat Loving Moms tentang keluarga tidak mampu dimana dua dari empat anak laki-lakinya menderita lumpuh layu, dan hingga saat ini keduanya sudah tidak bisa berjalan maupun mengangkat tangannya, Loving Moms kembali menggagas Aksi Kasih Peduli Sesama yang kami namai “Loving Moms & Sahabat Berbagi Kasih untuk Iyus dan Irfan, kakak beradik penderita lumpuh layu”.
Kakak beradik ini mengalami kelumpuhan secara bertahap hingga akhirnya lumpuh total. Iyus (laki-laki umur 21 tahun) dan Irfan (laki-laki umur 14 tahun), kedua kakak beradik ini merupakan anak kedua dan ketiga dari satu keluarga tidak mampu dan hidup sangat sederhana di daerah Kosambi, Dadap, Tangerang.
Baru beberapa bulan lalu Loving Moms mendapat pengalaman berharga sekaligus kepercayaan yang sangat besar dalam menggalang dana kasih untuk Rumi, balita 2 tahun yang awalnya menderita craniosysnostosis (penutupan ubun-ubun terlalu dini sehingga otak tidak mempunyai ruang untuk berkembang) kemudian belakangan didiagnosa menderita Microcephalus (volume otak tidak normal, sangat kecil sehingga membutuhkan berbagai terapi dan bahkan operasi untuk mengejar perkembangannya). Kami mengucap syukur pada Tuhan YME bahwa Loving Moms memiliki kesempatan untuk berbuat sesuatu meski kecil demi meringankan beban hidup sesama.
Loving Moms kembali terpanggil untuk melakukan penggalangan dana karena sangat bersimpati pada Iyus dan Irfan yang sehari-harinya tidak berdaya, tidak bisa beranjak dan hanya bisa menonton televisi seharian untuk menghabiskan waktu. Kami juga turut merasakan beratnya beban orangtuanya yaitu Ibu Erpi yang sehari-hari mengurus kedua anaknya yang lumpuh ini sambil berjualan telur asin jika ada yang memesan di sekitar rumahnya. Suaminya, Pak Ba’I bekerja serabutan menjadi tukang jika ada yang membutuhkan jasanya. Anak pertamanya laki-laki umur 23 tahun, saat ini bekerja sebagai debt collector sambil berjualan sendal jepit. Sedangkan anak bungsunya, anak keempat bernama Aplir, laki-laki umur 10 tahun masih duduk di kelas 3 SD Negeri di dekat rumahnya.
Menurut bapak dan ibunya, Iyus dan Irfan mulai kehilangan keseimbangan karena otot-ototnya melemah secara bertahap sejak umur 5 dan 7 tahun. Meski telah diupayakan pengobatan dalam kondisi ekonomi keluarga yang yang pas-pasan, dan sempat dibantu oleh beberapa komunitas yang peduli, kondisi Iyus dan Irfan tidak mengalami perbaikan, malah semakin hari semakin kehilangan kemampuan otot-ototnya. Ketika kami tanyakan diagnosa dokter, Ibu Erpi dan Bapak Ba’I (orangtuanya) tidak bisa menjawab dengan yakin karena memang tidak mendapat keterangan yang lengkap. “Nama penyakitnya seperti bahasa Jepang, MDT atau sejenisnya” jawab ibunya. Hasil pemeriksaan polio juga negatif. Ada seorang sinshe yang menyatakan otot-ototnya sudah tidak bisa menerima “makanan”. Sementara dokter lain menyatakan ini kelainan genetik. Ketika kami tanyakan beberapa nama penyakit termasuk penyakit cikungunya, orangtuanya menjawab tidak.
Iyus dan Irfan yang sudah berkali-kali dibawa beberapa komunitas yang peduli untuk periksa ke dokter, Rumah Sakit maupun pengobatan alternatif dan dinyatakan tidak bisa diobati. Keadaan ekonomi orangtuanya yang prihatin tidak memungkinkan dilakukan tindak lanjut pengobatan dan pemeriksaan hingga tuntas. Iyus dan Irfan tidak pernah mendapat kesempatan untuk diperiksa secara menyeluruh meski kisah hidupnya sudah ditayangkan di beberapa stasiun Televisi. Dengan keadaan ekonomi yang tergolong tidak mampu, prosedur panjang harus ditempuh dalam waktu lama dan meski semua surat-surat keterangan tidak mampu telah lengkap saat diajukan. Ibunya agak trauma karena meski sudah diurus semua surat, tidak ada tindak lanjut.
Iyus, saat ini berumur 21 tahun. Keadaannya sangat memprihatinkan, badannya kurus dan semangatnya pun sudah hampir tidak ada. Pertama kali kehilangan keseimbangan di umur 5 tahun dari yang tadinya bisa berjalan mulai sering jatuh. Hingga akhirnya lumpuh layu dan sama sekali tidak bisa berjalan bahkan untuk mengangkat tangan dan jari-jarinya pada umur 12 tahun. Saat ini Iyus hanya terbaring di dipan kayu yang diletakkan di depan Televisi di rumahnya yang sangat sederhana. Tiap dua hari sekali Iyus diberikan obat pencahar agar bisa mengeluarkan kotoran.
Ibunya terbata-bata ketika menceritakan bahwa menurut dokter, Iyus tidak akan berumur panjang. Hampir semua otot di persedian Iyus sudah tidak berfungsi, bahkan tangan dan lututnya bisa diputar dengan ke semua arah seakan sendinya sudah lepas dari tempat.
Kami sungguh menahan haru ketika menanyakan apa keinginan Iyus, dia hanya mengatakan tidak ada. Untuk menggerakkan lehernya menoleh pun sudah tidak bisa, bahkan untuk menggerakkan satu jarinya sudah tidak bisa. Ketika ibunya datang, kami menanyakan lagi keinginan Iyus, yang dijawab dengan jawaban tak terduga, “Iyus dari dulu ingin sekali melihat Gedung Sate di Bandung”. What a simpe wish, dan sangat tidak kami duga.
Adiknya, Irfan saat ini berumur 14 tahun. Pertama kali kehilangan keseimbangannya dengan melemahnya otot-otot dan sendinya pada umur 7 tahun. Hingga akhirnya lemah layu seluruh kaki dan tangannya pada umur 10 tahun. Sama seperti kakaknya, Irfan sempat bersekolah hingga kelas 3 SD. Hingga akhirnya terpaksa tidak sekolah lagi karena sering diganggu oleh teman-temannya. Irfan masih ingin memiliki keinginan yang kuat untuk belajar dan bersekolah, namun ketika masih bersekolah sering diganggu oleh teman-teman hanya dengan didorong pelan, Irfan sudah tidak bisa bangun dan bangkit dari posisi apapun.
Berbeda dengan kakaknya yang sudah tidak bersemangat, Irfan masih memiliki semangat belajar yang tinggi. Irfan sangat pintar menurut ibu dan bapaknya, Irfan tertarik untuk tahu banyak hal melalui televisi maupun dari perbincangan sehari-sehari dengan ibu bapaknya. Irfan hafal nama banyak negara, Irfan senang mengutak-atik handphone Esia milik ibunya untuk tahu cara mengirim sms. Irfan masih bisa menggerakkan jari-jarinya untuk menekan tombol Play Station yang disumbang oleh seseorang untuknya. Irfan juga masih bisa menekan tombol remote Televisi. Irfan masih bisa menolehkan kepalanya jika dipanggil. Namun untuk mengangkat tangan dan kakinya sudah tidak bisa.
Ketika kami tanyakan keinginannya, Irfan juga memberikan jawaban yang tidak kami duga. “Irfan ingin punya komputer supaya bisa membuka internet” katanya polos. Keinginan ini menunjukkan semangat ingin tahu dan ingin belajarnya yang belum padam.
Beberapa stasiun televisi sudah pernah datang meliput dan menayangkan kisah Iyus dan Irfan. Salah satunya pernah menayangkan kisah Iyus dan Irfan dan menyumbang uang sebesar Rp. 20 juta. Beberapa tahun kemudian kru televisi tersebut kembali berkunjung dengan membawa tim medis bagian tulang dan syaraf yang menyatakan hasil pemeriksaan kelumpuhan Irfan dan Iyus sudah tidak bisa diobati. Sehingga kisahnya tidak ditayangkan lagi. Kisah Iyus dan Irfan juga pernah ditayangkan di sebuah televisi lainnya, dan hasilnya setelah itu terkumpul Rp. 13 juta dari pemirsa yang mengantarkan sumbangannya langsung ke rumah Iyus dan Irfan.
Iyus dan Irfan yang sudah putus asa dengan pengobatan, meminta ibu dan bapaknya dibuatkan rumah, karena saat itu mereka hidup menumpang di rumah kakeknya dari pihak ibu. Satu komunitas Buddha dari Wihara tempat keluarga ini beribadah menyumbang sebidang tanah dan oleh orangtanya, uang hasil sumbangan itu digunakan untuk membangun rumah sederhana sesuai permintaan Iyus dan Irfan.
Dana Kasih untuk Iyus dan Irfan
Demi melihat keadaan Iyus dan Irfan yang sangat memprihatinkan, kami Panitia Loving Moms & Sahabat Berbagi Kasih untuk Iyus dan Irfan dengan rendah hati mengetuk pintu hati para donatur, member Loving Moms dan juga para Sahabat Loving Moms yang selama ini selalu bermurah hati turut mengulurkan tangan membantu sesama pada berbagai acara aksi Peduli Kasih yang telah dilakukan oleh Loving Moms.
Kiranya kami diperkenankan untuk menjadi perpanjangan tangan para donatur yang kami cintai untuk mengantarkan sedikit dari rizkinya, sebagian dari berkatnya untuk membantu meringankan beban saudara kita, Iyus dan Irfan dan kedua orangtuanya yang telah menghadapi begitu beratnya tantangan hidup.
Bagi para donatur yang terpanggil untuk mengulurkan tangan, Loving Moms menyediakan empat rekening kasih LM. Sumbangan berupa uang dapat ditransfer ke rekening bendahara ad hoc “Loving Moms dan Sahabat Berbagi Kasih untuk Iyus dan Irfan” : Elis Tjoa dan Sisca Gunawan.
Laporan Dana dan Penutupan Rekening Kasih
Kami akan melaporkan update laporan dana dan barang sumbangan yang kami terima setiap hari di milis dan blog Loving Moms hingga penutupan rekening Dana Kasih LM untuk Iyus dan Irfan pada:
Jumat, 17 Desember 2010
Penyerahan Dana
Loving Moms mengundang para donatur yang berkenan mengunjungi dan menyerahkan sumbangan kepada Iyus dan Irfan pada:
Hari, tanggal: Sabtu, 18 Desember 2010
Pukul: 10.00 WIB
Tempat: Rumah Iyus dan Irfan di daerah Kosambi, Dadap, Tangerang
Karena lokasi rumah masih di daerah yang belum lengkap alamatnya, Panitia akan berkumpul di satu titik yang ditentukan pada pukul 09.00 WIB. Untuk bersama-sama berangkat menuju rumah Iyus dan Irfan. Mohon menghubungi Panitia jika berkenan ikut dan konvoi menuju lokasi.
Penutup
Kami sangat mengharapkan dukungan dan doa dari member LM dan juga para donatur tercinta, Sahabat LM. Gagasan berbagi kasih untuk Iyus dan Irfan ini ini hanya akan terlaksana jika ada dukungan dan doa dari bapak ibu saudara saudari semua. Sungguh alangkah indahnya bila kita semua bisa bergandengan tangan saling mendukung untuk meringankan beban sesama yang sedang membutuhkan. Tidak memandang agama, suku dan golongan. Karena sesungguhnya kita semua adalah sama di mata Tuhan, karena kasih dan rasa kemanusiaan sungguh mampu menembus semua batas yang ada. Hal ini yang sudah terus terbukti pada setiap kegiatan Peduli Kasih Loving Moms selama lima tahun ini.
Mewakili Iyus dan Irfan, orangtuanya Ibu Erpi dan Bapak Ba’I, Loving Moms menyampaikan terima-kasih yang tulus dan besar-besarnya untuk setiap hati yang terketuk, setiap tangan yang terulur, setiap doa yang dipanjatkan bagi Iyus dan Irfan.
Kami berdoa agar Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan berkat, rizki dan kebahagiaan bagi donatur yang telah bermurah hati. Amin. Betapa kita bersyukur masih bisa terus berbagi berkat, berbagi rizki, berbagi kasih dan cinta.
Salam kasih,
Panitia Dana Kasih Loving Moms & Sahabat untuk Iyus dan Irfan
Ketua : Widia mom Timothy dan Joshua
Wakil : Gerda Silalahi mom Christabelle
Bendahara rekening BCA: Elis Tjoa mom Deven & Rui
Bendahara rekening Mandiri : Sisca Gunawan mom Davin & Laura
Moderator Loving Moms,
Gerda Silalahi mom Christabelle
Nia Octaviani bunda Kayla & Natha
Jakarta, 9 Desember 2010
Recent Comments