Posted by: gerdasilalahi on: May 13, 2009
JuntakNews (Medan)
Sumber:
Keluarga dekat Berkat Anugerah Hutauruk dan ketiga saudaranya yang diwakili Marhusa Hutauruk (73)–Ompung (Kakek) dan Togi Hutabarat (62)–Amangboru (Paman), akhirnya mengakui keterbatasannya untuk merawat keempat anak yatim piatu ini. Pengakuan dan keterusterangan keterbatasan ini sendiri disampaikan pada pertemuan antara keluarga Berkat dengan manajemen Panti Asuhan HKBP Elim, Komite AIDS HKBP, GM-PSSSI&BBI di Kantor JPIC Sekber VEM yang difasilitasi oleh Eliakim Sitorus.
Pada pertemuan ini pula disepakati untuk membuat Surat Perjanjian Pengalihan Hak Pengasuhan, Pendidikan dan Perawatan antara Pihak Keluarga Hutauruk dengan Pihak Komite AIDS HKBP dan PA HKBP Elim sebagai pihak penerima. Penandatanganan Surat Perjanjian dilaksanakan Selasa (11/05), bertempat di Ruangan Kerja Direktur RSU Pirngadi Medan.
Selain dihadiri pihak-pihak yang akan terikat perjanjian, penandatanganan ini juga diikuti oleh DR. dr. Umar Zein, DTM&H, MHA, SpPD-KPTI Direktur RSU Pirngadi dengan beberapa orang stafnya, Eliakim Sitorus – JPIC Sekber UEM, Prof. DR. BA. Simanjuntak-mewakili keluarga Simanjuntak (Tulang) dan Poltak Simanjuntak-Pengurus Pusat GM-PSSSI&BBI beserta beberapa orang anggotanya antara lain Wesly Simanjuntak dan Thurman Simanjuntak.
Umar Zein, dalam sambutannya mengatakan bahwa Tim Penanganan Media yang dibentuknya khusus menangani Berkat dan seorang lagi Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) Ade Raehani Fitria (6), telah bekerja maksimal sehingga kondisi Berkat menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan.
“Infeksi opportunistik di tubuh Berkat secara umum dikatakan sudah terkendali dan kami sudah melakukan pemeriksaan lengkap hingga mengetahui jumlah virus HIV-AIDS di tubuh Berkat. Yang lebih menggembirakan lagi selama di rawat di sini Berkat telah mengalami pertambahan Berat Badan 4 kilogram. Dari BB 6,2 kilogram, saat ini sudah menjadi 10,2 kilogram dan tampaknya akan terus meningkat melihat nafsu makannya yang terbilang tinggi”, jelas Umar.
Pihaknya mengharapkan agar kondisi ini terus bisa dipelihara, sebab tahap theraphy akan ditingkatkan yaitu pemberi obat ARV (Anti Retro Viral). Pemberian obat ini juga akan dilakukan sepanjang umur Berkat secara teratur, sehingga dibutuhkan sistim perawatan dan pengawasan pemberian obat. Kepada pihak yang akan bertanggungjawab terhadap kelangsungan perawatan Berkat, pasca perawatan di RSU diharapkan agar menjamin suasana yang mendukung pengobatan Berkat dengan Pengawas Makan Obat (PMO) serta asupan gizi yang baik.
Merespon harapan Direktur RSU Pirngadi ini, Eliakim Sitorus menjelaskan kesiapan Panti Asuhan Elim milik HKBP serta Komite AIDS HKBP. Kedua institusi ini telah memiliki pengalaman dan fasilitas yang cukup dalam menjamin tumbuh kembang anak yatim piatu. Sementara khusus penanganan Berkat, pihak Komite AIDS akan mempersiapkan PMO serta sosialisasi dan pelatihan kepada penghuni dan pengelola panti agar terbuka menerima ODHA seperti Berkat.
“Dan, dalam Surat Perjanjian hal tersebut sudah dimaktubkan untuk diikuti oleh para pihak”, jelas Eliakim, seraya meminta Poltak Simanjuntak yang ditugasi menyusun draft Surat Perjanjian untuk membacakan Draft Perjanjian untuk didiskusikan. Ternyata, semua isi Surat Perjanjian dapat disetujui oleh semua pihak, sehingga dapat ditandatangani oleh pihak-pihak.
Berkaitan dengan sumbangan-sumbangan yang ditujukan buat Berkat, selanjutnya akan dikelola oleh Komite AIDS HKBP yang hanya dapat dipergunakan guna keperluan Berkat dan ketiga Saudaranya. Kepada para donatur diharapkan dapat mengirimkan dana bantuan langsung ke Nomor Rekening 0061200725 BNI Cabang Balige, Atas Nama Loli Simanjuntak, Ketua Komite AIDS HKBP.
Penandatangan Surat Perjanjian antara Keluarga Hutauruk dengan Komite AIDS HKBP dan PA HKBP Elim tentang Pengalihan Hak Pengasuhan, Pendidikan dan Perawatan Afles Tcuari, Ruth Tania, Iin Sonya dan Berkat Anugerah Hutauruk, dilakukan oleh Marhusa Hutauruk dan Togi Hutabarat, sebagai Pihak Pertama, mewakili keluarga Hutauruk, dengan Pdt. Baqtiar Bakkara, MTh dan dr. William Daniel Napitupulu, sebagai Pihak Kedua, sebagai penerima hak asuh. Penandatangan juga dilakukan oleh Direktur RSU Pirngadi, Eliakim Sitorus-JPIC Sekber VEM, Prof. DR. BA Simanjuntak dan Poltak Simanjuntak-GM-PSSSI&BBI, sebagai saksi-saksi.
Penandatangan perjanjian yang diliput oleh puluhan wartawan media cetak dan radio ini berlangsung lancar. Afles Hutauruk saudara Berkat yang selama ini berada di rumah sakit mendampingi adiknya terlihat akrab dengan para wartawan dan manajemen rumah sakit yang hadir. Ketika kepadanya ditanyakan apakah senang akan kembali sekolah dan pindah ke PA Elim Pematang Siantar, dia menjawab dengan senyum dan anggukan.
Posted by: gerdasilalahi on: May 12, 2009
Puji Tuhan, Alhamdulillah bantuan untuk ananda tercinta: Berkat AnugrahHutauruk, bocah 4,5 tahun penderita AIDS di Medan telah mengalir ke rekening sumbangan kasih LM dari member Loving Moms maupun Sahabat LM selama 2 minggu sejak 29 April – 12 Mei 2009.
Kini tiba waktunya bagi LM menutup rekening kasih dengan Total Dana Akhir per 12 May 2009 pukul 12.00 WIB adalah sebesar: Rp. 14,185,066,-
Untuk selanjutnya bagi para donatur dan Sahabat LM yang masih ingin mengirimkan dana bantuan kepada Berkat, Afles, Sonya dan Tania untuk biaya hidup, pendidikan maupun pengobatan Berkat. Silahkan langsung mengirimkannyakepada rekening berikut ini:
BNI Cabang Balige
No. Rekening 0061200725
Atas nama Loli Simanjuntak
Ketua Komite AIDS HKBP
Nomor rekening BNI ini sesuai dengan kesepakatan pendamping dan keluarga Berkat. Rekening tersebut lepas dari intervensi pihak manapun. Dan dipastikan dananya fokus untuk pengobatan Berkat dan pendidikannya dan ketiga kakaknya. Ibu Loli Simanjuntak adalah Ketua Komite AIDS HIV HKBP. Untuk transparansi telah disepakati mekanisme pengambilan uang dari Bank harus dilakukan oleh 2 orang anggota Komite yaitu Diakones Mathilda dan Diakones Rosmauli.
Sesuai dengan kesepakatan keluarga dan pendamping, Berkat dan kakak-kakaknya akan diasuh secara bersama di dalam satu rumah yaitu Panti Asuhan Elim, yang bernaung dibawah Yayasan HKBP.
Ini adalah solusi terbaik, untuk menjaga ikatan persaudaraan dan cinta kasih diantara mereka. Juga untuk memberikan kepastian pendidikan untuk masa depan anak-anak yatim piatu ini. Selain itu, keluarga kandung sudah menyatakan tidak sanggup secara ekonomi untuk membiayai 4 orang anak sekaligus.
Dengan demikian Rekening Dana Kasih untuk Berkat kami tutup pada hari ini, Selasa 12 Mei 2009. Dana yang terkumpul seluruhnya TELAH DIKIRIMKAN kepada Komite HIV AIDS HKBP yang telah dan akan terus mendampingi Berkat. Penyerahan bantuan akan dikoordinasikan dengan Bapak Eliakim Sitorus (aktivis gereja HKBP dan relawan kemanusiaan).
Bukti transfer terlampir.
Sekali lagi kami ucapkan terimakasih kepada PT. Alltech yang telah membantudengan mengirimkan multivitamin Sel-Plex untuk supply 1,5 tahun kepada Berkat. Sel-Plex terbukti membantu meningkatkan daya tahan tubuh penderitaHIV/AIDS. Membantu penderita HIV/AIDS adalah salah satu program CSR Alltech. Thanks so much untuk Anggie mom Fakhri yang mengajukan proposal tersebut untuk Berkat.
Terimakasih atas kasih dan keperduliannya untuk Berkat, kiranya berkat Tuhan melimpah pula bagi para donatur yang baik hati. Amin.
Salam Kasih
Loving Moms – Let’s Share our love with everyone
Moderator
Gerda Silalahi (gerdafs@yahoo.com)
Nia Octaviani (nia_octaviani@yahoo.com)
Bendahara Adhoc Dana Kasih LM untuk Berkat : Tiesmin Simatupang
Posted By Gerda Silalahi
Posted by: gerdasilalahi on: April 30, 2009
Puji Tuhan, Alhamdulillah bantuan untuk ananda tercinta: Berkat Anugrah Hutauruk, bocah 4,5 tahun penderita AIDS di Medan telah mengalir ke rekening sumbangan kasih LM dari member Loving Moms maupun Sahabat LM.
Terimakasih kepada PT. Alltech yang telah membantu dengan mengirimkan multivitamin Sel-Plex untuk supply 1,5 tahun kepada Berkat. Sel-Plex terbukti membantu meningkatkan daya tahan tubuh penderita HIV/AIDS. Membantu penderita HIV/AIDS adalah salah satu program CSR Alltech. Thanks so much untuk Anggie mom Fakhri yang mengajukan proposal tersebut untuk Berkat.
Total Dana AKHIR per 12 May 2009 pukul 12.00 WIB sebesar Rp. 14,185,066,-
BCA
Mandiri
Rekening Dana Kasih untuk Berkat kami tutup per hari Senin, 11 Mei 2009. Dana yang terkumpul seluruhnya akan diserahkan ke Komite HIV AIDS HKBP yang telah mendampingi Berkat. Penyerahan bantuan akan dikoordinasikan dengan Bapak Eliakim Sitorus (aktivis gereja HKBP dan relawan kemanusiaan).
Terimakasih atas kasih dan keperduliannya untuk Berkat, kiranya berkat Tuhan melimpah pula bagi para donatur yang baik hati. Amin.
Salam Kasih,
Loving Moms – Let’s Share our love with everyone
Moderator
Gerda Silalahi (gerdafs@yahoo.com)
Nia Octaviani (nia_octaviani@yahoo.com)
Lebih lanjut tentang Loving Moms bisa mengunjungi blogs Loving Moms di http://lovingmoms.wordpress.com/
Posted by: gerdasilalahi on: April 30, 2009
BANTUAN KASIH UNTUK BERKAT ANUGRAH HUTAURUK, BOCAH YATIM PIATU UMUR 4.5 TAHUN PENDERITA AIDS DI RS PRINGADI MEDAN
Dear Sahabat,
Mohon maaf jika surat ini mengganggu kenyamanan dan ketenangan sahabat. Sungguh kami, para ibu yang tergabung di milis Loving Moms (LM) tidak bisa tinggal diam demi mengetahui penderitaan yang dialami Berkat Anugrah Hutauruk, bocah yatim piatu umur 4.5 tahun yang positif mengidap AIDS dan saat ini sedang dirawat di RS Pringadi Medan.
Kami tak kuasa menahan tangis dan sesak di dada, demi membaca kisah hidupnya yang sangat tragis. Berkat adalah anak bungsu dari 4 bersaudara, yang menjadi yatim piatu sejak kedua orangtuanya meninggal (ayahnya meninggal Des 08 dan ibunya Feb 09 lalu). Keempatnya terpaksa hidup terpisah ditampung hidup di rumah saudara. Rumah neneknya dibakar karena warga kampung takut tertular, bahkan Berkat dan keluarganya pun diusir dari kampung.
Loving Moms mengadakan Fund Raising di milis dan menyebarkan proposal kasih kepada Sahabat LM yang kami cintai, yang selama ini tak henti mengulurkan tangan melalui LM untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Lewat dukungan dan kepercayaan Sahabat LM, telah banyak orang yang terbantu dan hidup lebih mudah.
Dana Kasih untuk Berkat akan kami laporkan secara terbuka di blogs dan milis. Dana Kasih akan ditutup pada hari Senin 11 Mei 2009.
Selasa, 12 Mei 2009 kami akan mengirimkan seluruh dana yang terkumpul ke rekening mandiri Komite HIV AIDS HKBP yang saat ini telah menempatkan relawannya (Sonti Erika Manik) di Medan untuk mendampingi Berkat dan keluarga. Selain itu, Bapak Eliakim Sitorus (teman baik moderator LM), seorang aktivis gereja HKBP dan relawan kemanusiaan yang pertamakali mengabarkan tentang Berkat juga rutin membesuk ke RS Pringadi.
Jika ada diantara sahabat yang terpanggil ingin menitipkan sedikit perhatian untuk Berkat dan keluarganya. Untuk bersama-sama dikumpulkan dan dikirimkan atas nama Loving Moms dan Sahabat LM, kami menyediakan rekening BCA dan Mandiri.
Rekening Dana Kasih LM akan ditutup pada hari Senin, 11 Mei 2009. Mohon konfirmasi setelah transfer by sms.
Terimakasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Sahabat yang berbagi kasih untuk ananda tercinta, Berkat Anugrah Hutauruk. Kami hanya bisa mendoakan Tuhan yang Maha Esa melimpahkan berkat bagi semua tangan yang memberi dan hati yang mendoakan dengan tulus. Berbahagialah orang-orang yang masih bisa berbagi kasih dan berkat.
Salam Kasih,
Let’s Share our Love With Everyone
Atas nama Loving Moms
Moderator
Gerda Silalahi (gerdafs@yahoo.com)
Nia Octaviani (nia_octaviani@yahoo.com)
************************
ELIAKIM SITORUS on 04/28/2009 02:24 PM
To: Gerda Silalahi
Subject: Tuhan yang Meringkuk.
Berkat Anugrah Hutauruk. Di papan pasien tertera Berkat. Saya temui di kamar ujung Zaal 3 anak RS Pirngadi Medan itu, seorang anak kecil berumur 4,5 thn terkulai di tempat tidur, kulit menyatu dengan tulang. banyak bekas borok di sekujur tubuhnya. Dia meringkuk. Di sampingnya berdiri seorang anak lelaki berumur 13 thn, itulah Afles abang si sakit Berkat. Di situ juga kutemukan boru Hutauruk dan suaminya Hutabarat. Satu lagi boru Hutauruk (ny. Panjaitan). Mereka adalah namboru (saudara perempuan bapak si Berkat almarhum) Berkat. Di rumah kedua namboru ini masing-masing sudah ditampung saudara perempuan Berkat dan Afles, setelah ayah mereka meninggal Desember 2008 lalu di RS Tarutung dan ibu mereka boru Sihombing meninggal februari 2009 di Medan. Keduanya dikebumikan di Lumban Baringin, Sipoholon, Taput.
Aku tak bisa berkata apa-apa, kecuali mendengar’keluhan ketiga orang dewasa itu. “Sudah capek kami ditanyai orang, difoto, dijepret…”, katanya. Mungkin mereka menduga saya inipun “tukang potret” atau “tukang tanya-tanya”. Lalu saya jelaskan, saya tak akan bertanya, saya tak akan memotret, sekalipun tadinya ada keinginan untuk itu, kamera tak lagi kukeluarkan dari ransel. Ini isyarat dari mereka bahwa mereka tak mau dijadikan lagi objek…bertanya dan dipotret.
Saya menguatkan mereka. Sesungguhnya aku sudah mau menangis, tapi air mataku kubendung habis-habisan. Sebab jika sampai aku menangis di hadapan orang ini, akan luluhlah hatinya, mereka pun sudah siap untuk menangis sekarang. Aku ajak mereka berdoa bersama, setelah Nyonya Panjaitan, pergi memanggil Afles, yang tadi pergi ke luar ruangan. Kami berdoa bersama… Aku pamit, setelah memberi derma sedikit buat Afles, sambil berkata:”Jaga adikmu Berkat ya Afles, jangan takut”
Di gang jalanan RS Pirngadi Medan, tak tahan lagi aku menahan air mata, aku menangis…sambil berjalan keluar menuju tempat parkir…Baru kali ini kulihat langsung dengan mata kepala saya sendiri orang yang sekarat karena penyakit AIDS.
Ah… di wajah layu Berkat yang meringkuk itu, saya lihat wajah Tuhanku disitu…
PS: Saya masih menunggu konfirmasi tentang pembakaran rumah dan pengusiran mereka dari Bahal Batu, Siborongborong. Tim Komite HIV AIDS HKBP dari RS HKBP Balige sedang jalan ke kedua desa itu. Semoga tak benar “pembakaran” dan “pengusiran”.
Medan, Senin, 27 April 2009 pukul 18.30 WIB by Eliakim Sitorus
Link berita tentang Berkat di berbagai surat khabar:
Pontianak Post
http://pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=17931
Mengunjungi Kampung Bocah Penderita HIV/AIDS
Dibawa ke ladang, rumah nenek diisukan dibakar
Harian Sumut
http://www.hariansumutpos.com/lihat-24720?bcsi_scan_B0551064D4B35FFF=0
Sempat Dikurung Seminggu di Kamar karena Warga Jijik
Perjalanan Bocah Kena AIDS Hingga Sampai di RSU Pirngadi (1)
http://www.hariansumutpos.com/lihat-24721?bcsi_scan_B0551064D4B35FFF=0
Darah 2 Kakak Berkat Diperiksa
Bocah 5 Tahun Terkena HIV/AIDS
Posted by: gerdasilalahi on: February 16, 2009
Minggu, 15 Februari 2009 pukul 13.00, rombongan Loving Moms yang terdiri dari Gerda mom Belle, Yannie mom Matthew dan Jayson, Rika mom Nadine tiba di depan rumah yang baru saja dikontrak Yayasan Taman Fioreti di jalan Raya Kampung Sawah, Gang Pos, Pondok Gede. Rumah ini jauh lebih baik keadaannya dibanding dengan rumah sangat sederhana yang mereka tempati sebelumnya yang lokasinya berada tidak jauh dari rumah baru ini.
Kami disambut dengan ceria oleh anak-anak Panti yang mengenakan seragam kaus kuning. Rupanya mereka baru saja menerima kunjungan tamu. Suster Rosa dan Suster Ryan menyambut kami dengan ramah, kami diajak masuk dan duduk bersama dengan sekitar 40an anak-anak Panti di ruang tamu. Untuk memulai acara, Suster Rosa meminta Larry, papa Nadine memimpin doa.
Suster Rosa mengajak anak-anak berdiri untuk menyanyikan lagu selamat datang bagi kami. Dilanjutkan dengan beberapa lagu rohani lainnya. Anak-anak Panti terlihat bersemangat bernyanyi dan bertepuk tangan. Suster Rosa kemudian mempersilahkan kami memperkenalkan diri. Sebagai moderator LM, aku menyapa anak-anak Panti sambil memperkenalkan diri dan teman-teman LM. Aku menjelaskan kedatangan kami adalah untuk berbagi kasih, merayakan momen Valentine dengan adik-adik di Taman Fioreti.
Suster Rosa kemudian meminta anak-anaknya untuk memperkenalkan diri. Satu persatu anak-anak Panti berdiri menyebutkan nama, umur dan kelasnya. Sebagian besar anak-anak ini masih duduk di Sekolah Dasar, sebagian kecil duduk di bangku SMP dan SMA. Ada pula beberapa anak yang masih balita, bahkan ada bayi yang baru berumur 2 bulan. Bayi ini dirawat oleh Panti karena ibunya kurang waras dan tidak mampu membesarkan bayinya dengan pekerjaannya sebagai buruh cuci. Suster Ryan menjelaskan kepada aku, bahwa sebagian besar anak-anak berasal dari orangtua yang tidak siap menerima kehadiran seorang anak karena hubungan di luar nikah di usia muda, ada pula yang orangtuanya tidak mampu membesarkan anak, ada beberapa anak yang ditemukan terlantar. Disini ada beberapa anak yang mempunyai kebutuhan khusus karena tergolong autis. Aku memperhatikan, sebagian besar anak-anak bertubuh kecil, namun semuanya terlihat ceria dan ramah. Mereka sangat sopan menyapa dan mencium tangan kami ketika berkenalan.
Anak-anak diminta oleh Mama – sebutan mereka kepada suster-suster Alma mempersembahkan beberapa lagu, mulai dari anak SD, SMP hingga SMA. Mereka terlihat kompak bernyanyi. Lagu Laskar Pelangi menjadi lagu terakhir dinyanyikan bersama. Bella tidak ketinggalan, dia menyanyikan lagu Nabi Nuh dengan berdiri rapat ke mamanya, hehehe.
Tiba saatnya penyerahan sumbangan. Yannie dan Rika menyerahkan sumbangan baju dan tas dari Anita, Sahabat LM. Noldy, papa Bella dan Larry, papa Nadine menyerahkan TV sumbangan Dina, Sahabat LM. Aku sendiri, selaku moderator LM menyerahkan sumbangan uang sebesar Rp. 8,000,000,- (delapan juta rupiah) yang merupakan sumbangan dari LM dan Sahabat LM untuk bantuan uang sekolah anak-anak di Panti Asuhan Taman Fioreti. Kami juga menyerahkan 60 snack box dari Dera mom Keishia & Deo untuk dinikmati anak-anak Panti sebagai snack sore.
Sebelum pamit, kami berfoto bersama dengan anak-anak Panti. Anak-anaknya sangat cepat akrab, bahkan Mom Yannie sempat tidak diperbolehkan pulang. Sebelum meninggalkan Panti, Suster Rosa menitipkan salam kasih dan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Loving Moms dan Sahabat LM atas perhatian, kasih dan bantuan uang sekolah yang diberikan kepada anak-anak di Panti Asuhan Taman Fioreti. Bantuan kasih ini sangat membantu mereka melanjutkan pendidikan untuk masa depan yang lebih baik.
Demikianlah hari itu menjadi Valentine terindah bagi kami, betapa bersyukurnya kami bisa berbagi kasih dengan anak-anak yang membutuhkan. Terimakasih kepada semua donatur untuk kasihnya. Tuhan memberkati. Amin.
TOTAL DANA AKHIR
yang diserahkan ke Panti Asuhan Taman Fioreti adalah sebesar : Rp. 8,000,000,- (delapan juta rupiah)
Sumbangan Non Cash
Used TV 29″, baju-baju dan tas untuk anak remaja Panti, 60 snack box untuk anak-anak Panti
Terimakasih untuk kasihnya. Kami doakan berkat melimpah bagi keluarga. Amin.
Love dari Panitia
-Gerda, Dera, Nia, Yannie-
Loving Moms
Let’s Share Our Love With Everyone
Posted by: gerdasilalahi on: January 30, 2009
Panti ini tidak berada di bawah naungan suatu badan ataupun gereja tertentu. Suster-suster Alma yang mengurusnya murni berangkat dari panggilan kemanusiaan pada anak-anak miskin, terlantar, yatim piatu dan tertolak dari keluarganya. Suster-suster baik hati ini mengontrak sebuah rumah sederhana bagi anak-anak dari dana yang mereka sebut hasil kerja mereka sebagai tukang pulung.
Suster-suster Alma merangkul anak-anak terlantar ini dengan kasih, diberikan tempat tinggal sederhana, diberikan makanan sehari-hari dan dicarikan orang-orang yang bersedia mengulurkan tangan membantu mereka bersekolah. Anak-anak yang ditampung bukan hanya berasal dari satu suku maupun agama. Baik Kristen, Katolik, Islam semua diterima dan dibina untuk bersekolah dan menjalankan ajaran agamanya masing-masing.
Per Desember 2008, Panti telah menempati rumah kontrakan baru tidak jauh dari rumah lama yang ada fotonya di email ini. Kondisi Panti tidak jauh berbeda. Masih prihatin dan sederhana.
Karena Natal baru saja berlalu dan Panti menerima beberapa kunjungan dan bantuan, saat ini sembako Panti masih cukup. Kebutuhan utama Panti saat ini adalah dana untuk uang sekolah. Dari 42 anak, yang bersekolah ada 27 anak. Taman Fioreti membutuhkan dana Rp. 3,000,000,- untuk uang sekolah 27 anak setiap bulan.
LM berencana mengunjungi Taman Fioreti pada hari Minggu, 15 Februari. Masih dalam moment Valentine, rasanya tepat sekali mengajar anak-anak berbagi kasih sayang dengan teman-temannya yang kurang beruntung di Taman Fioreti.
Jika moms berniat bergabung, kami akan sangat senang sekali.
Jika ingin menitipkan sumbangan dalam bentuk apapun, kami menerima dengan tangan terbuka.
Jika ingin menitipkan dana, dengan senang hati kami menyediakan rekening kasih di BCA dan Mandiri. Mohon konfirmasi setelah melakukan transfer. Rekening sumbangan terbuka hingga Jumat, 13 Februari 2009.
Hasil sumbangan yang terkumpul akan kami laporkan by email ke milis maupun japri.
Jika ingin langsung menyumbang ke rekening Taman Fioreti, nomor rekeningnya tercantum di brosur telampir.
Akan sangat membantu jika Moms juga menyebarkan proposal ini ke teman-teman maupun saudara-saudaranya. Semoga kasih Loving Moms dan Sahabat LM bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan keceriaan bagi anak-anak di Taman Fioreti. Kami selalu mendoakan berkat melimpah bagi orang-orang yang berbagi kasih.
Salam kasih,
Loving Moms
Let’s Share Our Love With Everyone
Moderator: Gerda Mom Belle, Nia Bunda Kayla
Posted by: gerdasilalahi on: December 18, 2008
Prelude
Liputan Acara Kunjungan Kasih Loving Moms ke Panti Jompo Melania
|
1. Kulkas 1 unit |
|
2. Mesin cuci 2 unit |
|
3. Pemanas air 2 unit |
|
4. Kipas angin 25 unit |
|
5. Televisi 1 unit |
|
6. Dispenser 2 unit |
|
7. Sembako |
|
8. Aneka barang bersih-bersih |
Acara dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis sumbangan barang untuk keperluan Panti. Mom Devi menyerahkan sebuah pemanas air (water heater) kepada Ibu Irene mewakili Panti. Berbagai barang sumbangan lainnya telah tersusun rapi di bagian depan Panti yang telah diangkut sejak sore dengan menyewa pick up.
Ketua: Yannie mom Matthew & Jayson
Bendahara:
Yolanda mom Benning
Helena mom Josiah
Ricke mom Wilson
Sie Acara:
Dera mom Keishia & Amadeo
Tania mom Vida & Marcello
Moderator LM
Gerda mom Christabelle
Nia bunda Kayla
Posted by: gerdasilalahi on: November 11, 2008
by Yannie, Dera, Gerda
Minggu, 9 Nov 2008 pukul 10.00 kurang ketika kami tiba di Panti Jompo Melania Jl. Pahlawan No. 4 RT 06/03, Rempoa, Ciputat. Kami diterima dengan hangat oleh Ibu Irene, pelaksana harian Panti. Ibu Irene dengan ramah melayani banyak sekali pertanyaan kami seputar kondisi Panti. Berikut hasil `wawancara’ kami dengan Ibu Irene.
Panti Melania dihuni oleh 46 lansia (39 Oma 7 Opa) yang berusia antara
64 – 94 tahun. Kebanyakan diantaranya berusia di antara 70-80 tahun.
Panti ini berdiri sejak tahun 1980 dibawah naungan Yayasan Katolik St.
Melania yang berpusat di Rawasari. Panti didirikan untuk melayani Lansia dalam mengisi hari tua. Melania mempunyai misi “Melayani para Lansia yang membutuhkan bimbingan, perhatian, dan kekeluargaan dalam kebersamaan.”
Dana operasional Panti diperoleh dari iuran penghuninya dan juga dari
donatur. Pengurus Panti menerapkan sistem subsidi silang. Mereka yang diterima di Panti ini adalah orangtua berusia 60 tahun keatas, tidak bersuami atau istri alias single. Biaya iuran diatur menurut kemampuan penanggung-jawab penghuni (keluarga Oma Opa). Terendah mereka membayar Rp 100.000, dan selanjutnya berjenjang dari Rp 100.000, Rp 150.000 dan seterusnya sampai tertinggi Rp 500.000. Dari 46 penghuni hanya dua orang yang mampu memberi iuran Rp 900.000 kebanyakan membayar dibawah Rp. 500.000. Diantara penghuni ada yang membayar sekaligus untuk setahun kedepan. Namun, ada juga yang “berhutang” dulu dengan cara membayar setahun dibelakang. Sementara ada yang membayar dua atau tiga bulan kedepan atau dibelakang.
Jika mengandalkan biaya operasional dari bayaran penghuni, Panti Melania tentu tidak mampu berdiri. Mereka selama ini juga mendapat bantuan dari para donatur tetap, maupun sumbangan insidental. “Itupun kita selalu defisit sekitar Rp 1,5 juta setiap bulan,” kata Ibu Irene.
Panti Melania mempunyai visi melayani para penghuninya agar mengisi hari tuanya dengan kegiatan positif, dan berarti. Panti mempunyai jadwal harian sebagai berikut. Pukul enam pagi diadakan doa pagi yang dilanjutkan sarapan pagi bersama-sama di aula. Sekitar pukul tujuh, khusus pada hari Senin dan Rabu mereka melakukan senam Tai Chi. Khusus hari Selasa, mereka mendapat latihan angklung dengan pelatih dari para relawan. Kegiatan ini dipakai untuk menyalurkan hobi dan melatih otot motorik. Setelah makan siang adalah acara bebas. Pukul tiga mereka mendapat snack sore. Makan malam pukul 19.00 dilanjutkan doa malam. Menu makan diputar perminggu. Kamis dan Minggu disediakan ayam goreng. Rabu-Sabtu ikan. Selasa-Jumat: Telur.
Menurut Ibu Irene, syarat menjadi penghuni Melania adalah Oma Opa yang memilih tinggal di Panti harus atas keinginan sendiri. Karena pernah ada kejadian penghuni dipaksa tinggal malah tidak betah dan selalu minta pulang. Sebagian besar Oma Opa tinggal di Panti karena kesepian di tengah keluarga yang sibuk bekerja, tidak ada yang memperhatikan dan mengurus mereka di rumah. Apalagi banyak diantara Oma Opa yang tinggal di Panti Milenia ini adalah Oma Opa yang tidak pernah menikah hingga masa tuanya tetap sendiri.
Ibu Irene menceritakan berbagai kisah tentang Oma Opa. Para penghuni
berasal dari berbagai suku, karena memang misinya tidak membedakan suku dan agama. Saat ini Panti dihuni oleh Oma Opa yang berasal dari suku Ambon, Batak, Menado, Jawa, Tionghoa, dll. Ada berbagai cerita sedih pun mengharukan tentang penghuni Panti. Seorang Oma yang masuk Panti karena ditemukan di pos satpam suatu tempat, dan tidak mau diajak pulang dan minta ikut ke Panti. Belakangan diketahui Oma itu sebenarnya mempunyai suami yang sering melakukan KDRT kepadanya. Dan sampai hari ini Oma memilih tinggal di Panti karena takut. Ada yang masuk Panti karena terlantar. Ada pula tinggal di Panti karena tidak ada keluarga yang mengurus.
Kami berbincang dengan Oma Evilda Mactal yang sangat bangga menceritakan masa lalunya, Oma ini dulunya seorang guru di SMP Negeri 56 Melawai selama 22 tahun dan SMA Negeri 6 Bulungan selama 15 tahun. Beliau mengajar olahraga dan agama. Saat ini Oma tinggal di Panti karena tidak pernah menikah.
Ketika Oma Mactal bercerita, disebelahnya ada Oma yang diam memperhatikan. Ketika diajak bicara, Oma ini lebih sering tersenyum. Ibu Irene bercerita Oma ini hidup sendiri dan tidak menikah, adiknya dari Mangga Besar yang mengantarkannya untuk tinggal di Panti.
Oma Yustina yang tanggal 25 November ini akan berulang tahun ke 80,
boleh dibilang Oma paling heboh disana. Ketika kami tiba, dia menyapa
kami dalam bahasa Belanda. Rupanya Oma ini dulunya bekerja sebagai
pembantu rumah tangga di rumah seorang Belanda selama puluhan tahun sehingga sangat fasih berbahasa Belanda. Oma ini tidak pernah menikah dan dikirimkan oleh keluarga majikannya ke Panti.
Sebelum beranjak meninggalkan Panti, kami mengunjungi bangsal tempat Oma Opa yang sakit dan sudah tidak bisa mandiri lagi. Ada Oma Elsie berhidung mancung yang ternyata orang India menyapa kami dengan ucapan yang sama tiga kali, “Kamu siapa? Kayaknya saya kenal, muka kalian bertiga familiar sekali” Padahal kami bertiga belum pernah bertemu Oma Elsie.
Terakhir, kami berbincang-bincang dengan Oma Suhati, penghuni paling tua berusia 94 tahun dan sudah tinggal di Panti sejak tahun 1981. Ketika kami menanyakan setengah berterak agar dia mendengar, “Oma senang tinggal disini?” Oma menjawab dengan suara yang terbilang cukup kuat untuk umurnya, “Senang. Disini semua gampang, mau makan tinggal makan. Tidak seperti di rumah, bolak balik berdiri jongkok untuk masak nasi. Bingung tiap hari mau masak apa, kalo ada duit syukur. Tapi kalo lagi gak ada? Minta siapa?” katanya. Oma ini pernah jatuh di kamar mandi dan sejak itu tidak bisa berjalan, akibatnya saat ini Oma menghabiskan harinya dengan berbaring di tempat tidur karena lumpuh dan kedua kakinya sudah mengecil.
`Oma, nanti kami datang lagi yah. Kita ngobrol-ngobrol lagi” kataku berpamitan. Oma menjawab, “Mudah-mudahan masih bisa ketemu yah. Siapa tahu saya sudah tidak ada, karena Bapa sudah panggil” katanya. Ibu Irene berkata, Oma Suhati sering berkata jika ada penghuni yang meninggal, “Kenapa aku belum dipanggil juga yah”
Kondisi Panti
Panti berdiri berbentuk bangunan tua dengan 25 kamar mengelilingi taman di tengah area. Sebagai bangunan tua, disana sini banyak bagian yang sudah lapuk dimakan usia. Bersyukur bahwa ada donatur yang sedang memperbaiki kamar mandi Panti dan membangun aula. Di bagian depan Panti ada bangsal khusus menampung Oma Opa yang sakit, stroke dan harus dibantu perawat. Kami melihat hampir semua kamar tidak dilengkapi kipas angin apalagi AC karena ketiadaan dana.
Sepanjang lorong kamar, kami bertemu dan sekali-sekali berbincang dengan Oma penghuni Panti. Kami sama-sama memperhatikan kursi teras dan mejanya yang sudah tua dan lusuh, yang setiap hari menjadi tempat Oma Opa itu menghabiskan waktunya berbincang dengan penghuni Panti lainnya. Di sepanjang lorong Panti, kami juga memperhatikan bahwa banyak lemari Panti yang sudah tua dan reot.
Ketika kami menanyakan kebutuhan utama Panti yang belum dipenuhi, Ibu Irene menyatakan mereka sudah sangat bersyukur jika mendapat sembako dan peralatan kebersihan. Namun dalam perjalanan kami keliling Panti, kami menemukan banyak hal yang sepatutnya diganti karena sudah tua, sudah rusak dan tidak bisa dipakai. Padahal barang-barang tersebut merupakan kebutuhan utama Panti yang mendukung pada pelayanan dan kenyamanan para Oma Opa tinggal disana.
Rencana Sumbangan LM
1. Kulkas
Ketika kami tiba di bagian dapur Panti, kami melewati 2 lemari kayu tua
berisi peralatan makan. Dapurnya yang agak licin karena jenis keramiknya membuat kami harus berhati2 berjalan. Di bagian belakang, terdapat 3 buah kulkas. 2 diantaranya masih bisa dipakai, namun dalam keadaan rusak karena sudah tidak dingin dan bahan makanan yang didalamnya tidak tahan lama. Satu kulkas kecil sudah rusak tidak bisa dipakai lagi.
Catatan. Patut kita syukuri bahwa Mom Dera dan Mas Iwan telah terketuk menyumbangkan kulkas besar dari rumahnya yang baru dibeli 10 bulan lalu untuk dipakai Oma Opa di Panti Jompo Melania.
2. Mesin cuci
Dapur yang bersebelahan dengan tempat mencuci membuat kami melongokkan kepala melihat deretan mesin cuci. Yang ternyata dari 4 mesin cuci disana, hanya 1 yang masih bisa dipakai. 2 sudah rusak, 1 baru diservis dengan harga Rp. 400,000,- namun bolak balik rusak.
Survey harga: Panasonic 7kg Rp. 1.699.000 Toshiba 6,5kg Rp. 1.959.000 Sharp 8,5kg Rp. 2.059.000 Sanken 8,8kg Rp. 1.599.000 Sanken 7,8kg Rp. 1.104.000 Hitachi 10,5kg Rp. 2.699.000.
3. Pemanas Air (Water Heater)
Kami melihat ada 3 pemanas air untuk mandi Oma Opa. Namun dari 3 pemanas air itu, hanya 1 yang bisa dipakai dalam keadaan sering ngadat.
Survey harga: Ariston 15 ltr Rp. 1.496.000 Ariston 30 liter Rp.
2.066.000 Modena 15 liter Rp. 1.200.000 Modena 30 ltr Rp. 1.300.000
Rinai 8 liter Rp. 1.325.000
4. Kipas Angin
Para penghuni menempati kamar-kamar yang berisi dua orang. Setiap kamar dilengkapi dengan kamar mandi. Kamarnya sederhana, tanpa kipas angin apalagi AC. Kami bertanya pada Ibu Irene jika Oma Opa ini kepanasan, biasanya mereka cukup memakai buku atau apa saja menjadi kipas. Ketika cuaca sedang panas-panasnya, di siang hari Oma Opa ini cepat lelah. Ketika cuaca mulai dingin seperti sekarang, Oma Opa dihadapkan pada dinginnya air ketika mandi. Ada cerita seorang Oma berusia 80 tahun yang mempunyai kipas angin (satu-satunya disana), harus ke pasar berjalan kaki untuk memperbaiki kipasnya yang sering mogok itu.
Survey harga: Desk Fan Maspion 9″ Rp. 130.000. Desk Fan Miyako
9″ Rp. 135.000. Stand Fan Sanken Rp. 220.000. Stand Fan Cosmos Rp.
220.000. Box Fan Cosmos Rp. 135.000. Box Fan Sanken Rp. 320.000.
Rencana Acara LM
Kunjungan Kasih LM ke Panti Jompo Melania
Hari Minggu, 14 Desember 2008. Pukul 15.00 hingga selesai
Acara:
Sambutan, Penyerahan sumbangan, Hiburan dengan Keyboard dan Singer (sumbangan Mom Dera dan Kel), Pembagian gudibeg untuk Oma Opa, Pembagian makan malam Oma Opa (nasi kotak).
Sumbangan Kasih LM
Sesuai dengan hasil survey, kami sangat berharap dan berdoa agar kiranya Sumbangan Kasih LM dan Sahabat LM dapat membantu Panti Jompo Melania memiliki barang-barang yang sangat mereka butuhkan. Semoga penggalangan dana LM kali ini berhasil memenuhi rencana kita agar bisa memberikan kenyamanan dan hidup yang lebih mudah bagi Oma Opa di Panti Jompo Melania. Mari kita lakukan yang terbaik, mari berbagi kasih dan berkat bagi Oma Opa kita disana.
Mungkin ada diantara donatur yang berkeinginan menyumbang dalam bentuk non cash, silahkan langsung menghubungi Panitia. Sembako, peralatan kebersihan, isi Goody Bags akan kami terima dengan sukacita dan terimakasih. Jika ingin menyumbang isi goody bags (46 pax). Berikut beberapa barang yang bisa disumbangkan:
* Daster untuk Oma, Piyama untuk Opa
* Sendal jepit
* Handuk
* Sikat gigi dan Pasta
* Shampo dan Sabun
* Balsem hijau, Minyak kayu putih
* Cereal (Oatmeal), Susu, Biskuit
Sumbangan Cash
Bagi yang terpanggil berbagi kasih, dana dapat ditransfer ke rekening kasih yang disediakan. Bagi yang sudah melakukan transfer, mohon konfirmasi ke Bendahara: Yolanda, Helena dan Ricke.
Sumbangan Barang Non Cash
Bagi yang ingin menyumbang non cash, dapat menghubungi Panitia. Posko pengumpulan barang sumbangan di rumah Gerda, moderator LM.
Kami sangat berharap kegiatan berbagi kasih ini dapat memberikan sedikit kebahagiaan melalui perhatian dan kasih sayang kepada Oma dan Opa penghuni Panti Jompo Melania yang menghabiskan masa tuanya jauh dari keluarga yang mengasihi dan memberi kehangatan kasih dan cinta.
Hasil dari sumbangan anda akan kami laporkan rutin di milis dan blogs
LM. Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang acara kunjungan
kasih dan perkembangan sumbangan, silahkan mengunjungi blogs kami di http://lovingmoms.wordpress.com/
Kami doakan Tuhan yang Maha Esa melimpahkan berkat dan kebahagiaan bagi semua tangan yang memberi dan hati yang mendoakan dengan tulus. Berbahagialah orang-orang yang masih bisa berbagi kasih dan berkat, yang berkenan memberi bantuan kepada Oma dan Opa yang menantikan uluran kasih di Panti Jompo Melania.
Salam Kasih
Panitia Kunjungan Kasih Loving Moms ke Panti Jompo Melania
Ketua:
* Yannie mom Matthew & Jayson
Sie Acara:
* Dera mom Keishia & Amadeo
* Tania mom Vida & Marcello
Bendahara:
* Yolanda mom Benning
* Helena mom Josiah
* Ricke mom Wilson
Moderator LM
* Gerda mom Christabelle
* Nia bunda Kayla
Loving Moms
Let’s Share Our Love With Everyone
Posted by: gerdasilalahi on: September 23, 2008
Latar belakang
Sabtu sore 20 September 2008 pukul 16.00 WIB, empat belas anak-anak penderita kanker bersama ibunya dari Rumah Kita tiba di Corner Restoran, Jalan Salemba Raya no. 21. Anak-anak ini merupakan perwakilan dari 38 anak penderita kanker yang rutin singgah di Rumah Kita yang tidak semuanya bisa hadir sore itu. Mereka didampingi oleh Ibu Ira Soelistyo (Sekretaris Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia -YKAKI), Ibu Hj. Aniza M. Santosa (Bendahara YKAKI), Ibu Inggrid Lolita (Koordinator Rumah Kita) dan Mbak Neni Fitriani (Pengawas Rumah Kita).
Rumah Kita merupakan rumah singgah bagi anak-anak penderita kanker dan keluarganya yang tidak mampu dan sedang menjalani pengobatan di RSCM. Rumah singgah ini berlokasi di Jalan Percetakan Negara XI Gang 2 no. 27. Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Rumah Kita merupakan salah satu program YKAKI untuk pengadaan sarana akomodasi yang berada dekat dengan rumah sakit (RSCM) sehingga memungkinkan anak-anak penderita kanker sebagai pasien, orangtua dan kerabatnya menginap selama proses perawatan untuk mempermudah dan meringankan beban mereka selama proses pengobatan.
Kehadiran anak-anak dari Rumah Kita ini langsung menyemarakkan suasana di Corner Restoran yang telah dihias dengan berbagai pernak pernik Ulang Tahun Loving Moms (LM) yang ketiga. Loving Moms merupakan sebuah Mailing List – Milis Parenting bagi ibu-ibu muda di yahoogroups yang beranggotakan 120 member yang sore itu merayakannya dengan mengadakan acara amal “LM Peduli Rumah Kita”. Setiap tahun LM mengadakan sedikitnya dua kali kegiatan amal sesuai komitmennya untuk berbagi kasih dengan orang yang membutuhkan tanpa memandang perbedaan agama, suku dan golongan. LM selalu membentuk kepanitiaan ad hoc pada kegiatan amal baik pada saat ulang tahun milis dengan acara LM Peduli, maupun pada saat Kunjungan Kasih Natal. Panitia berasal dari anggota LM yang semuanya bekerja sukarela dan secara bergantian mengajukan diri menjadi Panitia. Donasi yang berhasil dikumpulkan dalam setiap penggalangan dana bukan hanya berasal dari anggota milis LM, namun juga dari para Sahabat LM yang menaruh perhatian dan mempercayakan dukungan dananya melalui Loving Moms.
Dalam kurun waktu 1 bulan lebih (11 Agustus – 20 September 2008), penggalangan dana yang dilakukan di milis maupun lewat penyebaran proposal ke Sahabat LM; berhasil dikumpulkan dana sebesar Rp. 24,693,500,- (dua puluh empat juta enam ratus sembilan puluh ribu lima ratus rupiah). Oleh panitia dana ini telah dibelanjakan berbagai barang keperluan Rumah Kita sesuai dengan hasil survey LM ke Rumah Kita. Selain itu, diperoleh pula berbagai jenis barang sumbangan non cash yang dititipkan oleh donatur-donatur yang baik hati.
Acara Ultah ketiga Loving Moms bersama anak-anak Rumah Kita
Desir pasir di padang tandus
segersang pemikiran hati
terkisahku di antara cinta yang rumit
Bila keyakinanku datang
kasih bukan sekedar cinta
pengorbanan cinta yang agung
kupertaruhkan
Reff:
Maafkan bila ku tak sempurna
cinta ini tak mungkin kucegah
Ayat-ayat cinta bercerita
cintaku padamu
Bila bahagia mulai menyentuh
seakan kubisa hidup lebih lama
Namun harus kutinggalkan cinta
ketika kubersujud
Lirik lagu Ayat-ayat Cinta ini terasa sangat menggetarkan kalbu, membuat rasa haru menyeruak masuk jauh memenuhi relung hati setiap orang yang mendengarkannya di Corner Restoran, Sabtu 20 September 2008 lalu. Bukan karena Rossa sang pemilik lagu hadir dan menyanyikannya, namun karena lagu ini dilantunkan dengan sangat polos namun bermakna amat dalam oleh Yulia, pemilik suara bening berwajah cantik yang baru berumur 8 tahun. Yulia menderita kanker ovarium dan telah menjalani operasi pengangkatan tumor berikut rahimnya. Lirik demi lirik yang dinyanyikannya sungguh menggambarkan pergulatan batin ibundanya, karena Yulia belum memahami benar apa yang telah dialaminya dan apa yang akan dihadapinya kelak. “Maafkan bila ku tak sempurna, cinta ini tak mungkin kucegah……Seakan kubisa hidup lebih lama” Yulia memang sudah tidak sempurna sebagai perempuan karena rahimnya telah diangkat. Namun dia masih berhak punya cinta, kebahagiaan dan harapan akan masa depan yang indah.
Penampilan Yulia bukan satu-satunya acara sore itu yang membuat LMers, para anggota Loving Moms maupun ibu-ibu dari anak-anak Rumah Kita terhanyut dalam suasana haru yang teramat sangat. Keharuan, kebahagiaan, keceriaan bercampur aduk sore itu, mengalir deras tanpa henti sepanjang acara Ulang Tahun ketiga Loving Moms bersama dengan anak-anak penderita Kanker dari Rumah Kita. Sore itu, cinta bertahta dan mengambil tempat, cinta berkuasa melewati semua batas perbedaaan yang ada.
Pukul 16.15 WIB Dera mom Keishia dan Deo membuka acara sebagai MC yang selama ini selalu bisa diandalkan dalam berbagai acara amal LM. Mom Dera membacakan susunan acara setelah sebelumnya menyapa anak-anak Rumah Kita yang langsung menjawab dengan semangat dan ceria.
Gerda mom Christabelle dipersilahkan memberikan sambutan sebagai moderator milis LM bersama dengan Nia bunda Kayla. Dalam sambutannya, Mom Gerda memperkenalkan Loving Moms yang merupakan komunitas ibu-ibu penuh cinta yang bertemu di dunia maya, berdiskusi tentang pendidikan, kesehatan dan pola pengasuhan anak sebagai sesama ibu muda. Seiring perjalanan waktu persahabatan di milis semakin erat dan menumbuhkan kesadaran bersama untuk berbagi kasih dengan sesama yang membutuhkan. Setiap tahun LM mengadakan kegiatan amal yang dinamai LM Peduli untuk merayakan ulang tahun milis. Anggota LM tersebar di berbagai tempat termasuk di luar Indonesia. Sore ini LM ingin berbagi kasih dengan adik-adik Rumah Kita sebagai bentuk dukungan nyata dan pernyataan cinta kasih kepada mereka. Kegiatan amal seperti ini merupakan komitmen LM untuk berbagi kasih dengan semua orang tanpa membedakan agama, suku dan golongan seperti juga anggota Loving Moms berasal dari berbagai latar belakang namun bersatu dalam satu visi yaitu berbagi kasih dengan semua orang, sesuai dengan tagline Loving Moms: Let’s Share Our Love With Everyone.
Yuno mom Fara dan Fira selaku Ketua Panitia LM Peduli Rumah Kita menyampaikan laporan singkat tentang penggalangan dana yang telah dilakukan LM, latar belakang dan tujuan acara. Mom Yuno kembali menegaskan bahwa tujuan LM adalah ingin berbagi kasih dengan anak-anak Rumah Kita. Mom Yuno membacakan sumbangan-sumbangan yang berhasil dikumpulkan LM bagi Rumah Kita. Terdiri dari berbagai jenis barang keperluan Rumah Kita antara lain:
Detail Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Sumbangan terlampir.
Beberapa kali ibu-ibu dan anak-anak Rumah Kita bertepuk tangan ketika barang-barang sumbangan dibacakan, tak sedikit diantaranya yang menaikkan kedua tangannya didepan dada tanda bersyukur. Alhamdulillah Ya Allah, demikian ucapnya.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan barang-barang sumbangan secara simbolis. Mom Dera memanggil Yulia (8 tahun penderita kanker ovarium) yang maju ditemani Sonia (11 tahun penderita kanker otot – Rabdomiosarkoma). Akbar, anak laki-laki umur 6 tahun asal Ternate yang sangat ceria juga diundang menerima sumbangan, Akbar yang menderita kanker mata (Retinoblastoma) harus dituntun ibunya karena kedua matanya sudah tidak dapat melihat. Ketika diminta bernyanyi, Yulia spontan menyanyikan lagu “Ayat-ayat Cinta” dengan polos, suara beningnya nan merdu mampu membuat bulu kuduk merinding dan menggetarkan jiwa. Kami sangat yakin semua yang mendengarnya merasakan keharuan yang sama, karena lirik lagunya sangat mewakili keadaan Yulia. Yulia dan Sonia sangat senang menerima sumbangan berupa buku-buku dan permainan edukatif dari LM untuk dipergunakan bersama di Rumah Kita.
Akbar menyanyikan lagu “Pelangi-pelangi” dengan semangat dan sangat ceria meskipun banyak lirik lagu yang salah diucapkannya. Siapapun pasti tergugah demi menyaksikan semangat Akbar yang tidak pernah luntur meski kedua matanya tidak bisa melihat. Dengan dibantu ibunya, Akbar menerima pesawat yang diidamkannya, pesawat tersebut adalah jawabannya ketika Tim Survey LM berkunjung ke Rumah Kita di bulan Agustus lalu dan bertanya hadiah apa yang diinginkannya jika berhasil berpuasa nanti. Satu persatu anggota Loving Moms meneteskan air mata haru demi melihat semangat Akbar, Yulia dan Sonia. Anak-anak polos ini punya semangat besar, tidak kehilangan keceriaan sekalipun tubuhnya digegoroti oleh penyakit kanker yang terbilang ganas dan menyakitkan.
Acara penuh keharuan ini pun dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis sumbangan untuk keperluan rumah tangga Rumah Kita, Mom Nia menyerahkan blender dan rice cooker kepada Mbak Neni (pengawas Rumah Kita) dan Ibu Inggrid (koordinator Rumah Kita). Berbagai barang sumbangan lainnya akan diantarkan oleh LM langsung ke Rumah Kita selepas acara. Mom Tiesmin menyerahkan gitar Yamaha kepada Ibunda Yulia dari Rumah Kita. Gitar ini kami harapkan bisa dipakai sebagai pengisi waktu, pengusir stress bagi bapak-bapak di Rumah Kita yang menunggui anaknya dan juga mampu memberikan keceriaan baru bagi anak-anak di Rumah Kita. Mom Yuno kemudian menyerahkan dana cash sebesar Rp. 5,000,000,- (lima juta rupiah) kepada Ibu Hj. Aniza M. Santosa, yang akrab dipanggil Ibu Ica, Bendahara YKAKI, dana ini kami maksudkan untuk bantuan uang sewa Rumah Kita yang akan segera berakhir bulan Desember 2008.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan doa untuk ulang tahun ketiga Loving Moms dan juga doa bagi anak-anak Rumah Kita dan keluarganya. Doa dibacakan oleh seorang ibu dari Rumah Kita. Selanjutnya acara diisi dengan penampilan dari Rumah Kita. Semua anak Rumah Kita yang hadir tampil menyanyikan lagu “Kasih Ibu Sepanjang Masa” dengan sederhana dan polos. Lagu ini ditujukan kepada Loving Moms yang mendengarkannya dengan penuh haru. Kami sungguh simpati kepada anak-anak ini, kami bisa merasakan ketulusan hati mereka ketika menyanyikan lagu itu.
Ibu Inggrid dan empat ibu-ibu dari Rumah Kita membacakan puisi karangan Sudjiwo Tejo. Inti puisi itu adalah perjuangan dan jeritan hati ibu penderita kanker, demi menyaksikan buah hatinya bertarung melawan penyakit kanker yang terkadang juga berarti bertarung dengan maut. Hati seorang ibu yang hancur demi menyaksikan penderitaan anaknya yang terkulai lemah tanpa daya melawan ganasnya penyakit kanker. Namun sang anak berkata rataplah aku dengan doa.
Puisi yang dibacakan dengan sepenuh hati dan suara bergetar ini, bukan hanya membuat anggota LM terharu, namun melahirkan suatu pencerahan bagi kami yang harus belajar banyak mengenai ketegaran dan cinta dari ibu-ibu di Rumah Kita. Cinta seorang ibu memang tidak akan pernah luntur bagaimanapun kondisi buah hati kita, apapun masalah dan tantangan yang dihadapi tidak akan mengurangi sedikitpun keinginan ibu berjuang bagi anaknya.
Tidak mau berlama-lama dalam suasana haru, mom Dera kemudian mencairkan suasana dengan ajakan anak-anak balita LM dan anak-anak Rumah Kita untuk maju kedepan mendekati anggota LM yang telah menanti dengan cake ulang tahun ketiga Loving Moms berbentuk tulisan LM dikelilingi logo LM. Dengan semangat dan ceria, semua yang hadir menyanyikan lagu Happy Birthday dan Selamat Ulang Tahun. Anak-anak balita LM dan Rumah Kita bersama-sama meniup lilin diiringi dengan tepuk tangan meriah.
Selepas acara tiup lilin, mom Yuno meminta Bang Ucok sang pesulap untuk menghibur anak-anak dengan sajian sulap dan magic balloons sambil menunggu waktunya buka puasa. Sejak itu hingga acara selesai, Bang Ucok selalu dikerubungi anak-anak Rumah Kita dan balita LM yang memintanya membuatkan balon berbentuk aneka macam bentuk. Bang Ucok melayaninya dengan sukacita dan rupanya anak-anak itu sangat menikmati hiburan ini.
Pukul 18.00 kurang dua menit, acara makan bersama dimulai. Sebagian ada yang langsung berbuka puasa, bergantian dengan yang menjalankan sholat maghrib di mushala kecil Restoran. Kami sangat bahagia menyaksikan anak-anak Rumah Kita menikmati sajian buka puasa dengan lahap, pun ketika mereka menikmati cupcakes dan cakes ultah LM.
Setelah acara buka puasa selesai, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Rumah Kita -YKAKI yang diwakili oleh Ibu Ica, Bendahara YKAKI. Ibu Ica menyampaikan terima-kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian, bantuan dan dukungan Loving Moms kepada Rumah Kita seraya mengucapkan selamat ulang tahun bagi LM. Sumbangan dan dukungan bagi Rumah Kita akan dipergunakan sebaik-baiknya demi kepentingan anak-anak Rumah Kita sesuai dengan amanah para donatur.
Ibu Ica kemudian melanjutkan dengan memperkenalkan satu persatu anak-anak Rumah Kita dan ibunya. Sambil berkenalan, Loving Moms membagikan goody bags dan amplop senilai Rp. 200,000,- / orang bagi anak-anak Rumah Kita. Acara ditutup dengan foto bersama Loving Moms dan Rumah Kita pada pukul 19.00 WIB.
Seusai acara, panitia berangkat konvoi menuju Rumah Kita yang berlokasi tidak jauh dari Restoran Corner tempat acara. Waktu telah menunjukkan pukul 20.45 ketika Loving Moms bersama para suami dan anak-anak balita kami meninggalkan Rumah Kita setelah menurunkan barang-barang sumbangan dari 5 mobil penuh. Bersama para penghuni Rumah Kita, kami bersemangat menurunkan dan mengantarkan sumbangan itu, yang rasanya tidak ada habis-habisnya disambut dengan sukacita oleh ibu-ibu, bapak-bapak dan anak-anak Rumah Kita serta pengurus YKAKI yang ada. “Kami sampai tidak sanggup lagi berkata-kata melihat semua sumbangan ini” demikian yang terucap oleh Ibu Ira.
Berhubung dana yang masuk ke rekening bendahara terus masuk melewati batas akhir penutupan, bahkan pada saat acara. Kami memutuskan mengalokasikan dana yang terakhir masuk untuk membantu biaya operasi pengangkatan tumor dari bawah telinga kiri Zidan yang belum genap berumur 2 bulan. Zidan akan menjalani operasi di RSCM pada tanggal 26 September 2008. Kami menitipkan dana bantuan operasi Zidan sebesar Rp. 1,000,000,- kepada Ibu Inggrid selaku koordinator Rumah Kita yang akan mendampingi ibu Zidan ke RSCM. Selain itu, kepada Ibunda Bayu yang baru saja divonis menderita kanker rahim dan baru saja ditinggal pergi suaminya, padahal Ibu ini harus juga mengurus Bayu, 12 tahun yang menderita kanker leukemia. Panitia menyerahkan dana bantuan sebesar Rp. 1,000,000,- untuk Ibunda Bayu yang kami dengar mengeluhkan ketiadaan dana bagi kelanjutan hidupnya dan Bayu. Ibunda Akbar yang terpaksa menetap di Rumah Kita selama setahun ini meninggalkan suami dan kedua saudara Akbar di Ternate, tentunya membutuhkan biaya tidak sedikit bagi pengobatan Akbar yang telah menjalani 20 kali kemoterapi dan 12 kali penyinaran. Ibunda Akbar mendapat bantuan dana senilai Rp. 500,000,- Ibu Neni selaku pengawas Rumah Kita mendapat dana sebesar Rp. 500,000,- sebagai sedikit bantuan menjelang hari raya Lebaran.
Demikian laporan ini kami sampaikan. Alhamdulillah, Puji Tuhan Yang Maha Esa. Tugas kami sebagai panitia telah berakhir dengan sukses. Terlampir detail laporan penerimaan dan pengeluaran sumbangan LM Peduli Rumah Kita dari para donatur yang kami cintai (Loving Moms dan Sahabat LM). Terima-kasih untuk kepercayaan yang diberikan kepada Loving Moms untuk menyalurkan berkat dan rejekinya kepada Rumah Kita. Kami doakan rejeki dan berkat melimpah bagi semua tangan yang telah memberi, semua hati yang telah terketuk, semua jiwa yang telah berbagi kasih. Semoga cinta yang telah terpupuk ini, semakin bertumbuh dan terus berbuah. Mari terus menebarkan cinta kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan, tanpa memandang perbedaan agama, suku dan golongan.
Let’s Share Our Love With Everyone.
Panitia LM Peduli Rumah Kita
Ketua: Yuno mom Fara dan Fira
Wakil: Yuliana mom Zidan dan Naia
Bendahara:
Tiesmin mom Marvel dan Jeo
Rina mom Alyssa
Anna mom Zian
Panitia Acara:
Dera mom Keishia dan Deo
Tania mom Vida dan Cello
Moderator LM: Gerda mom Christabelle
Nia mom Kayla
Loving Moms:
Blogs:
http://lovingmoms.blogs.friendster.com/
http://lovingmoms.wordpress.com/about/
Yahoogroups:
http://asia.groups.yahoo.com/group/lovingmom/
Rumah Kita
Jalan Percetakan Negara XI
Gang 2 no. 27, RT 09/ RW 04
Kelurahan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih
Jakarta
Telpon : (021) 4280 1292
Hp : 0815 84320702 (Mbak Neni)
Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia
(Indonesian Care for Cancer Kids Foundation)
Jl. Waru no. 12 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta 12450
t. +62 21 7546804 f. +62 21 7547745
email : info@ykaki.org
website : www.ykaki.org
Posted by: gerdasilalahi on: September 23, 2008
Salam kenal dari Loving Moms, rumah kedua bagi Ibu penuh cinta.
Loving Moms lahir pada tanggal 29 September 2005 dan saat ini dimiliki dan dicintai bersama oleh 120 membernya. Berawal dari keinginan para ibu muda untuk saling berdiskusi, bertukar informasi, berbagi resep, berbagi rasa alias curhat tentang bayi, balita dan diri sendiri sebagai orangtua baru yang terus belajar agar bisa memberikan yang terbaik bagi anak dan keluarga, terbentuklah komunitas virtual yang sekarang telah menjadi keluarga besar penuh cinta bernama Loving Moms (”LovMoms, LM”).
Dalam perjalanannya, Loving Moms telah menjadi rumah kedua bagi membernya yang saling membantu berbagi informasi dalam mengurus bayi dan balita, menjadi tempat curhat dan berbagi rasa dengan sesama perempuan dan moms, dan menjadi tempat mencari teman alias sahabat. Seiring waktu berjalan, persahabatan dan persaudaraan yang indah telah lahir dari milis ini, membuat membernya bersatu hati dalam SATU VISI: ‘Membagi cinta dan kasih dengan semua orang’. Sesuai dengan NAMANYA: Loving Moms yang berarti Ibu penuh cinta. Dan sesuai dengan TAGLINENYA: ‘Let’s Share Our Love With Everyone’. Loving Moms berkomitmen untuk terus BERBAGI KASIH & CINTA dengan orang-orang yang membutuhkan tanpa memandang perbedaan suku, ras maupun agama.
Member LM sering mengadakan copy darat di berbagai tempat dan mengadakan arisan sekaligus share rutin tentang parenting dan kesehatan anak di rumah member secara bergantian.
Selain itu Loving Moms selalu berusaha berbagi kasih dengan orang yang membutuhkan melalui acara-acara sosial seperti:
1) 29 September 2006 (ultah LM pertama) mengundang anak-anak Panti Asuhan Nurul Iman, Pasar Rumput ke Texas Fried Chicken di Cikini untuk bersama-sama bergembira merayakan ultah pertama milis dengan aneka games, hadiah dan hiburan sulap. LovMoms menyerahkan sumbangan yang dikumpulkan melalui fund raising di milis, yang berhasil mengumpulkan sumbangan berbentuk cash dan non-cash termasuk diantaranya baju koko dan baju gamis bagi seluruh anak Panti untuk merayakan Lebaran, berbagai barang dan sembako bagi operasional panti.
2) 17 Des 2006 Loving Moms mengadakan Kunjungan Kasih ke Panti Jompo Karya Kasih, Kwitang. LovMoms mengajak para oma berbahagia menyambut Natal 2006, berjoget dan bernyanyi bersama dengan sukacita dengan hiburan band. LovMoms juga menyerahkan sumbangan cash dan non cash yang diperoleh dari fund raising. Oma-oma di Panti sangat senang mendapat seragam baru dari LovMoms untuk dipakai ke gereja. Sebuah Quilt buatan tangan Linda mom Jojo di Duri (salah seorang member LM) terpajang indah di dinding Panti Jompo Karya Kasih hingga hari ini.
3) Awal Februari 2007 pada saat Jakarta menghadapi bencana banjir besar, LovMoms mengunjungi korban banjir yang tinggal di Bantaran Kali Pasir, Kwitang untuk menyerahkan sumbangan dari member LM (sembako, pakaian layak pakai, susu).
4) 29 September 2007 (ultah LM kedua) mengunjungi Rumah Autis Dhuafa Yayasan Cahaya Keluarga Kita -YCKK-. LovMoms kembali menyerahkan bantuan cash dan non cash (sembako, THR Lebaran untuk pengurus, education toys untuk anak autis dan goody bags berisi berbagai macam barang). Anak-anak autis sangat bergembira mendapatkan hadiah mereka berupa berbagai educational toys, alat musik, buku, dll. Para pengurus dan orangtuanya sangat terharu menerima alat peraga dan berbagai barang yang selama ini mereka butuhkan untuk menunjang kegiatan terapi bagi anak-anak autis disana.
5) 15 Des 2007 LovingMoms mengadakan Kunjungan Kasih ke Panti Asuhan Kristen Abigail Pamulang. Anak-anak Panti mendapat kebahagiaan natal bersama LovMoms dengan suguhan sulap dan hiburan Band. Fund raising kali ini benar-benar luar biasa, membuat LovMoms berhasil mewujudkan semua mimpi anak-anak dan pengurus Panti Abigail. Enampuluh anak yatim di Panti Abigail mendapat sepatu baru sebagai hadiah natalnya, 6 set meja makan dan kursi yang menjadi impian selama ini telah tersedia di ruang makannya, semua kamar mandi yang selama ini rusak telah diperbaiki. Sembako juga tersedia dengan cukup. Gorden baru, mainan dan berbagai buku mereka dapatkan dengan sukacita.
Foto-foto acara dapat dilihat di :
http://lovingmoms.blogs.friendster.com/
Tim Modie terdiri dari:
Gerda mom Christabelle
Nia bunda Kayla
LM PEDULI RUMAH KITA
Selasa 26 Agustus 2008 By Yuno dan Gerda
Menyambut ulangtahun ketiga LovingMoms pada 29 September 2008, LM kembali ingin berbagi kasih dan cinta. Kali ini anak-anak penderita kanker yang berasal dari keluarga tidak mampu dan singgah di Rumah Kita menjadi tujuan LM. Berikut ini adalah hasil survey LM ke Rumah Kita.
Rumah Kita terletak di belakang Masjid Almarhamah, Percetakan Negara XI no. 32. Kita harus memasuki gang sempit kurang dari 2 meter untuk tiba di Rumah Kita yang terletak di lingkungan rumah petakan yang saling berimpitan. Rumah ini dikontrak oleh Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), digagas oleh Pinta Manullang dan Ibu Ira. Pinta juga berjuang untuk kesembuhan anaknya yang menderita kanker darah atau leukemia, anaknya baru saja menjalani transpalansi sumsum tulang belakang dari adik kandungnya.
Rumah Kita dikontrak untuk jangka waktu 2 tahun (Rp. 9 juta/tahun) yang akan berakhir pada bulan Desember 2008. Pada awalnya, tetangga sekitarnya menolak kehadiran rumah singgah ini karena takut tertular penyakit kanker. Baru setelah didatangkan dokter ahli kanker memberikan penjelasan kepada RT dan tetangga sekitarnya, Rumah Kita bisa berdiri dengan tenang dan bahkan mendapat bantuan dan dukungan dari tetangga-tetangganya.
Rumah Kita berukuran 3 x 16 meter. Seluruh ruangan dibuat terbuka tanpa pintu dan penyekat selain setengah tembok sebagai pemisah tiap ruangan. Ruangan pertama adalah ruang tamu ukuran 3 x 3 meter yang merangkap sebagai ruang TV, baca dan berkumpul para orang-tua dan anak-anak. Ruangan kedua adalah ruang tidur terbuka dengan 2 lemari gantung serta 2 kasur ukuran sedang yang disandarkan ke dinding. Ruang ketiga adalah kamar tidur serupa dengan daya tampung 3 tempat tidur. Biasanya anak dan ibu tidur berdua di kasur tersebut, sementara bapaknya tidur di ruang tamu bersama dengan bapak yang lain. Setelah ruang tidur terdapat ruang makan, lengkap dengan kursi dan meja makan, terdapat 1 buah kulkas 2 pintu. Ruangan terakhir adalah dapur dan kamar mandi yang bersih.
Kesan pertama kami menginjakkan kaki kesana, Rumah Kita sangat bersih dan cukup rapi. Anak-anak yang tinggal disana. Walaupun sedang menderita kanker yang cukup berat, anak-anak ini tetap kelihatan, ceria, segar dan bersemangat. Jauh dari kesan sakit, sedih dan tidak terawat.
Rumah Kita memiliki daya tampung 5 pasien beserta keluarga, namun apabila keadaan mendesak mereka memaksakan menampung hingga 8 pasien dan keluarga. Karena sifat pengobatan penderita kanker yang terus menerus (satu kali kemo/laser/opname dalam 2-3 minggu), maka biasanya penghuni rumah tersebut bergantian mengisi kamar-kamar tersebut. Saat ini tercatat ada 38 penghuni aktif yang melakukan rotasi untuk singgah dan tinggal di Rumah Kita. Tarif yang dikenakan untuk singgah hanya Rp.5.000/hari. Dengan begitu mereka bebas untuk memasak karena sembako pokok (beras, gula, teh, air mineral) disediakan dari rumah kita/yayasan/donatur, keluarga pasien hanya perlu menyediakan dan memasak lauk-pauknya saja. Selain itu, keluarga pasien bebas mandi, menginap dan masak di Rumah Kita selama mereka membutuhkannya.
ANAK-ANAK PENDERITA KANKER DI RUMAH KITA
Saat ini ada 6 pasien yang sedang tinggal di Rumah Kita karena sedang menunggu jadwal Kemoterapi di RSCM.
Akbar, anak laki-laki 6 tahun, menderita kanker mata.
Kedua matanya sudah tidak dapat melihat sama sekali. Akbar berasal dari Ternate, ayahnya seorang Polisi. Mereka sudah hampir 1 tahun menetap di Rumah Kita. Adik Akbar yang masih kecil hanya sempat dirawat oleh ibunya hingga umur 3 bulan, sekarang sudah berumur 1,3 tahun terpaksa ditinggal di Ternate untuk dirawat oleh saudara ibunya. Untuk pengobatan matanya tersebut Akbar telah menjalani penyinaran sebanyak 20 X dan kemoterapi sebanyak 12 X. Walaupun Akbar sudah tidak dapat melihat total, namun keceriaan tidak pernah hilang dari Akbar. Subhanallah, benar-benar anak yang kuat mental. Kami sempat bertanya, “Akbar nanti puasa kan? Mau hadiah apa kalo berhasil puasa?” Akbar menjawab dengan kencang: “Mobil…Pesawat…Busway”
Pada waktu pertama kali tiba di Rumah Kita, Akbar sangat kecil, beratnya cuma 9 kg. Setelah matanya dioperasi dan tumor matanya diangkat, Akbar semakin sehat dan semakin gemuk. Namun rupanya kanker itu menyebar ke matanya sebelah kanan hingga keduanya tidak bisa melihat lagi dan harus terus menjalani kemoterapi dan laser. Kepalanya sekarang botak karena terus menerus menjalani kemo dan laser. Akbar tidak bersekolah.
Rachel, anak perempuan 11 tahun, asal Cikarang, menderita Leukimia.
Fisik anak penderita kanker jelas terlihat pada diri Rachel, rambutnya menipis dan rontok karena efek radiasi dan kemoterapi. Rachel tadinya bersekolah di BPK Penabur Cikarang hingga kelas 4 SD. Namun setiap pulang sekolah, Rachel mengeluh sakit, lemas dan sesak. Setelah dilakukan pemeriksaan darah lengkap, diketahui bahwa Rachel menderita Leukemia dan wajib menjalani kemoterapi. Rambutnya selalu rontok setiap habis kemo hingga botak, tapi kemudian tumbuh lagi sehingga potongan rambutnya cepak. Kami bertanya, “Rachel masih sekolah?” Rachel menjawab, “iya masih” Rupanya ibunya masih bersemangat menyekolahkan Rachel di Sekolah Negeri agar tidak terlalu berat mengikuti pelajaran di BPK Penabur.
Sonia, anak perempuan 11 tahun, asal Pandeglang menderita kanker otot.
Berawal dari rasa sakit di kaki yang tidak pernah hilang, sang ibu terus berjuang untuk mengetahui apa yang diderita anaknya. Pengobatan yang diberikan sekian lama ternyata hanya untuk mengurangi rasa sakit kaki yang biasanya datang menjelang Maghrib hingga pukul 1 atau 3 dini hari. Sakit tak tertahankan itu terus konstant datang setiap hari. Setelah ada tonjolan di pinggul Sonia, barulah dokter menduga sakit yang selama ini diderita adalah kanker otot. Saat ini Sonia masih bisa berjalan, namun dengan kondisi pincang. Obat yang dimasukkan sangat keras melalui kemo, karena Sonia menderita kanker otot yang terbilang sangat berat. Rambutnya sering rontok setiap habis kemo. Sonia acap kali tidak sanggup meminum dan memakan apapun setelah kemo saking mualnya.
Zidan, bayi laki-laki umur 18 hari, asal Batam, penderita tumor.
Bayi mungil dan ganteng ini terlahir dengan benjolan sebesar buah mangga di bawah telinga kirinya. Ibunya baru tahu ada kelainan ini setelah 3 jam melahirkan. Pemeriksaan jaringan otot tersebut baru akan dilakukan pada hari Jumat ini di RSCM. Alhamdulillah sang Ibu mengikuti anjuran dokter untuk terus memberikan ASI bagi Zidan agar daya tahan tubuhnya kuat. Ibunya sangat senang ketika kami mengutarakan rencana membelikan baju lebaran bagi anak-anak Rumah Kita. “Zidan dapat juga dong? Alhamdulillah, katanya”
Yulia, anak perempuan 8 tahun, penderita kanker ovarium.
Wajahnya cantik-ayu membuat kami tersentak ketika mendengar Yulia sudah terserang kanker ovarium di usianya yang masih belia. Penyakit itu sendiri diketahui setelah sang Ibu curiga melihat perutnya yang terus membesar. Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan nyawanya adalah dengan mengangkat indung telur dan rahimnya. Kami tak sanggup menahan air mata haru melihat sang Ibu meneteskan air mata dan mengatakan “Tolong jangan sampai Yulia tahu, yang terpenting saat ini bagaimana nyawanya bisa diselamatkan”
Sandy, laki-laki umur 3 tahun, penderita kanker syaraf.
Kami tidak sempat berbincang dengan Sandy dan orang tuanya karena pada saat itu mereka sedang melakukan pengobatan di RSCM menjalani kemoterapi.Sandy menderita kanker syaraf yang juga telah menggerogoti mata kirinya hingga buta.
PENGOBATAN MEDIS
Untuk pengobatan, para orang tua anak-anak di Rumah Kita menggunakan GAKIN (kartu miskin) dan dapat dilayani RSCM meskipun dengan prosedur panjang dan berbelit. Dengan mengandeng anak kecil yang sedang kesakitan karena kanker yang dideritanya, ibu dan anak kerap harus dipimpong kesana kemari.
Tidak semua biaya terutama obat-obatan ditanggung sepenuhnya oleh karena adanya GAKIN. Obat-obatan yang tidak tersedia di RSCM harus mereka tebus dengan dana sendiri dari apotik di luar RSCM. Hal tersebut cukup sering dialami oleh Ibunda Rachel yang harus menebus obat tertentu sebanyak 15 ampul yang harga per ampulnya Rp. 75.000. Begitu pula dengan ibunda Sonia yang harus menebus obat post-pamid sebanyak 22 ampul di luar dengan harga jutaan.
Pengobatan yang panjang ini sangat membutuhkan biaya karena tidak sepenuhnya ditutup oleh Gakin. Selain itu mereka juga harus menyediakan dana untuk hidup, transportasi, dll sementara salah satu dari orangtua (ayah atau ibu) harus tetap mendampingi anak yang sakit terus menerus. Dengan begitu yang mencari nafkah hanya satu orang, anaknya yang lain (saudara dari penderita) harus rela diasuh oleh saudara atau orang lain yang bukan ibunya.
APA MEREKA BUTUHKAN?
Makanan
Anak-anak penderita kanker memiliki banyak pantangan makanan, seperti anti MSG, pengawet, pewarna, mie instant, jenis-jenis kudapan seperti Chiki, Cheetos dan sejenisnya, segala makanan yang dibakar. Untuk susu, tidak semua anak bisa mentolerir susu. Makanan yang biasanya disediakan adalah “back to nature” seperti buah-buahan segar, sayuran hijau dan telor.
Mainan
Di Rumah Kita telah tersedia sedikit mainan, biasanya para orang tua membawakan mainan kesukaan masing-masing anak. Sehari-harinya anak-anak itu lebih sering menghabiskan waktu menonton TV kecil di ruang tamu.
Buku-buku
Anak-anak di Rumah Kita berumur antara bayi 18 hari hingga anak 12 tahun. Buku-buku seharusnya disesuaikan dengan umur anak-anak tersebut. Ada beberapa buku terpajang diruang tamu, serial buku komik, ensikopledia, ilmu pengetahuan mengenai penyakit kanker. Namun tidak terlihat buku hard-cover bergambar untuk usia batita. Menurut kami bukunya masih kurang mencukupi untuk bisa dipakai mengisi waktu anak-anak tersebut dengan kegiatan yang mendidik.
APA YANG DAPAT KITA (LOVINGMOMS) LAKUKAN UNTUK MEREKA (RUMAH KITA)?
Memberikan sumbangan
Sembako
Secukupnya, mengingat rumah yang kecil dan daya tampung sedikit). Bisa berupa beras, minyak goreng, kecap, gula, telur dan pernak-pernik dapur yang bukan pantangan penderita kanker.
Educational toys, crayon, buku gambar dll
Ini sangat penting. agar anak-anak itu punya kegiatan yang bermanfaat mengisi waktunya selain dari menonton TV)
Peralatan kebersihan dan peralatan mandi
Untuk dipakai oleh keluarga dan anak-anak Rumah Kita. Bisa berupa detergent, pewangi, sampho, sabun, pasta gigi, sikat gigi, pewangi lantai, dll.
Sisa dana diserahkan untuk bantuan pengobatan dan operasional Rumah Kita.
Mengadakan acara Buka Bersama Rumah Kita
Tujuan acara adalah untuk menghibur anak-anak penderita kanker dan keluarganya, memupuk kebersamaan dan berbagi cinta bersama LovingMoms di hari ulangtahun kedua LM yang bertepatan dengan bulan puasa.
Detail rencana kegiatan:
Tempat: The Corner Restoran. Berlokasi dekat dengan lokasi Rumah Kita, tepat di ujung jalan Salemba Tengah berseberangan dengan UI Salemba.
Hari, tanggal, waktu: Sabtu 20 September pukul 15:30 – buka puasa.
Acara : Ultah LM, penyerahan bantuan, games untuk anak-anak, buka bersama.
SUMBANGAN CASH
Bagi yang terpanggil berbagi kasih, dana dapat ditransfer ke rekening yang disediakan panitia.
SUMBANGAN BARANG NON CASH
Bagi yang ingin menyumbang non cash, posko pengumpulan barang sumbangan di rumah Gerda, yang tidak jauh dari Rumah Kita.
Bagi yang sudah melakukan transfer, mohon konfirmasi ke Bendahara:
Tiesmin, Anna, dan Rina.
Kami sangat berharap kegiatan berbagi kasih ini dapat memberikan sedikit kebahagiaan melalui perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak penderita kanker dan keluarganya di Rumah Singgah yang selama ini terus berjuang meniti hari demi hari melawan penyakit ganas itu.
Hasil dari sumbangan anda akan kami laporkan rutin di milis dan blogs LM. Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang acara kunjungan kasih dan perkembangan sumbangan, silahkan mengunjungi blogs kami di http://lovingmoms.blogs.friendster.com/
Akhir Kata
Dear LovingMoms dan Sahabat LovingMoms…,
Mari kita bersatu hati, berbagi cinta, berbagi kasih dan memberikan yang terbaik yang bisa kita bisa bagi anak-anak penderita kanker di Rumah Kita.
Biarlah Tuhan yang Maha Esa melimpahkan berkat dan kebahagiaan bagi semua tangan yang memberi dan hati yang mendoakan dengan tulus. Diberkatilah orang-orang yang baik, yang memberikan bantuan kepada saudara yang membutuhkan.
Salam kasih,
Panitia Kunjungan Kasih LovingMoms ke Panti Asuhan Abigail
Ketua: Yuno mom Fara dan Fira
Wakil: Yuliana mom Zidan dan Naia
Bendahara: Tiesmin mom Marvel dan Jeo
Rina mom Alyssa
Anna mom Zian
Moderator LM:
Gerda mom Belle
Nia bunda Kayla
Recent Comments