Posted by: Loving Moms on: December 2, 2011
Pengantar
Dear Loving Moms dan Sahabat LM yang tercinta,
Kami berharap Loving Moms (LM) dan Sahabat LM dan keluarga berada dalam keadaan sehat dan berbahagia. Amin.
Baru saja kita memasuki bulan terakhir di tahun 2011, sebelas bulan sudah kita lewati dalam suka dan duka perjalanan hidup. Bulan terakhir di 2011 ini merupakan momen yang dipilih banyak orang untuk merenung kembali apa yang sudah dilakukan sepanjang tahun 2011. Bagi umat Kristen dan Katolik merupakan bulan yang penuh dengan sukacita menyambut perayaan Natal. Bulan Desember juga kiranya menjadi momen yang tepat untuk berbagi kasih dengan sesama tanpa memandang agama dan suku. Seperti tagline yang selalu diusung LM : Let’s Share Our Love With Everyone. Karena kemanusiaan dan kasih tidak mengenal perbedaan warna kulit dan agama.
Banyak yang sudah terjadi, yang kita boleh nikmati dan perjuangkan sepanjang tahun ini. Ada suka, ada duka. Ada tawa, ada airmata. Ada tangis haru, ada tangis sedih. Ada saat kita menikmati sukses, ada saat kita harus bersabar dibawah. Ada saatnya memberi, ada pula saat kita menerima. Ada saat kita mendapat kasih dan perhatian, ada pula saatnya kita yang membagi kasih dan memberi perhatian.
Dalam rangka membagi kasih dan memberi perhatian kepada sesama yang membutuhkan, Loving Moms kembali dengan rendah hati mengajak para Sahabat LM tercinta, donatur yang selama enam tahun ini telah berbaik hati dan bermurah hati membagi kasihnya kepada orang-orang yang membutuhkan lewat kegiatan amal LM & Friends.
Pada bulan puasa Agustus 2011 yang lalu, yang merupakan ulang-tahun LM keenam, Puji Tuhan, Alhamdulillah LM telah berbagi kasih dengan mengadakan acara LM Berbuka Puasa bersama anak-anak penderita kanker dari kalangan kurang mampu yang singgah di Rumah Kita jalan Percetakan Negara dan dengan anak-anak yatim piatu dan jalanan yang menghuni Panti Asuhan Nurul Iman di daerah Pasar Rumput.
Aksi Natal kali ini, LM ingin berbagi kasih dengan anak-anak jalanan yang singgah dan sekarang menetap di Rumah Singgah Griya Asih. Griya Asih berarti rumah yang menjadi sarana kasih Allah agar anak-anak jalanan dan terlantar dapat menjadi pribadi yang memiliki masa depan.
Griya Asih didirikan pada tahun 1996 oleh Ibu Christine Tuti Murniati atau lebih dikenal dengan Ibu Pandoyo yang merelakan rumahnya menjadi tempat penampungan sekelompok anak jalanan yang berlindung dari banjir besar yang melanda Jakarta pada 10 Februari 1996. Setelah pembicaraan dengan Romo Hendra Suteja SJ, diputuskan untuk mendirikan yayasan untuk melayani anak-anak jalanan dan terlantar. Kemudian Ibu Pandoyo dan anak-anak asuhnya menempati sebuah rumah, yang sebelumnya merupakan seminari. Rumah ini berlokasi di jalan Murdai 1, terletak di belakang rumah susun Rawasari, daerah Percetakan Negara.
Awalnya Griya Asih ini merupakan tempat singgah anak jalanan, dalam perkembangannya anak-anak ini disarankan agar tidak turun ke jalan agar fokus bersekolah. Anak-anak sekarang tertib tinggal dan menetap di Griya Asih tanpa harus mencari makan di jalan.
Griya Asih mengusahakan pendidikan untuk anak-anak jalanan yang ditampungnya. Tidak hanya menyedikan tempat tinggal, membina karakter dan memberikan perhatian dan makanan, pengurus yayasan memberi anak-anak pendidikan minimal setingkat sekolah menengah atas dan secara khusus diarahkan ke sekolah kejuruan agar mereka cepat mandiri. Dengan dana dari donatur, anak-anak ini disekolahkan di sekolah umum. Banyak diantara anak-anak ini yang berprestasi di sekolahnya.
Anak-anak yang ditampung dan dibina di Griya Asih berasal dari berbagai suku dan agama. Saat ini rumah singgah dihuni oleh anak-anak dari berbagai suku seperti Nias, Jawa, Flores, Batak, Ambon dll. Mereka menganut agama berbeda, Kristen, Katolik dan Islam.
Di tahun 2011 Griya Asih mengasuh 44 anak jalanan dan telantar yang duduk di bangku SD – SMK. Yang paling kecil duduk di kelas 4 sekolah dasar, sementara yang paling besar duduk di bangku SMK.
Dari 44 anak, ada 6 anak SD, 12 anak SMP, 17 anak SMK, sisanya adalah anak mengikuti kejar Paket tertinggal. 30 diantaranya beragama Kristen dan Katolik, 14 anak beragama Islam. Semua anak dibina sesuai dengan agama yang dianutnya. Setiap hari minggu anak-anak yang beragama Kristen dan Katolik mengikuti kebaktian di Gereja, pun setiap hari Jumat anak-anak yang beragama Islam beribadah di Masjid.
Alamat Yayasan GRIYA ASIH:
Jalan Murdai I/No.1 RT 008 RW 013
Cempaka Putih Barat
(Belakang Rumah Susun Rawasari), Jakarta Pusat
Telp : 0214254561
Acara LM & Friends Berbagi Kasih dengan anak-anak jalanan di Griya Asih
Dengan sukacita, LM mengajak para donatur untuk berbagi kasih dengan anak-anak di Rumah Singgah Griya Asih. Mari menghabiskan waktu sejenak bersama mereka, berbagi tawa dan sukacita, berbagi cerita dan nyanyian.
Waktu dan tempat:
Berkenaan dengan rencana diatas, dengan rendah hati LM mengajak para donatur, Sahabat LM berkenan berbagi kasihnya dengan anak-anak di Griya Asih. Adapun kebutuhan Griya Asih dari hasil survey dan pembicaraan dengan pengurusnya adalah sbb:
Kebutuhan hidup sehari-hari
Sembako (beras, mie instan, tepung terigu, minyak goreng, kecap, garam dapur, bumbu masak, sarden, kornet, susu, dll)
Sapu lantai/sapu halaman, alat pel, pembersih lantai, sikat cuci, ember, gayung, sikat lantai, pengki
Selain dari kebutuhan diatas, LM berencana untuk membawa:
Untuk itu LM membuka Rekening Kasih LM hingga Jumat, 16 Desember 2011 pukul 12.00 siang. Update dana masuk akan dilaporkan setiap hari melalui milis LM, web LM dan juga facebook.
Atas perhatian, kasih dan bantuan para donatur LM, kami haturkan terimakasih yang sebesar-besarnya. Melimpahlah berkat, rahmat dan rizki bagi semua donatur kami yang telah berbagi kasih kepada orang-orang yang membutuhkan. Perhatian dan bantuan kasih dari LM & Friends akan sangat bermanfaat bagi anak-anak jalanan di Griya Asih. Amin.
Panitia Acara LM & Friends berbagi kasih dengan Griya Asih
Ketua : Gerda Silalahi mom Christabelle
Wakil : Helena mom Josiah
Bendahara : Cynthia Tania mom Nicho
Rika Silaen mom Nadine & Nathan
Lia Sihombing mom Gerrard & Ghea
Moderator
Gerda mom Christabelle (gerdafs@yahoo.com)
Nia bunda Kayla & Atha (nia_oktaviani@yahoo.com)
Profile Yayasan Griya Asih
Pengentas dan Pemberdaya Anak Jalanan dan Terlantar
Latar Belakang
Yayasan Griya Asih berdiri dilandasi oleh semangat cinta kepada sesama, khususnya anak jalanan dan terlantar. Kekerasan, pelecehan seksual, pelecehan hak-hak anak, narkoba, dan minuman keras sangat akrab dalam keseharian hidup anak-anak jalanan dan terlantar. Mereka harus berjuang keras agar dapat bertahan hidup, hampir tak ada waktu untuk bermain maupun bersekolah. Di usia yang masih sangat muda, mereka menjadi penopang ekonomi keluar, serta rentan menjadi obyek maupun subyek tindak kriminal. Akibatnya mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak yang sensitif, rendah diri, mudah curiga, dan dendam.
Visi
Anak yang sehat lahir dan batin, sadar akan jati diri dan martabatnya, serta dapat berperan dan secara positif di lingkungan hidupnya.
Misi
Menyelenggarakan rumah tinggal dengan membangun kehidupan keluarga besar “Griya Asih” sebagai pengganti keluarga anak. Berusaha agar “hak-hak anak” tetap terbela dan terlindungi.
Perkembangan Griya Asih
Pada mulanya, Christine Tuti Murniati atau lebih dikenal dengan Ibu Pandoyo merelakan rumahnya menjadi tempat penampungan sekelompok anak jalanan yang berlindung dari banjir besar yang melanda Jakarta pada 10 Februari 1996. Kemudian dalam perkembangannya, Ibu Pandoyo dan anak-anak asuhnya menempati sebuah rumah, yang sebelumnya merupakan seminari.
Kehidupan mereka pun dari tahun ke tahun semakin membaik dan anak-anak asuh Ibu Pandoyo semakin berkembang pesat hingga bisa mencapai 50-60 anak asuh. Dengan dibantu sekitar 10 hingga 12 orang pengasuh, Ibu Pandoyo mengasuh, merawat, dan memberikan mereka pendidikan secara formal dan spiritual. Mereka diterima pada usia 5 – 10 tahun dan pengasuhan diberikan sampai usia 18 tahun atau sampai mampu mendapat pekerjaan yang layak. Pngasuhan yang diberikan didasari suasana kekeluargaan. Setiap anak asuh mendapat perlakuan yang sama, dididik dan dibesarkan dengan penuh rasa kasih sayang.
Pada tahun 2006 Ibu Pandoyo, yang bernama lengkap Ibu Christine Tuti Murniati, meninggal dunia. Dengan meninggalnya Ibu Pandoyo, kepengurusan Yayasan Griya Asih (2006 s.d sekarang) adalah Alexander J. Suwardi (Ketua Yayasan dan pimpinan panti asuhan). Dalam mengurus yayasan, ia dibantu pengurus antara lain: F.M. Sri Sulistyawati (Sekretaris merangkap Pelaksana Harian, Bagian Administrasi, Keuangan, Pelayanan Pendampingan, dan Tata Laksana Rumah Tangga), serta Fransiskus W. Prawito (Bendahara).
Recent Comments