Proposal Loving Moms & Sahabat Berbagi Kasih untuk Iyus & Irfan, kakak beradik penderita lumpuh layu

Dear Loving Moms (LM) dan Sahabat LM tercinta,

Tak terasa kita telah tiba pada bulan terakhir di tahun 2010. Bagi banyak orang, bulan Desember merupakan bulan istimewa. Umumnya kita melakukan refleksi perjalanan hidup selama satu tahun di bulan ini. Tak sedikit yang menyusun rencana-rencana dan resolusi hidup untuk tahun berikutnya. Bagi umat Kristiani, bulan ini merupakan bulan penuh sukacita untuk menyambut dan merayakan Hari Raya Natal, saat paling tepat untuk berbagi kasih kepada sesama.

Bagi Loving Moms, bulan Desember juga merupakan bulan istimewa karena bulan ini kami kembali berkesempatan untuk berbuat baik untuk kemanusiaan di ladang amal melalui penggalangan dana bagi orang yang membutuhkan sebagaimana kebiasaan kami dalam lima tahun ini. Tergerak oleh sebuah informasi yang sangat menyentuh dari Sahabat Loving Moms tentang keluarga tidak mampu dimana dua dari empat anak laki-lakinya menderita lumpuh layu, dan hingga saat ini keduanya sudah tidak bisa berjalan maupun mengangkat tangannya, Loving Moms kembali menggagas Aksi Kasih Peduli Sesama yang kami namai “Loving Moms & Sahabat Berbagi Kasih untuk Iyus dan Irfan, kakak beradik penderita lumpuh layu”.

Kakak beradik ini mengalami kelumpuhan secara bertahap hingga akhirnya lumpuh total. Iyus (laki-laki umur 21 tahun) dan Irfan (laki-laki umur 14 tahun), kedua kakak beradik ini merupakan anak kedua dan ketiga dari satu keluarga tidak mampu dan hidup sangat sederhana di daerah Kosambi, Dadap, Tangerang.

Baru beberapa bulan lalu Loving Moms mendapat pengalaman berharga sekaligus kepercayaan yang sangat besar dalam  menggalang dana kasih untuk Rumi, balita 2 tahun yang awalnya menderita craniosysnostosis (penutupan ubun-ubun terlalu dini sehingga otak tidak mempunyai ruang untuk berkembang) kemudian belakangan didiagnosa menderita Microcephalus (volume otak tidak normal, sangat kecil sehingga membutuhkan berbagai terapi dan bahkan operasi untuk mengejar perkembangannya).  Kami mengucap syukur pada Tuhan YME bahwa Loving Moms memiliki kesempatan untuk berbuat sesuatu meski kecil demi meringankan beban hidup sesama.  

Loving Moms kembali terpanggil untuk melakukan penggalangan dana karena sangat bersimpati pada Iyus dan Irfan yang sehari-harinya tidak berdaya, tidak bisa beranjak dan hanya bisa menonton televisi seharian untuk menghabiskan waktu. Kami juga turut merasakan beratnya beban orangtuanya yaitu Ibu Erpi yang sehari-hari mengurus kedua anaknya yang lumpuh ini sambil berjualan telur asin jika ada yang memesan di sekitar rumahnya. Suaminya, Pak Ba’I bekerja serabutan menjadi tukang jika ada yang membutuhkan jasanya. Anak pertamanya laki-laki umur 23 tahun, saat ini bekerja sebagai debt collector sambil berjualan sendal jepit. Sedangkan anak bungsunya, anak keempat bernama Aplir, laki-laki umur 10 tahun masih duduk di kelas 3 SD Negeri di dekat rumahnya. 

Menurut bapak dan ibunya, Iyus dan Irfan mulai kehilangan keseimbangan karena otot-ototnya melemah secara bertahap sejak umur 5 dan 7 tahun. Meski telah diupayakan pengobatan dalam kondisi ekonomi keluarga yang yang pas-pasan, dan sempat dibantu oleh beberapa komunitas yang peduli, kondisi Iyus dan Irfan tidak mengalami perbaikan, malah semakin hari semakin kehilangan kemampuan otot-ototnya. Ketika kami tanyakan diagnosa dokter, Ibu Erpi dan Bapak Ba’I (orangtuanya) tidak bisa menjawab dengan yakin karena memang tidak mendapat keterangan yang lengkap. “Nama penyakitnya seperti bahasa Jepang, MDT atau sejenisnya” jawab ibunya.  Hasil pemeriksaan polio juga negatif.  Ada seorang sinshe yang menyatakan otot-ototnya sudah tidak bisa menerima “makanan”. Sementara dokter lain menyatakan ini kelainan genetik. Ketika kami tanyakan beberapa nama penyakit termasuk penyakit cikungunya, orangtuanya menjawab tidak. 

Iyus dan Irfan yang sudah berkali-kali dibawa beberapa komunitas yang peduli untuk periksa ke dokter, Rumah Sakit maupun pengobatan alternatif dan dinyatakan tidak bisa diobati. Keadaan ekonomi orangtuanya yang prihatin tidak memungkinkan dilakukan tindak lanjut pengobatan dan pemeriksaan hingga tuntas. Iyus dan Irfan tidak pernah mendapat kesempatan untuk diperiksa secara menyeluruh meski kisah hidupnya sudah ditayangkan di beberapa stasiun Televisi. Dengan keadaan ekonomi yang tergolong tidak mampu, prosedur panjang harus ditempuh dalam waktu lama dan meski semua surat-surat keterangan tidak mampu telah lengkap saat diajukan. Ibunya agak trauma karena meski sudah diurus semua surat, tidak ada tindak lanjut. 

Iyus, saat ini berumur 21 tahun. Keadaannya sangat memprihatinkan, badannya kurus dan semangatnya pun sudah hampir tidak ada. Pertama kali kehilangan keseimbangan di umur 5 tahun dari yang tadinya bisa berjalan mulai sering jatuh. Hingga akhirnya lumpuh layu dan sama sekali tidak bisa berjalan bahkan untuk mengangkat tangan dan jari-jarinya pada umur 12 tahun. Saat ini Iyus hanya terbaring di dipan kayu yang diletakkan di depan Televisi di rumahnya yang sangat sederhana. Tiap dua hari sekali Iyus diberikan obat pencahar agar bisa mengeluarkan kotoran.  

 

Ibunya terbata-bata ketika menceritakan bahwa menurut dokter, Iyus tidak akan berumur panjang. Hampir semua otot di persedian Iyus sudah tidak berfungsi, bahkan tangan dan lututnya bisa diputar dengan ke semua arah seakan sendinya sudah lepas dari tempat. 

Kami sungguh menahan haru ketika menanyakan apa keinginan Iyus, dia hanya mengatakan tidak ada. Untuk menggerakkan lehernya menoleh pun sudah tidak bisa, bahkan untuk menggerakkan satu jarinya sudah tidak bisa. Ketika ibunya datang, kami menanyakan lagi keinginan Iyus, yang dijawab dengan jawaban tak terduga, “Iyus dari dulu ingin sekali melihat Gedung Sate di Bandung”. What a simpe wish, dan sangat tidak kami duga. 

Adiknya, Irfan saat ini berumur 14 tahun. Pertama kali kehilangan keseimbangannya dengan melemahnya otot-otot dan sendinya pada umur 7 tahun. Hingga akhirnya lemah layu seluruh kaki dan tangannya pada umur 10 tahun. Sama seperti kakaknya, Irfan sempat bersekolah hingga kelas 3 SD. Hingga akhirnya terpaksa tidak sekolah lagi karena sering diganggu oleh teman-temannya. Irfan masih ingin memiliki keinginan yang kuat untuk belajar dan bersekolah, namun ketika masih bersekolah sering diganggu oleh teman-teman hanya dengan didorong pelan, Irfan sudah tidak bisa bangun dan bangkit dari posisi apapun. 

Berbeda dengan kakaknya yang sudah tidak bersemangat, Irfan masih memiliki semangat belajar yang tinggi. Irfan sangat pintar menurut ibu dan bapaknya, Irfan tertarik untuk tahu banyak hal melalui televisi maupun dari perbincangan sehari-sehari dengan ibu bapaknya. Irfan hafal nama banyak negara, Irfan senang mengutak-atik handphone Esia milik ibunya untuk tahu cara mengirim sms. Irfan masih bisa menggerakkan jari-jarinya untuk menekan tombol Play Station yang disumbang oleh seseorang untuknya. Irfan juga masih bisa menekan tombol remote Televisi. Irfan masih bisa menolehkan kepalanya jika dipanggil. Namun untuk mengangkat tangan dan kakinya sudah tidak bisa. 

Ketika kami tanyakan keinginannya, Irfan juga memberikan jawaban yang tidak kami duga. “Irfan ingin punya komputer supaya bisa membuka internet” katanya polos. Keinginan ini menunjukkan semangat ingin tahu dan ingin belajarnya yang belum padam. 

Beberapa stasiun televisi sudah pernah datang meliput dan menayangkan kisah Iyus dan Irfan.  Salah satunya pernah menayangkan kisah Iyus dan Irfan dan menyumbang uang sebesar Rp. 20 juta. Beberapa tahun kemudian kru televisi tersebut kembali berkunjung dengan membawa tim medis bagian tulang dan syaraf yang menyatakan hasil pemeriksaan kelumpuhan Irfan dan Iyus sudah tidak bisa diobati. Sehingga kisahnya tidak ditayangkan lagi.  Kisah Iyus dan Irfan juga pernah ditayangkan di sebuah televisi lainnya, dan hasilnya setelah itu terkumpul Rp. 13 juta dari pemirsa yang mengantarkan sumbangannya langsung ke rumah Iyus dan Irfan. 

Iyus dan Irfan yang sudah putus asa dengan pengobatan, meminta ibu dan bapaknya dibuatkan rumah, karena saat itu mereka hidup menumpang di rumah kakeknya dari pihak ibu. Satu komunitas Buddha dari Wihara tempat keluarga ini beribadah menyumbang sebidang tanah dan oleh orangtanya, uang hasil sumbangan itu digunakan untuk membangun rumah sederhana sesuai permintaan Iyus dan Irfan. 

 

Dana Kasih untuk Iyus dan Irfan

Demi melihat keadaan Iyus dan Irfan yang sangat memprihatinkan, kami Panitia Loving Moms & Sahabat Berbagi Kasih untuk Iyus dan Irfan dengan rendah hati mengetuk pintu hati para donatur, member Loving Moms dan juga para Sahabat Loving Moms yang selama ini selalu bermurah hati turut mengulurkan tangan membantu sesama pada berbagai acara aksi Peduli Kasih yang telah dilakukan oleh Loving Moms. 

Kiranya kami diperkenankan untuk menjadi perpanjangan tangan para donatur yang kami cintai untuk mengantarkan sedikit dari rizkinya, sebagian dari berkatnya untuk membantu meringankan beban saudara kita, Iyus dan Irfan dan kedua orangtuanya yang telah menghadapi begitu beratnya tantangan hidup. 

  • Kami berencana mewujudkan keinginan Irfan untuk memiliki sebuah komputer/laptop.
  • Jika memungkinkan, kami ingin mewujudkan keinginan Iyus untuk melihat Gedung Sate di Bandung.
  • Kami juga berencana menyerahkan bantuan berupa kebutuhan sembako.
  • Jika memungkinkan juga berencana untuk menyerahkan dana untuk membantu meringankan biaya hidup keluarganya.

Bagi para donatur yang terpanggil untuk mengulurkan tangan, Loving Moms menyediakan empat rekening kasih LM. Sumbangan berupa uang dapat ditransfer ke rekening bendahara ad hoc “Loving Moms dan Sahabat Berbagi Kasih untuk Iyus dan Irfan” : Elis Tjoa dan Sisca Gunawan.

Laporan Dana dan Penutupan Rekening Kasih

Kami akan melaporkan update laporan dana dan barang sumbangan yang kami terima setiap hari di milis dan blog Loving Moms hingga penutupan rekening Dana Kasih LM untuk Iyus dan Irfan pada:

 Jumat, 17 Desember 2010

 

Penyerahan Dana

Loving Moms mengundang para donatur yang berkenan mengunjungi dan menyerahkan sumbangan kepada Iyus dan Irfan pada:

Hari, tanggal:  Sabtu, 18 Desember 2010

Pukul:               10.00 WIB

Tempat:            Rumah Iyus dan Irfan di daerah Kosambi, Dadap, Tangerang

Karena lokasi rumah masih di daerah yang belum lengkap alamatnya, Panitia akan berkumpul di satu titik yang ditentukan pada pukul 09.00 WIB. Untuk bersama-sama berangkat menuju rumah Iyus dan Irfan. Mohon menghubungi Panitia jika berkenan ikut dan konvoi menuju lokasi.

 

Penutup

Kami sangat mengharapkan dukungan dan doa dari member LM dan juga para donatur tercinta, Sahabat LM. Gagasan berbagi kasih untuk Iyus dan Irfan ini ini hanya akan terlaksana jika ada dukungan dan doa dari bapak ibu saudara saudari semua. Sungguh alangkah indahnya bila kita semua bisa bergandengan tangan saling mendukung untuk meringankan beban sesama yang sedang membutuhkan. Tidak memandang agama, suku dan golongan. Karena sesungguhnya kita semua adalah sama di mata Tuhan, karena kasih dan rasa kemanusiaan sungguh mampu menembus semua batas yang ada.  Hal ini yang sudah terus terbukti pada setiap kegiatan Peduli Kasih Loving Moms selama lima tahun ini.

Mewakili Iyus dan Irfan, orangtuanya Ibu Erpi dan Bapak Ba’I, Loving Moms menyampaikan terima-kasih yang tulus dan besar-besarnya untuk setiap hati yang terketuk, setiap tangan yang terulur, setiap doa yang dipanjatkan bagi Iyus dan Irfan.

Kami berdoa agar Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan berkat, rizki dan kebahagiaan bagi donatur yang telah bermurah hati. Amin. Betapa kita bersyukur masih bisa terus berbagi berkat, berbagi rizki, berbagi kasih dan cinta.

Salam kasih,

Panitia Dana Kasih Loving Moms & Sahabat untuk Iyus dan Irfan

Ketua : Widia mom Timothy dan Joshua

Wakil : Gerda Silalahi mom Christabelle

Bendahara rekening BCA: Elis Tjoa mom Deven & Rui

Bendahara rekening Mandiri : Sisca Gunawan mom Davin & Laura 

Moderator Loving Moms,

Gerda Silalahi mom Christabelle

Nia Octaviani bunda Kayla & Natha

Jakarta, 9 Desember 2010

About these ads

One thought on “Proposal Loving Moms & Sahabat Berbagi Kasih untuk Iyus & Irfan, kakak beradik penderita lumpuh layu

  1. Pingback: Tweets that mention Proposal Loving Moms & Sahabat Berbagi Kasih untuk Iyus & Irfan, kakak beradik penderita lumpuh layu « Loving Moms -- Topsy.com

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s