Archive | December 9, 2010

Laporan Akhir Hasil Penggalangan Dana LM & Sahabat Berbagi Kasih untuk Iyus & Irfan, kakak beradik penderita lumpuh layu

Puji Tuhan, Alhamdulillah dalam waktu 10 hari menggalang dana untuk Aksi Peduli Kasih, Loving Moms  & Sahabat berbagi kasih untuk Iyus dan Irfan kakak beradik penderita lumpuh layu di Dadap, Tangerang ;  panitia telah menutup rekening Dana Kasih sejak tanggal 18 Desember dengan total angka yang luar biasa. Luar biasa pekerjaan Tuhan mengetuk pintu hari para donatur tercinta.  Luar biasa menakjubkan sekaligus mengharukan, begitu banyak perhatian dan kasih buat Iyus dan Irfan. Terimakasih Tuhan. Terimakasih Donatur.

 

Total Dana Kasih Akhir terkumpul per Sabtu, 18 Desember 2010 pukul 10.00 WIB adalah Rp. 43.583.000,- dengan perincian sbb :

Rekening BCA  : 

1. (8/12). Elis Tjoa mom Deven & Rui   Rp. 500.000
2. (8/12). Arleen Admijaja mom Alyssa & Aaron   Rp. 1.000.000
3. (9/12). Rika Silaen mom Nadine & Nathan    Rp. 200.000
4. (9/12). Gerda mom Christabelle    Rp. 300.000
5. (9/12). Anggie Mokoginta mom Fakhrie   Rp. 100.000
6. (9/12). Chyntia Tania mom Nicholas   Rp. 2.500.000
7. (9/12). Rina Dewiyanthi mom Alyssa   Rp. 250.000
8. (10/12). Ting-Ting teman Riesa/mom Elis   Rp. 1.000.000
9. (10/12). Yenti Liusly teman mom Elis   Rp. 300.000
10. (10/12). Felix (teman Riesa/mom Elis)   Rp. 100.000
11. (10/12). Lina Tjan mom Vi,May,Cia   Rp. 200.000
12. (10/12). Sella mom Alvin,Alesha,Marvell   Rp. 300.000
13. (10/12). Johanes Gunawan teman mom Gerda    Rp. 500.000
14. (10/12). Novie Tjoa adik mom Elis   Rp. 2.000.000
15. (10/12). Unang Burhanuddin teman mom Gerda   Rp. 500.000
16. (10/12). Rosa Djunaidi teman mom Gerda    Rp. 300.000
17. (10/12). Dewi Sanita Ginting mom Icha & Keya    Rp. 200.000
18. (10/12). Yolanda mom Benning   Rp. 250.000
19. (10/12). Nit’z Boutique teman Mom Gerda   Rp. 1.000.000
20. (11/12). Amri teman mom Sisca    Rp. 500.000
21. (11/12). Jacub Muliady teman mom Gerda    Rp. 500.000
22. (11/12). Marlina teman mom Elis    Rp. 500.000
23. (11/12). Petty teman Riesa/mom Elis     Rp. 200.000
24. (11/12). Joie teman Riesa/mom Elis    Rp. 100.000
25. (11/12). Julianna teman Riesa/mom Elis    Rp. 2.000.000
26. (11/12). Klara teman Riesa/mom Elis    Rp. 500.000
27. (12/12). Yunorina mom Fara & Fira   Rp. 300.000
28. (12/12). Defi Tjoa adik mom Elis    Rp. 1.000.000
29. (12/12). Sisca Hastono mom Ody & Coda   Rp. 100.000
30.(12/12). Fanny mom Alesha Rp. 300.000
31. (13/12). Marli & Ferry (Marchiano Photography) teman Riesa/mom Elis   Rp. 1.000.000
32. (13/12). Christ dan Fano teman Riesa (Sahabat LM)  Rp. 1.000.000
33. (13/12). Teman-teman dari The Jakarta Post (Rekan kerja Evi mom Devin)     Rp. 2.000.000
34. (13/12). Rinawati teman mom Gerda   Rp. 200.000
35. (13/12). Linggawati (Chun Ling) teman mom Gerda    Rp. 1.000.000
36. (13/12). Mommy Bella n Vincent teman mom Sisca    Rp. 500.000
37. (13/12).  Fitriyanti    Rp. 200.000
38. (14/12).  Albert & Austin teman mom Chyntia Tania    Rp. 250.000
39. (14/12).  Surjati Wijaya teman mom Gerda    Rp. 400.000
40. (14/12).  Cornelia & James teman mom Chyntia Tania    Rp. 200.000
41. (14/12).  Tania Simanjuntak mom Vida & Cello    Rp. 250.000
42. (14/12).  Eric Hendrawan Tri    Rp. 100.000
43. (15/12). Evi Nansi Siagian teman mom Gerda    Rp. 300.000
44. (16/12). Cindy teman Riesa/mom Elis   Rp. 150.000
45. (16/12). Evelyn mom Wei Xin teman mom Elis   Rp. 200.000
46. (17/12). Yannie Loppies mom Matthew & Jayson   Rp. 500.000
47. (17/12). Satyorini mom Maia    Rp. 250.000
48. (17/12). Nia Octaviani bunda Kayla & Atha   Rp. 250.000
49. (17/12). Mas Arie kakak mom Nia   Rp. 250.000
50. (17/12). Heni Liana teman mom Chyntia    Rp. 100.000
51. (17/12). Mariani teman Surjati/mom Gerda    Rp. 500.000
52. (17/12). Endang Euis Susilowati teman Riesa/mom Elis   Rp 1.000.000
53. (17/12). Handy teman Riesa    Rp. 300.000
54. (17/12). Agus teman Riesa    Rp. 200.000
55. (17/12). Febry teman Riesa    Rp. 100.000
56. (17/12). Yuli teman Riesa    Rp. 100.000
57. (17/12). Ani teman Riesa    Rp. 100.000
58. (17/12). Faustine teman Riesa   Rp. 100.000
59. (17/12). Hansen teman Riesa   Rp. 50.000
60. (17/12). Daisy R teman mom Gerda    Rp. 300.000

Total Akhir Dana Kasih di BCA adalah sebesar Rp. 29.350.000,-

 

Rekening Mandiri

1. (9/12). Yayasan Bunda Bangsa Yogya , teman mom Sisca Rp. 500.000
2. (9/12). Henny, teman mom Sisca  Rp. 300.000
3. (9/12). Heryanto, kakak mom Sisca. Rp. 250.000
4. (9/12). Sisca Mom Davin Laura. Rp. 300.000
5. (9/12). Tan Claudia, teman Mom Sisca. Rp. 300.000
6. (10/12). Mom Sailendra & Fontana, teman mom Sisca  Rp. 500.000
7. (10/12). Mom Darryl & Davienna (Semarang), teman mom Sisca  Rp. 500.000
8. (10/12). Mom Kristoforus & Stefanus, kakak mom Sisca Rp. 200.000
9. (10/12). Anonim5814, teman mom Sisca  Rp. 500.000
10. (10/12). Amelia H. Hiawanthana teman mom Sisca. Rp. 1.000.000
11. (10/12). Alm. Acep Supratman, family mom Sisca. Rp. 150.000
12. (10/12). Mom Jason (Solo), teman mom Sisca Rp. 1.000.000
13. (10/12). Widia mom Timothy n Joshua Rp. 350.000
14. (10/12). Ashoka Kritiani (Semarang), teman mom Sisca Rp. 200.000
15. (10/12). Mama Tiara (Semarang), teman mom Sisca Rp. 300.000
16. (11/12). Anonim BA teman mom Chytia. Rp. 200.000
17. (11/12). Nathan CK teman mom Sisca  Rp. 500.000
18. (11/12). Aurielle & Carlo teman mom Sisca. Rp. 1.000.000
19. (11/12). Mommy Gerrad & Gian teman mom Sisca. Rp. 100.000
20. (12/12). Anonim KA teman mom Sisca. Rp. 500.000
21. (12/12). Ineke (Semarang) teman mom Sisca   Rp. 200.000
22. (12/12). Herman Winata teman mom Sisca   Rp. 300.000
23. (13/12). Mom Steven-Tomang teman mom Sisca    Rp. 300.000
24. (13/12). Tiesmin Simatupang mom Marvel n Jeo  Rp. 400.000
25. (14/12). Cika teman mom Sisca Rp. 200.000
26. (14/12). Deandra Raynelle teman mom Sisca . Rp. 200.000
27. (14/12). Ci Ana Clara Motor teman mom Sisca  Rp. 1.000.000
28. (14/12). Yayan teman mom Sisca  Rp. 333.000
29. (15/12). Rahma bunda Gaffa teman mom Sisca  Rp. 150.000
30. (15/12). Alumni Damani & Friends teman-teman mom Sisca  Rp. 1.750.000
31. (15/12). Vrisca mom Dysca & Vida, Medan. Rp. 250.000
32. (16/12). Aloysia Maya (Canada) teman mom Sisca   Rp. 500.000

Total Dana Kasih LM Akhir di Mandiri Rp 14.233.000,-

 

** Pengeluaran **

  1. Pembelian Sembako di LotteMart   Rp. 1.897.790,-
  2. Pembelian kebutuhan sandang (handuk, pakaian, pakaian dalam, keset, gorden, sprei) total Rp. 1.540.000,-
  3. Tambahan pembelian 10 kaleng daging maling Rp. 190.000,-
  4. Pembelian 2 buah kasur lipat Rp. 600.000,-
  5. Pembelian 2 bantal washable Rp. 240.000,-
  6. Biaya bingkai frame foto banner 80×150 cm Rp. 200.000,-
  7. Pembelian 2DVD + 10 CD edukatif Rp. 140.000,-
  8. Pembelian cat tembok. Rp. 564.800,-

Total pengeluaran             (Rp. 5.372.590)

 

** Sumbangan Non – Cash **

  • Used Kursi Roda untuk Iyus & Irfan dalam keadaan baik dari Keluarga Tandjung teman mom Gerda
  • Used Kursi Pispot Stainless untuk Iyus & Irfan dalam keadaan baik dari Keluarga Tandjung teman mom Gerda
  • Used Komputer untuk Irfan dalam keadaan baik dari teman Riesa/mom Elis
  • Lemari dan meja tulis dalam keadaan baik dari client mom Yolanda
  • Cake dengan edible Gedung Sate Bandung dari mom Sisca
  • Foto Banner Iyus dan Irfan ukuran 80 cm x 150 cm dengan background Gedung Sate Bandung dari Melia Livita mom Alexa dan Kei, LM Surabaya

  

**Bantuan Modal Usaha**

Dana yang diserahkan dalam bentuk tunai untuk jadi modal usaha Ibu Erpih (Ibunya Iyus dan Irfan) adalah sebesar :
Rp. 38.210.410 yang dibulatkan menjadi Rp. 38.250.000,-

 Terima kasih banyak kepada teman-teman dan sahabat yang telah mengulurkan tangan untuk Iyus dan Irfan. Kiranya pintu-pintu rejeki dibukakan selebar-lebarnya bagi semua tangan yang telah terulur dan hati yang telah berbagi kasih, amin.

 

Proposal Loving Moms & Sahabat Berbagi Kasih untuk Iyus & Irfan, kakak beradik penderita lumpuh layu

Dear Loving Moms (LM) dan Sahabat LM tercinta,

Tak terasa kita telah tiba pada bulan terakhir di tahun 2010. Bagi banyak orang, bulan Desember merupakan bulan istimewa. Umumnya kita melakukan refleksi perjalanan hidup selama satu tahun di bulan ini. Tak sedikit yang menyusun rencana-rencana dan resolusi hidup untuk tahun berikutnya. Bagi umat Kristiani, bulan ini merupakan bulan penuh sukacita untuk menyambut dan merayakan Hari Raya Natal, saat paling tepat untuk berbagi kasih kepada sesama.

Bagi Loving Moms, bulan Desember juga merupakan bulan istimewa karena bulan ini kami kembali berkesempatan untuk berbuat baik untuk kemanusiaan di ladang amal melalui penggalangan dana bagi orang yang membutuhkan sebagaimana kebiasaan kami dalam lima tahun ini. Tergerak oleh sebuah informasi yang sangat menyentuh dari Sahabat Loving Moms tentang keluarga tidak mampu dimana dua dari empat anak laki-lakinya menderita lumpuh layu, dan hingga saat ini keduanya sudah tidak bisa berjalan maupun mengangkat tangannya, Loving Moms kembali menggagas Aksi Kasih Peduli Sesama yang kami namai “Loving Moms & Sahabat Berbagi Kasih untuk Iyus dan Irfan, kakak beradik penderita lumpuh layu”.

Kakak beradik ini mengalami kelumpuhan secara bertahap hingga akhirnya lumpuh total. Iyus (laki-laki umur 21 tahun) dan Irfan (laki-laki umur 14 tahun), kedua kakak beradik ini merupakan anak kedua dan ketiga dari satu keluarga tidak mampu dan hidup sangat sederhana di daerah Kosambi, Dadap, Tangerang.

Baru beberapa bulan lalu Loving Moms mendapat pengalaman berharga sekaligus kepercayaan yang sangat besar dalam  menggalang dana kasih untuk Rumi, balita 2 tahun yang awalnya menderita craniosysnostosis (penutupan ubun-ubun terlalu dini sehingga otak tidak mempunyai ruang untuk berkembang) kemudian belakangan didiagnosa menderita Microcephalus (volume otak tidak normal, sangat kecil sehingga membutuhkan berbagai terapi dan bahkan operasi untuk mengejar perkembangannya).  Kami mengucap syukur pada Tuhan YME bahwa Loving Moms memiliki kesempatan untuk berbuat sesuatu meski kecil demi meringankan beban hidup sesama.  

Loving Moms kembali terpanggil untuk melakukan penggalangan dana karena sangat bersimpati pada Iyus dan Irfan yang sehari-harinya tidak berdaya, tidak bisa beranjak dan hanya bisa menonton televisi seharian untuk menghabiskan waktu. Kami juga turut merasakan beratnya beban orangtuanya yaitu Ibu Erpi yang sehari-hari mengurus kedua anaknya yang lumpuh ini sambil berjualan telur asin jika ada yang memesan di sekitar rumahnya. Suaminya, Pak Ba’I bekerja serabutan menjadi tukang jika ada yang membutuhkan jasanya. Anak pertamanya laki-laki umur 23 tahun, saat ini bekerja sebagai debt collector sambil berjualan sendal jepit. Sedangkan anak bungsunya, anak keempat bernama Aplir, laki-laki umur 10 tahun masih duduk di kelas 3 SD Negeri di dekat rumahnya. 

Menurut bapak dan ibunya, Iyus dan Irfan mulai kehilangan keseimbangan karena otot-ototnya melemah secara bertahap sejak umur 5 dan 7 tahun. Meski telah diupayakan pengobatan dalam kondisi ekonomi keluarga yang yang pas-pasan, dan sempat dibantu oleh beberapa komunitas yang peduli, kondisi Iyus dan Irfan tidak mengalami perbaikan, malah semakin hari semakin kehilangan kemampuan otot-ototnya. Ketika kami tanyakan diagnosa dokter, Ibu Erpi dan Bapak Ba’I (orangtuanya) tidak bisa menjawab dengan yakin karena memang tidak mendapat keterangan yang lengkap. “Nama penyakitnya seperti bahasa Jepang, MDT atau sejenisnya” jawab ibunya.  Hasil pemeriksaan polio juga negatif.  Ada seorang sinshe yang menyatakan otot-ototnya sudah tidak bisa menerima “makanan”. Sementara dokter lain menyatakan ini kelainan genetik. Ketika kami tanyakan beberapa nama penyakit termasuk penyakit cikungunya, orangtuanya menjawab tidak. 

Iyus dan Irfan yang sudah berkali-kali dibawa beberapa komunitas yang peduli untuk periksa ke dokter, Rumah Sakit maupun pengobatan alternatif dan dinyatakan tidak bisa diobati. Keadaan ekonomi orangtuanya yang prihatin tidak memungkinkan dilakukan tindak lanjut pengobatan dan pemeriksaan hingga tuntas. Iyus dan Irfan tidak pernah mendapat kesempatan untuk diperiksa secara menyeluruh meski kisah hidupnya sudah ditayangkan di beberapa stasiun Televisi. Dengan keadaan ekonomi yang tergolong tidak mampu, prosedur panjang harus ditempuh dalam waktu lama dan meski semua surat-surat keterangan tidak mampu telah lengkap saat diajukan. Ibunya agak trauma karena meski sudah diurus semua surat, tidak ada tindak lanjut. 

Iyus, saat ini berumur 21 tahun. Keadaannya sangat memprihatinkan, badannya kurus dan semangatnya pun sudah hampir tidak ada. Pertama kali kehilangan keseimbangan di umur 5 tahun dari yang tadinya bisa berjalan mulai sering jatuh. Hingga akhirnya lumpuh layu dan sama sekali tidak bisa berjalan bahkan untuk mengangkat tangan dan jari-jarinya pada umur 12 tahun. Saat ini Iyus hanya terbaring di dipan kayu yang diletakkan di depan Televisi di rumahnya yang sangat sederhana. Tiap dua hari sekali Iyus diberikan obat pencahar agar bisa mengeluarkan kotoran.  

 

Ibunya terbata-bata ketika menceritakan bahwa menurut dokter, Iyus tidak akan berumur panjang. Hampir semua otot di persedian Iyus sudah tidak berfungsi, bahkan tangan dan lututnya bisa diputar dengan ke semua arah seakan sendinya sudah lepas dari tempat. 

Kami sungguh menahan haru ketika menanyakan apa keinginan Iyus, dia hanya mengatakan tidak ada. Untuk menggerakkan lehernya menoleh pun sudah tidak bisa, bahkan untuk menggerakkan satu jarinya sudah tidak bisa. Ketika ibunya datang, kami menanyakan lagi keinginan Iyus, yang dijawab dengan jawaban tak terduga, “Iyus dari dulu ingin sekali melihat Gedung Sate di Bandung”. What a simpe wish, dan sangat tidak kami duga. 

Adiknya, Irfan saat ini berumur 14 tahun. Pertama kali kehilangan keseimbangannya dengan melemahnya otot-otot dan sendinya pada umur 7 tahun. Hingga akhirnya lemah layu seluruh kaki dan tangannya pada umur 10 tahun. Sama seperti kakaknya, Irfan sempat bersekolah hingga kelas 3 SD. Hingga akhirnya terpaksa tidak sekolah lagi karena sering diganggu oleh teman-temannya. Irfan masih ingin memiliki keinginan yang kuat untuk belajar dan bersekolah, namun ketika masih bersekolah sering diganggu oleh teman-teman hanya dengan didorong pelan, Irfan sudah tidak bisa bangun dan bangkit dari posisi apapun. 

Berbeda dengan kakaknya yang sudah tidak bersemangat, Irfan masih memiliki semangat belajar yang tinggi. Irfan sangat pintar menurut ibu dan bapaknya, Irfan tertarik untuk tahu banyak hal melalui televisi maupun dari perbincangan sehari-sehari dengan ibu bapaknya. Irfan hafal nama banyak negara, Irfan senang mengutak-atik handphone Esia milik ibunya untuk tahu cara mengirim sms. Irfan masih bisa menggerakkan jari-jarinya untuk menekan tombol Play Station yang disumbang oleh seseorang untuknya. Irfan juga masih bisa menekan tombol remote Televisi. Irfan masih bisa menolehkan kepalanya jika dipanggil. Namun untuk mengangkat tangan dan kakinya sudah tidak bisa. 

Ketika kami tanyakan keinginannya, Irfan juga memberikan jawaban yang tidak kami duga. “Irfan ingin punya komputer supaya bisa membuka internet” katanya polos. Keinginan ini menunjukkan semangat ingin tahu dan ingin belajarnya yang belum padam. 

Beberapa stasiun televisi sudah pernah datang meliput dan menayangkan kisah Iyus dan Irfan.  Salah satunya pernah menayangkan kisah Iyus dan Irfan dan menyumbang uang sebesar Rp. 20 juta. Beberapa tahun kemudian kru televisi tersebut kembali berkunjung dengan membawa tim medis bagian tulang dan syaraf yang menyatakan hasil pemeriksaan kelumpuhan Irfan dan Iyus sudah tidak bisa diobati. Sehingga kisahnya tidak ditayangkan lagi.  Kisah Iyus dan Irfan juga pernah ditayangkan di sebuah televisi lainnya, dan hasilnya setelah itu terkumpul Rp. 13 juta dari pemirsa yang mengantarkan sumbangannya langsung ke rumah Iyus dan Irfan. 

Iyus dan Irfan yang sudah putus asa dengan pengobatan, meminta ibu dan bapaknya dibuatkan rumah, karena saat itu mereka hidup menumpang di rumah kakeknya dari pihak ibu. Satu komunitas Buddha dari Wihara tempat keluarga ini beribadah menyumbang sebidang tanah dan oleh orangtanya, uang hasil sumbangan itu digunakan untuk membangun rumah sederhana sesuai permintaan Iyus dan Irfan. 

 

Dana Kasih untuk Iyus dan Irfan

Demi melihat keadaan Iyus dan Irfan yang sangat memprihatinkan, kami Panitia Loving Moms & Sahabat Berbagi Kasih untuk Iyus dan Irfan dengan rendah hati mengetuk pintu hati para donatur, member Loving Moms dan juga para Sahabat Loving Moms yang selama ini selalu bermurah hati turut mengulurkan tangan membantu sesama pada berbagai acara aksi Peduli Kasih yang telah dilakukan oleh Loving Moms. 

Kiranya kami diperkenankan untuk menjadi perpanjangan tangan para donatur yang kami cintai untuk mengantarkan sedikit dari rizkinya, sebagian dari berkatnya untuk membantu meringankan beban saudara kita, Iyus dan Irfan dan kedua orangtuanya yang telah menghadapi begitu beratnya tantangan hidup. 

  • Kami berencana mewujudkan keinginan Irfan untuk memiliki sebuah komputer/laptop.
  • Jika memungkinkan, kami ingin mewujudkan keinginan Iyus untuk melihat Gedung Sate di Bandung.
  • Kami juga berencana menyerahkan bantuan berupa kebutuhan sembako.
  • Jika memungkinkan juga berencana untuk menyerahkan dana untuk membantu meringankan biaya hidup keluarganya.

Bagi para donatur yang terpanggil untuk mengulurkan tangan, Loving Moms menyediakan empat rekening kasih LM. Sumbangan berupa uang dapat ditransfer ke rekening bendahara ad hoc “Loving Moms dan Sahabat Berbagi Kasih untuk Iyus dan Irfan” : Elis Tjoa dan Sisca Gunawan.

Laporan Dana dan Penutupan Rekening Kasih

Kami akan melaporkan update laporan dana dan barang sumbangan yang kami terima setiap hari di milis dan blog Loving Moms hingga penutupan rekening Dana Kasih LM untuk Iyus dan Irfan pada:

 Jumat, 17 Desember 2010

 

Penyerahan Dana

Loving Moms mengundang para donatur yang berkenan mengunjungi dan menyerahkan sumbangan kepada Iyus dan Irfan pada:

Hari, tanggal:  Sabtu, 18 Desember 2010

Pukul:               10.00 WIB

Tempat:            Rumah Iyus dan Irfan di daerah Kosambi, Dadap, Tangerang

Karena lokasi rumah masih di daerah yang belum lengkap alamatnya, Panitia akan berkumpul di satu titik yang ditentukan pada pukul 09.00 WIB. Untuk bersama-sama berangkat menuju rumah Iyus dan Irfan. Mohon menghubungi Panitia jika berkenan ikut dan konvoi menuju lokasi.

 

Penutup

Kami sangat mengharapkan dukungan dan doa dari member LM dan juga para donatur tercinta, Sahabat LM. Gagasan berbagi kasih untuk Iyus dan Irfan ini ini hanya akan terlaksana jika ada dukungan dan doa dari bapak ibu saudara saudari semua. Sungguh alangkah indahnya bila kita semua bisa bergandengan tangan saling mendukung untuk meringankan beban sesama yang sedang membutuhkan. Tidak memandang agama, suku dan golongan. Karena sesungguhnya kita semua adalah sama di mata Tuhan, karena kasih dan rasa kemanusiaan sungguh mampu menembus semua batas yang ada.  Hal ini yang sudah terus terbukti pada setiap kegiatan Peduli Kasih Loving Moms selama lima tahun ini.

Mewakili Iyus dan Irfan, orangtuanya Ibu Erpi dan Bapak Ba’I, Loving Moms menyampaikan terima-kasih yang tulus dan besar-besarnya untuk setiap hati yang terketuk, setiap tangan yang terulur, setiap doa yang dipanjatkan bagi Iyus dan Irfan.

Kami berdoa agar Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan berkat, rizki dan kebahagiaan bagi donatur yang telah bermurah hati. Amin. Betapa kita bersyukur masih bisa terus berbagi berkat, berbagi rizki, berbagi kasih dan cinta.

Salam kasih,

Panitia Dana Kasih Loving Moms & Sahabat untuk Iyus dan Irfan

Ketua : Widia mom Timothy dan Joshua

Wakil : Gerda Silalahi mom Christabelle

Bendahara rekening BCA: Elis Tjoa mom Deven & Rui

Bendahara rekening Mandiri : Sisca Gunawan mom Davin & Laura 

Moderator Loving Moms,

Gerda Silalahi mom Christabelle

Nia Octaviani bunda Kayla & Natha

Jakarta, 9 Desember 2010