PROPOSAL BANTUAN KASIH UNTUK BERKAT ANUGRAH HUTAURUK

BANTUAN KASIH UNTUK BERKAT ANUGRAH HUTAURUK, BOCAH YATIM PIATU UMUR 4.5 TAHUN PENDERITA AIDS DI RS PRINGADI MEDAN

Dear Sahabat,  

Berkat Anugrah HutaurukMohon maaf jika surat ini mengganggu kenyamanan dan ketenangan sahabat. Sungguh kami, para ibu yang tergabung di milis Loving Moms (LM) tidak bisa tinggal diam demi mengetahui penderitaan yang dialami Berkat Anugrah Hutauruk, bocah yatim piatu umur 4.5 tahun yang positif mengidap AIDS dan saat ini sedang dirawat di RS Pringadi Medan. 

 Kami tak kuasa menahan tangis dan sesak di dada, demi membaca kisah hidupnya yang sangat tragis. Berkat adalah anak bungsu dari 4 bersaudara, yang menjadi yatim piatu sejak kedua orangtuanya meninggal (ayahnya meninggal Des 08 dan ibunya Feb 09 lalu).  Keempatnya terpaksa hidup terpisah ditampung hidup di rumah saudara. Rumah neneknya dibakar karena warga kampung takut tertular, bahkan Berkat dan keluarganya pun diusir dari kampung.

Loving Moms mengadakan Fund Raising di milis dan menyebarkan proposal kasih kepada Sahabat LM yang kami cintai, yang selama ini tak henti mengulurkan tangan melalui LM untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Lewat dukungan dan kepercayaan Sahabat LM, telah banyak orang yang terbantu dan hidup lebih mudah. 

Dana Kasih untuk Berkat akan kami laporkan secara terbuka di blogs dan milis. Dana Kasih akan ditutup pada hari Senin 11 Mei 2009. 

Selasa, 12 Mei 2009 kami akan mengirimkan seluruh dana yang terkumpul ke rekening mandiri Komite HIV AIDS HKBP yang saat ini telah menempatkan relawannya (Sonti Erika Manik) di Medan untuk mendampingi Berkat dan keluarga. Selain itu, Bapak Eliakim Sitorus (teman baik moderator LM), seorang aktivis gereja HKBP dan relawan kemanusiaan yang pertamakali mengabarkan tentang Berkat juga rutin membesuk ke RS Pringadi. 

Jika ada diantara sahabat yang terpanggil ingin menitipkan sedikit perhatian untuk Berkat dan keluarganya. Untuk bersama-sama dikumpulkan dan dikirimkan atas nama Loving Moms dan Sahabat LM, kami menyediakan rekening BCA dan Mandiri. 

 Rekening Dana Kasih LM akan ditutup pada hari Senin, 11 Mei 2009. Mohon konfirmasi setelah transfer by sms.

 Terimakasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Sahabat yang berbagi kasih untuk ananda tercinta, Berkat Anugrah Hutauruk. Kami hanya bisa mendoakan Tuhan yang Maha Esa melimpahkan berkat bagi semua tangan yang memberi dan hati yang mendoakan dengan tulus. Berbahagialah orang-orang yang masih bisa berbagi kasih dan berkat.

 

Salam Kasih,

Let’s Share our Love With Everyone

Atas nama Loving Moms

Moderator

Gerda Silalahi (gerdafs@yahoo.com)

Nia Octaviani (nia_octaviani@yahoo.com)

 

************************

 

ELIAKIM SITORUS on 04/28/2009 02:24 PM

To:        Gerda Silalahi

Subject:        Tuhan yang Meringkuk.

Berkat Anugrah Hutauruk. Di papan pasien tertera Berkat. Saya temui di kamar ujung Zaal 3 anak RS Pirngadi Medan itu, seorang anak kecil berumur 4,5 thn terkulai di tempat tidur, kulit menyatu dengan tulang. banyak bekas borok di sekujur tubuhnya. Dia meringkuk. Di sampingnya berdiri seorang anak lelaki berumur 13 thn, itulah Afles abang si sakit Berkat. Di situ juga kutemukan boru Hutauruk dan suaminya Hutabarat. Satu lagi boru Hutauruk (ny. Panjaitan). Mereka adalah namboru (saudara perempuan bapak si Berkat almarhum) Berkat. Di rumah kedua namboru ini masing-masing sudah ditampung saudara perempuan Berkat dan Afles, setelah ayah mereka meninggal Desember 2008 lalu di RS Tarutung dan ibu mereka boru Sihombing meninggal februari 2009 di Medan. Keduanya dikebumikan di Lumban Baringin, Sipoholon, Taput. 

Aku tak bisa berkata apa-apa, kecuali mendengar’keluhan ketiga orang dewasa itu. “Sudah capek kami ditanyai orang, difoto, dijepret…”, katanya. Mungkin mereka menduga saya inipun “tukang potret” atau “tukang tanya-tanya”. Lalu saya jelaskan, saya tak akan bertanya, saya tak akan memotret, sekalipun tadinya ada keinginan untuk itu, kamera tak lagi kukeluarkan dari ransel. Ini isyarat dari mereka bahwa mereka tak mau dijadikan lagi objek…bertanya dan dipotret.

Saya menguatkan mereka. Sesungguhnya aku sudah mau menangis, tapi air mataku kubendung habis-habisan. Sebab jika sampai aku menangis di hadapan orang ini, akan luluhlah hatinya, mereka pun sudah siap untuk menangis sekarang. Aku ajak mereka berdoa bersama, setelah Nyonya Panjaitan, pergi memanggil Afles, yang tadi pergi ke luar ruangan. Kami berdoa bersama… Aku pamit, setelah memberi derma sedikit buat Afles, sambil berkata:”Jaga adikmu Berkat ya Afles, jangan takut”

Di gang jalanan RS Pirngadi Medan, tak tahan lagi aku menahan air mata, aku menangis…sambil berjalan keluar menuju tempat parkir…Baru kali ini kulihat langsung dengan mata kepala saya sendiri orang yang sekarat karena penyakit AIDS.

Ah… di wajah layu Berkat yang meringkuk itu, saya lihat wajah Tuhanku disitu…

 PS: Saya masih menunggu konfirmasi tentang pembakaran rumah dan pengusiran mereka dari Bahal Batu, Siborongborong. Tim Komite HIV AIDS HKBP dari RS HKBP Balige sedang jalan ke kedua desa itu. Semoga tak benar “pembakaran” dan “pengusiran”.

 Medan, Senin, 27 April 2009 pukul 18.30 WIB by Eliakim Sitorus

 

 

 Link berita tentang Berkat di berbagai surat khabar:

Pontianak Post

http://pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=17931

Mengunjungi Kampung Bocah Penderita HIV/AIDS

Dibawa ke ladang, rumah nenek diisukan dibakar

 

Harian Sumut

http://www.hariansumutpos.com/lihat-24720?bcsi_scan_B0551064D4B35FFF=0

 

Sempat Dikurung Seminggu di Kamar karena Warga Jijik

Perjalanan Bocah Kena AIDS Hingga Sampai di RSU Pirngadi (1)

 http://www.hariansumutpos.com/lihat-24721?bcsi_scan_B0551064D4B35FFF=0

 Darah 2 Kakak Berkat Diperiksa

Bocah 5 Tahun Terkena HIV/AIDS

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s