Proposal LM Peduli Rumah Kita

PROFILE LOVING MOMS

Salam kenal dari Loving Moms, rumah kedua bagi Ibu penuh cinta.

Loving Moms lahir pada tanggal 29 September 2005 dan saat ini dimiliki dan dicintai bersama oleh 120 membernya. Berawal dari keinginan para ibu muda untuk saling berdiskusi, bertukar informasi, berbagi resep, berbagi rasa alias curhat tentang bayi, balita dan diri sendiri sebagai orangtua baru yang terus belajar agar bisa memberikan yang terbaik bagi anak dan keluarga, terbentuklah komunitas virtual yang sekarang telah menjadi keluarga besar penuh cinta bernama Loving Moms (“LovMoms, LM”).
Dalam perjalanannya, Loving Moms telah menjadi rumah kedua bagi membernya yang saling membantu berbagi informasi dalam mengurus bayi dan balita, menjadi tempat curhat dan berbagi rasa dengan sesama perempuan dan moms, dan menjadi tempat mencari teman alias sahabat. Seiring waktu berjalan, persahabatan dan persaudaraan yang indah telah lahir dari milis ini, membuat membernya bersatu hati dalam SATU VISI: ‘Membagi cinta dan kasih dengan semua orang’. Sesuai dengan NAMANYA: Loving Moms yang berarti Ibu penuh cinta. Dan sesuai dengan TAGLINENYA: ‘Let’s Share Our Love With Everyone’. Loving Moms berkomitmen untuk terus BERBAGI KASIH & CINTA dengan orang-orang yang membutuhkan tanpa memandang perbedaan suku, ras maupun agama. 

Member LM sering mengadakan copy darat di berbagai tempat dan mengadakan arisan sekaligus share rutin tentang parenting dan kesehatan anak di rumah member secara bergantian.

Selain itu Loving Moms selalu berusaha berbagi kasih dengan orang yang membutuhkan melalui acara-acara sosial seperti: 

1)      29 September 2006 (ultah LM pertama) mengundang anak-anak Panti Asuhan Nurul Iman, Pasar Rumput ke Texas Fried Chicken di Cikini untuk bersama-sama bergembira merayakan ultah pertama milis dengan aneka games, hadiah dan hiburan sulap. LovMoms menyerahkan sumbangan yang dikumpulkan melalui fund raising di milis, yang berhasil mengumpulkan sumbangan berbentuk cash dan non-cash termasuk diantaranya baju koko dan baju gamis bagi seluruh anak Panti untuk merayakan Lebaran, berbagai barang dan sembako bagi operasional panti. 

2)      17 Des 2006 Loving Moms mengadakan Kunjungan Kasih ke Panti Jompo Karya Kasih, Kwitang. LovMoms mengajak para oma berbahagia menyambut Natal 2006, berjoget dan bernyanyi bersama dengan sukacita dengan hiburan band. LovMoms juga menyerahkan sumbangan cash dan non cash yang diperoleh dari fund raising. Oma-oma di Panti sangat senang mendapat seragam baru dari LovMoms untuk dipakai ke gereja. Sebuah Quilt buatan tangan Linda mom Jojo di Duri (salah seorang member LM) terpajang indah di dinding Panti Jompo Karya Kasih hingga hari ini. 

3)      Awal Februari 2007 pada saat Jakarta menghadapi bencana banjir besar, LovMoms mengunjungi korban banjir yang tinggal di Bantaran Kali Pasir, Kwitang untuk menyerahkan sumbangan dari member LM (sembako, pakaian layak pakai, susu). 

4)      29 September 2007 (ultah LM kedua) mengunjungi Rumah Autis Dhuafa Yayasan Cahaya Keluarga Kita -YCKK-. LovMoms kembali menyerahkan bantuan cash dan non cash (sembako, THR Lebaran untuk pengurus, education toys untuk anak autis dan goody bags berisi berbagai macam barang). Anak-anak autis sangat bergembira mendapatkan hadiah mereka berupa berbagai educational toys, alat musik, buku, dll. Para pengurus dan orangtuanya sangat terharu menerima alat peraga dan berbagai barang yang selama ini mereka butuhkan untuk menunjang kegiatan terapi bagi anak-anak autis disana.

5)      15 Des 2007 LovingMoms mengadakan Kunjungan Kasih ke Panti Asuhan Kristen Abigail Pamulang. Anak-anak Panti mendapat kebahagiaan natal bersama LovMoms dengan suguhan sulap dan hiburan Band. Fund raising kali ini benar-benar luar biasa, membuat LovMoms berhasil mewujudkan semua mimpi anak-anak dan pengurus Panti Abigail. Enampuluh anak yatim di Panti Abigail mendapat sepatu baru sebagai hadiah natalnya, 6 set meja makan dan kursi yang menjadi impian selama ini telah tersedia di ruang makannya, semua kamar mandi yang selama ini rusak telah diperbaiki. Sembako juga tersedia dengan cukup. Gorden baru, mainan dan berbagai buku mereka dapatkan dengan sukacita. 

Foto-foto acara dapat dilihat di :

http://lovingmoms.blogs.friendster.com/

 

Tim Modie terdiri dari:

Gerda mom Christabelle       

Nia bunda Kayla                  

 

 

 

LM PEDULI RUMAH KITA

Selasa 26 Agustus 2008 By Yuno dan Gerda

 Menyambut ulangtahun ketiga LovingMoms pada 29 September 2008, LM kembali ingin berbagi kasih dan cinta. Kali ini anak-anak penderita kanker yang berasal dari keluarga tidak mampu dan singgah di Rumah Kita menjadi tujuan LM. Berikut ini adalah hasil survey LM ke Rumah Kita.

 

KONDISI RUMAH KITA

Rumah Kita terletak di belakang Masjid Almarhamah, Percetakan Negara XI no. 32. Kita harus memasuki gang sempit kurang dari 2 meter untuk tiba di Rumah Kita yang terletak di lingkungan rumah petakan yang saling berimpitan. Rumah ini dikontrak oleh Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), digagas oleh Pinta Manullang dan Ibu Ira. Pinta  juga berjuang untuk kesembuhan anaknya yang menderita kanker darah atau leukemia, anaknya baru saja menjalani transpalansi sumsum tulang belakang dari adik kandungnya.

Rumah Kita dikontrak untuk jangka waktu 2 tahun (Rp. 9 juta/tahun) yang akan berakhir pada bulan Desember 2008. Pada awalnya, tetangga sekitarnya menolak kehadiran rumah singgah ini karena takut tertular penyakit kanker. Baru setelah didatangkan dokter ahli kanker memberikan penjelasan kepada RT dan tetangga sekitarnya, Rumah Kita bisa berdiri dengan tenang dan bahkan mendapat bantuan dan dukungan dari tetangga-tetangganya.

Rumah Kita berukuran 3 x 16 meter. Seluruh ruangan dibuat terbuka tanpa pintu dan penyekat selain setengah tembok sebagai pemisah tiap ruangan. Ruangan pertama adalah ruang tamu ukuran 3 x 3 meter yang merangkap sebagai ruang TV, baca dan berkumpul para orang-tua dan anak-anak. Ruangan kedua adalah ruang tidur terbuka dengan 2 lemari gantung serta 2 kasur ukuran sedang yang disandarkan ke dinding. Ruang ketiga adalah  kamar tidur serupa dengan daya tampung 3 tempat tidur. Biasanya anak dan ibu tidur berdua di kasur tersebut, sementara bapaknya tidur di ruang tamu bersama dengan bapak yang lain. Setelah ruang tidur terdapat ruang makan, lengkap dengan kursi dan meja makan, terdapat 1 buah kulkas 2 pintu. Ruangan terakhir adalah dapur dan kamar mandi yang bersih.

Kesan pertama kami menginjakkan kaki kesana, Rumah Kita sangat bersih dan cukup rapi. Anak-anak yang tinggal disana. Walaupun sedang menderita kanker yang cukup berat, anak-anak ini tetap kelihatan, ceria, segar dan bersemangat. Jauh dari kesan sakit, sedih dan tidak terawat.

Rumah Kita memiliki daya tampung 5 pasien beserta keluarga, namun apabila keadaan mendesak mereka memaksakan menampung hingga 8 pasien dan keluarga. Karena sifat pengobatan penderita kanker yang terus menerus (satu kali kemo/laser/opname dalam 2-3 minggu), maka biasanya penghuni rumah tersebut bergantian mengisi kamar-kamar tersebut. Saat ini tercatat ada 38 penghuni aktif yang melakukan rotasi untuk singgah dan tinggal di Rumah Kita. Tarif yang dikenakan untuk singgah hanya Rp.5.000/hari. Dengan begitu mereka bebas untuk memasak karena sembako pokok (beras, gula, teh, air mineral) disediakan dari rumah kita/yayasan/donatur, keluarga pasien hanya perlu menyediakan dan memasak lauk-pauknya saja. Selain itu, keluarga pasien bebas mandi, menginap dan masak di Rumah Kita selama mereka membutuhkannya.

ANAK-ANAK PENDERITA KANKER DI RUMAH KITA

Saat ini ada 6 pasien yang sedang tinggal di Rumah Kita karena sedang menunggu jadwal Kemoterapi di RSCM.

Akbar, anak laki-laki 6 tahun, menderita kanker mata.

Kedua matanya sudah tidak dapat melihat sama sekali. Akbar berasal dari Ternate, ayahnya seorang Polisi. Mereka sudah hampir 1 tahun menetap di Rumah Kita. Adik Akbar yang masih kecil hanya sempat dirawat oleh ibunya hingga umur 3 bulan, sekarang sudah berumur 1,3 tahun terpaksa ditinggal di Ternate untuk dirawat oleh saudara ibunya. Untuk pengobatan matanya tersebut Akbar telah menjalani penyinaran sebanyak 20 X dan kemoterapi sebanyak 12 X. Walaupun Akbar sudah tidak dapat melihat total, namun keceriaan tidak pernah hilang dari Akbar. Subhanallah, benar-benar anak yang kuat mental.  Kami sempat bertanya, “Akbar nanti puasa kan? Mau hadiah apa kalo berhasil puasa?” Akbar menjawab dengan kencang: “Mobil…Pesawat…Busway” 

Pada waktu pertama kali tiba di Rumah Kita, Akbar sangat kecil, beratnya cuma 9 kg. Setelah matanya dioperasi dan tumor matanya diangkat, Akbar semakin sehat dan semakin gemuk. Namun rupanya kanker itu menyebar ke matanya sebelah kanan hingga keduanya tidak bisa melihat lagi dan  harus terus menjalani kemoterapi dan laser. Kepalanya sekarang botak karena terus menerus menjalani kemo dan laser. Akbar tidak bersekolah.

 Rachel, anak perempuan 11 tahun, asal Cikarang, menderita Leukimia.

Fisik anak penderita kanker jelas terlihat pada diri Rachel, rambutnya menipis dan rontok karena efek radiasi dan kemoterapi. Rachel tadinya bersekolah di BPK Penabur Cikarang hingga kelas 4 SD. Namun setiap pulang sekolah, Rachel mengeluh sakit, lemas dan sesak. Setelah dilakukan pemeriksaan darah lengkap, diketahui bahwa Rachel menderita Leukemia dan wajib menjalani kemoterapi. Rambutnya selalu rontok setiap habis kemo hingga botak, tapi kemudian tumbuh lagi sehingga potongan rambutnya cepak. Kami bertanya, “Rachel masih sekolah?” Rachel menjawab, “iya masih” Rupanya ibunya masih bersemangat menyekolahkan Rachel di Sekolah Negeri agar tidak terlalu berat mengikuti pelajaran di BPK Penabur.

 Sonia, anak perempuan 11 tahun, asal Pandeglang menderita kanker otot.

Berawal dari rasa sakit di kaki yang tidak pernah hilang, sang ibu terus berjuang untuk mengetahui apa yang diderita anaknya. Pengobatan yang diberikan sekian lama ternyata hanya untuk mengurangi rasa sakit kaki yang biasanya datang menjelang Maghrib hingga pukul 1 atau 3 dini hari. Sakit tak tertahankan itu terus konstant datang setiap hari. Setelah ada tonjolan di pinggul Sonia, barulah dokter menduga sakit yang selama ini diderita adalah kanker otot. Saat ini Sonia masih bisa berjalan, namun dengan kondisi pincang. Obat yang dimasukkan sangat keras melalui kemo, karena Sonia menderita kanker otot yang terbilang sangat berat. Rambutnya sering rontok setiap habis kemo. Sonia acap kali tidak sanggup meminum dan memakan apapun setelah kemo saking mualnya. 

Zidan, bayi laki-laki umur 18 hari, asal Batam, penderita tumor.

Bayi mungil dan ganteng ini terlahir dengan benjolan sebesar buah mangga di bawah telinga kirinya. Ibunya baru tahu ada kelainan ini setelah 3 jam melahirkan. Pemeriksaan jaringan otot tersebut baru akan dilakukan pada hari Jumat ini di RSCM. Alhamdulillah sang Ibu mengikuti anjuran dokter untuk terus memberikan ASI bagi Zidan agar daya tahan tubuhnya kuat. Ibunya sangat senang ketika kami mengutarakan rencana membelikan baju lebaran bagi anak-anak Rumah Kita. “Zidan dapat juga dong? Alhamdulillah, katanya”

Yulia, anak perempuan 8 tahun, penderita kanker ovarium.

Wajahnya cantik-ayu membuat kami tersentak ketika mendengar Yulia sudah terserang kanker ovarium di usianya yang masih belia. Penyakit itu sendiri diketahui setelah sang Ibu curiga melihat perutnya yang terus membesar. Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan nyawanya adalah dengan mengangkat indung telur dan rahimnya. Kami tak sanggup menahan air mata haru melihat sang Ibu meneteskan air mata dan mengatakan “Tolong jangan sampai Yulia tahu, yang terpenting saat ini bagaimana nyawanya bisa diselamatkan”

Sandy, laki-laki umur 3 tahun, penderita kanker syaraf.

Kami tidak sempat berbincang dengan Sandy dan orang tuanya karena pada saat itu mereka sedang melakukan pengobatan di RSCM menjalani kemoterapi.Sandy menderita kanker syaraf yang juga telah menggerogoti mata kirinya hingga buta.

PENGOBATAN MEDIS

Untuk pengobatan, para orang tua anak-anak di Rumah Kita menggunakan GAKIN (kartu miskin) dan dapat dilayani RSCM meskipun dengan prosedur panjang dan berbelit. Dengan mengandeng anak kecil yang sedang kesakitan karena kanker yang dideritanya, ibu dan anak kerap harus dipimpong kesana kemari.

Tidak semua biaya terutama obat-obatan ditanggung sepenuhnya oleh karena adanya GAKIN. Obat-obatan yang tidak tersedia di RSCM harus mereka tebus dengan dana sendiri dari apotik di luar RSCM.  Hal tersebut cukup sering dialami oleh Ibunda Rachel yang harus menebus obat tertentu sebanyak 15 ampul yang harga per ampulnya Rp. 75.000. Begitu pula dengan ibunda Sonia yang harus menebus obat post-pamid sebanyak 22 ampul di luar dengan harga jutaan.

Pengobatan yang panjang ini sangat membutuhkan biaya karena tidak sepenuhnya ditutup oleh Gakin. Selain itu mereka juga harus menyediakan dana untuk hidup, transportasi, dll sementara salah satu dari orangtua (ayah atau ibu) harus tetap mendampingi anak yang sakit terus menerus. Dengan begitu yang mencari nafkah hanya satu orang, anaknya yang lain (saudara dari penderita) harus rela diasuh oleh saudara atau orang lain yang bukan ibunya.

APA MEREKA BUTUHKAN?

Makanan

Anak-anak penderita kanker memiliki banyak pantangan makanan, seperti anti MSG, pengawet, pewarna, mie instant, jenis-jenis kudapan seperti Chiki, Cheetos dan sejenisnya, segala makanan yang dibakar. Untuk susu, tidak semua anak bisa mentolerir susu. Makanan yang biasanya disediakan adalah “back to nature” seperti buah-buahan segar, sayuran hijau dan telor.

Mainan

Di Rumah Kita telah tersedia sedikit mainan, biasanya para orang tua membawakan mainan kesukaan masing-masing anak. Sehari-harinya anak-anak itu lebih sering menghabiskan waktu menonton TV kecil di ruang tamu.

Buku-buku

Anak-anak di Rumah Kita berumur antara bayi 18 hari hingga anak 12 tahun. Buku-buku seharusnya disesuaikan dengan umur anak-anak tersebut. Ada beberapa buku terpajang diruang tamu, serial buku komik, ensikopledia, ilmu pengetahuan mengenai penyakit kanker. Namun tidak terlihat buku hard-cover bergambar untuk usia batita. Menurut kami bukunya masih kurang mencukupi untuk bisa dipakai mengisi waktu anak-anak tersebut dengan kegiatan yang mendidik.

APA YANG DAPAT KITA (LOVINGMOMS) LAKUKAN UNTUK MEREKA (RUMAH KITA)?

 

Memberikan sumbangan

Sembako

Secukupnya, mengingat rumah yang kecil dan daya tampung sedikit). Bisa berupa beras, minyak goreng, kecap, gula, telur dan pernak-pernik dapur yang bukan pantangan penderita kanker.

Educational toys, crayon, buku gambar dll

Ini sangat penting. agar anak-anak itu punya kegiatan yang bermanfaat mengisi waktunya selain dari menonton TV)

 Peralatan kebersihan dan peralatan mandi

Untuk dipakai oleh keluarga dan anak-anak Rumah Kita. Bisa berupa detergent, pewangi, sampho, sabun, pasta gigi, sikat gigi, pewangi lantai, dll.

Sisa dana diserahkan untuk bantuan pengobatan dan operasional Rumah Kita.

 

Mengadakan acara Buka Bersama Rumah Kita

Tujuan acara adalah untuk menghibur anak-anak penderita kanker dan keluarganya, memupuk kebersamaan dan berbagi cinta bersama LovingMoms di hari ulangtahun kedua LM yang bertepatan dengan bulan puasa.

Detail rencana kegiatan:

Tempat: The Corner Restoran. Berlokasi dekat dengan lokasi Rumah Kita, tepat di ujung jalan Salemba Tengah berseberangan dengan UI Salemba.

Hari, tanggal, waktu: Sabtu 20 September pukul 15:30 – buka puasa.

Acara : Ultah LM, penyerahan bantuan, games untuk anak-anak, buka bersama.

 SUMBANGAN CASH

Bagi yang terpanggil berbagi kasih, dana dapat ditransfer ke rekening yang disediakan panitia.

 

SUMBANGAN BARANG NON CASH

Bagi yang ingin menyumbang non cash, posko pengumpulan barang sumbangan di rumah Gerda, yang tidak jauh dari Rumah Kita.

Bagi yang sudah melakukan transfer, mohon konfirmasi ke Bendahara:

Tiesmin, Anna, dan Rina.

 

Kami sangat berharap kegiatan berbagi kasih ini dapat memberikan sedikit kebahagiaan melalui perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak penderita kanker dan keluarganya di Rumah Singgah yang selama ini terus berjuang meniti hari demi hari melawan penyakit ganas itu.

 

Hasil dari sumbangan anda akan kami laporkan rutin di milis dan blogs LM. Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang acara kunjungan kasih dan perkembangan sumbangan, silahkan mengunjungi blogs kami di http://lovingmoms.blogs.friendster.com/

 

Akhir Kata

Dear LovingMoms dan Sahabat LovingMoms…,

Mari kita bersatu hati, berbagi cinta, berbagi kasih dan memberikan yang terbaik yang bisa kita bisa bagi anak-anak penderita kanker di Rumah Kita.

Biarlah Tuhan yang Maha Esa melimpahkan berkat dan kebahagiaan bagi semua tangan yang memberi dan hati yang mendoakan dengan tulus. Diberkatilah orang-orang yang baik, yang memberikan bantuan kepada saudara yang membutuhkan.

Salam kasih,

Panitia Kunjungan Kasih LovingMoms ke Panti Asuhan Abigail

Ketua:               Yuno mom Fara dan Fira

Wakil:               Yuliana mom Zidan dan Naia

Bendahara:        Tiesmin mom Marvel dan Jeo

                         Rina mom Alyssa

                         Anna mom Zian

 

Moderator LM:

Gerda mom Belle

Nia bunda Kayla

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s