Laporan Acara LM & FRIENDS Berbagi Kasih untuk Khitanan Massal Anak Dhuafa

Minggu, 1 Juli 2012, pukul 08.00 WIB rombongan Loving Moms (LM) & Sahabat LM beserta anak dan suami yang terdiri dari:  

  • Nia Octaviani bunda Kayla & Atha
  • Melia Livita mom RoxanneJayden
  • Yunorina bunda Fara & Fira
  • Puti bunda Mayla & Abim
  • Dewi Ginting bunda Icha & Keya
  • Satyorini ibu Maia
  • Gerda Silalahi mom Christabelle
  • Elis Tjoa mom Deven & Rui
  • Tiesmin Simatupang mom Marcel & Jeo
  • Tania Simanjuntak mom Vida & Cello
  • Yannie Loppies mom Matthew & Jayson
  • Sahabat-Sahabat Loving Moms

Tiba di Sekolah Dasar (SD) Darut Tauhid, yang terletak di jalan Raya Cakung Cilincing Kp.Bedeng Rtm 011/05 Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing Jakarta Utara.  Sekolah ini merupakan binaan Yayasan Darut Tauhid yang diperuntukkan bagi anak-anak tidak mampu di sekitar Cilincing. Kondisi sekolah masih memprihatinkan dan sangat sederhana. Sekolah ini berdampingan dengan Masjid Darut Tauhid. 

Sekolah Darut Tauhid berlokasi di tengah lingkungan yang sebagian besar kaum marginal. Target bantuan LM & Friends adalah anak dhuafa hidup di daerah Cilincing dan sekitarnya yang sebagian besar berasal dari keluarga yang orangtuanya berprofesi sebagai pemulung, buruh kuli bangunan dan banyak pula yang tidak punya pekerjaan. Hasil kerja keras mereka hanya mampu menutupi biaya hidup sehari – hari, itupun masih sangat  berkekurangan. Mereka hidup dalam kondisi prihatin, bahkan tak jarang anak–anak ini terpaksa putus sekolah karena diajak untuk ikut memulung demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.  

Dengan keadaan yang demikian kita sadari bahwa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-haripun mereka sudah sangat kesulitan, maka khitan atau sunat bagi anak laki–laki dari kalangan ini menjadi hal yang mewah dan sulit dijangkau. Disinilah peran LM & Friends lewat kepedulian yang nyata bagi mereka.  

Dari yang semula diharapkan dapat mengumpulkan 100 anak dhuafa untuk dikhitan, oleh pihak Portalinfaq berhasil dikumpulkan sebanyak 60 anak, karena beberapa saat sebelum acara Khitanan Massal oleh LM bekerjasama dengan Portalinfaq, lebih dari 20 anak beberapa anak yang sudah sempat mendaftarkan diri sudah mengikuti acara khitanan massal di tempat lain.

Dimana hal ini merupakan hal yang baik bagi mereka, dan bagi LM pun tidak masalah, karena ternyata kelebihan dana yang tadinya disiapkan untuk mengkhitan 40 anak lagi bisa disalurkan untuk membantu pemeriksaan dan biaya operasi hernia Amos, seorang anak laki-laki umur 13 tahun, duduk di kelas 2 SMP. Amos sudah menderita hernia sejak lahir dan belum pernah diperiksakan ke dokter apalagi mendapat tindakan medis karena keterbatasan dana, Amos adalah anak kedua dari 5 bersaudara, ayahnya seorang supir dan ibunya tidak bekerja.  

Acara dimulai dengan sambutan di tenda dan kursi yang telah disiapkan di tengah lapangan sekolah. Dimulai dengan sambutan dari Portalinfaq oleh Donny, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Loving Moms yang diwakili oleh mom Melia dan mom Nia selaku ketua dan wakil ketua panitia dari LM hingga ucapan terimakasih dari orangtua yang diwakili oleh Pak Syarif selaku Kepala Sekolah Darut Tauhid tempat dilaksanakannya acara Khitanan Massal. Pak Syarif sangat banyak membantu dari mulai persiapan termasuk mencari dan melakukan persuasi kepada anak-anak yang akan dikhitan. 

Kemudian dilakukan penyerahan bingkisan kepada anak-anak yang diwakili oleh 7 anak. Anak-anak ini mendapat bingkisan berupa tas sekolah, buku dan perlengkapan tulis, perlengkapan mandi, handuk, baju koko, paket snack, makan siang, sembako dan amplop zakat. 

Selepas acara penyerahan bingkisan, dimulailah proses khitan yang dilaksanakan di 3 ruangan kelas SD Darut Tauhid yang dibuka sehingga memberi ruang yang cukup luas. Meski keadaan sekolah dan kelas serba sederhana, tidak mengurangi semangat paramedis dari Portalinfaq dan LM untuk terlaksananya acara. Satu persatu anak-anak dipanggil sesuai dengan gilirannya. Anak-anak yang belum dipanggil menunggu di bawah tenda sambil diajak mengikuti berbagai permainan oleh MC dadakan yaitu mommies LM dan tak ketinggalan para ayah dari LM.  

Seusai acara sunatan, dilaksanakan penyerahan sembako bagi masyarakat di sekitar Masjid dan Sekolah pelaksanaan acara, penyerahan 50 bingkisan perlengkapan sekolah bagi anak-anak di Darut Tauhid yang diterima oleh Pak Syarif selaku Kepala Sekolah. Juga dilakukan pembicaraan lebih lanjut dengan Donny dan Andy dari Portalinfaq untuk pendampingan Amos yang akan menjalani pemeriksaan dan operasi hernia dengan dana bantuan dari LM & Friends.  

Alhamdulillah, acara berjalan lancar, secara keseluruhan selama 4 jam mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Laporan berlangsungnya acara sunatan maupun persiapan LM dan panitia demi terlaksananya acara Khitanan Massal ini bisa dibaca di catatan renungan mom Melia dan bunda Yuno berikut ini.

  ~~~~~~

Gak apa le, ada Bapak disini, Bapaknya dicokot aja le, biar kamu gak sakit sendirian”

 Catatan renungan dari Melia Livita

Bukan yang hal baru dan bukan yang pertama, namun rasa selalu menjadi hal yang baru dan terbaharui.   

1 Juli 2012, berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan hari ini kami dari LM dan Sahabat LM akan mengadakan khitanan massal untuk anak-anak dhuafa di Cilincing, maka di hari itu sebelum jam 8 pagi, anak-anak dari sekitar Cilincing mulai berdatangan dan berkumpul di halaman sekolah  SD, yang kami gunakan untuk melakukan aksi berbagi ini. Anak-anak tersebut berdatangan didampingi oleh orang tua ataupun wali mereka.  

Selintas buatku, kejenuhan mengenai acara seperti ini mungkin ada pada pikiran orang-orang, namun harapan-harapan akan kesempatan seperti ini juga bagian dari penantian mereka.  

Setelah tata acara yang biasa dilakukan dalam pembukaan suatu acara selesai dilakukan, saya memilih untuk bergabung dan melihat langsung proses khitanan yang dilakukan di dalam satu ruangan kelas, di dalam kelas tersebut ada 6 tempat yang disediakan untuk anak yang akan dikhitan per kloter.  

Rasa penasaran akan bagaimanakah proses khitanan itu secara langsung membuat saya ikut aktif turun tangan membantu para medis untuk memegang si anak dan ikut menenangkan anak yang ketakutan atau kesakitan.  

Kebiasaan dalam mengamati tingkah laku membuat saya akhirnya melihat berbagai karakter dan cara masing-masing orangtua dalam menenangkan anak-anak mereka, juga akhirnya memperhatikan bagaimana trik-trik para medis untuk merayu anak-anak agar mau dikhitan, agar tidak ketakutan dan juga demi ketenangan orang tua yang mendampingi, bahkan saya juga ikut memperhatikan bagaimana anak tersebut menenangkan diri mereka sendiri.  

Ini menarik pikir saya, setelah saya merasa cukup melihat proses khitanan ini, saya mulai mengambil gambar dari kamera ponsel saya, juga mendokumentasikan beberapa proses melalui handycam salah satu kawan, sampai kemudian saya merasa sudah cukup dan juga ternyata ketertarikan saya bukan pada mendokumentasikan acara ini tetapi saya lebih tertarik untuk menyaksikan sisi lain yang saya lihat dan rasakan dari acara khitanan massal ini.  

Sambil menenggak segelas air mineral, mata saya terus menjelajahi seisi ruangan, kemudian saya melihat seorang bapak yang saat itu tidak sempat saya tanyakan namanya (ini “kebiasaan buruk saya” selalu mengentengkan arti sebuah nama), saat itu dia sedang memeluk anaknya yg akan di khitan, bocah 4 taun, dalam raungan tangis anak itu sambil teriak-teriak, “Pak pak.. aku takut pak”, kata si Bapak, “Gak apa le, ada Bapak disini, Bapaknya di cokot aja le, biar kamu gak sakit sendirian”, sambil nangis dia mengatakan itu berulang-ulang. Saya hanya bisa berbisik “sabar yah dek, sebentar lagi kelar”, ternyata si Bapak mendengar bisikan saya, dia berkata “Iya le, ini demi kamu le, nanti abis bisa mainan lagi, ya toh mbak?” dengan wajah penuh kucuran keringat dia terus menyemangati anaknya. Saya segera berlalu dari situ, sebelum air mata akan tumpah ruah disitu.  

Ruangan penuh dengan orang-orang lalu-lalang bergantian anak-anak yang akan dikhitan ini masuk dan didampingi oleh keluarganya, diantara riuh redam tangisan dan rayuan, ada satu keluarga yang anaknya sedang dikhitan, ibunya terduduk jongkok dibawah meja, sedangkan ayahnya memeluk anaknya yang sedang teriak-teriak ketakutan akan disunat, saya lalu ikut jongkok dan mengajak ibu itu ngobrol, “Kenapa buk? Gak kuat?”, Lalu kata si ibu, “Iya saya tak tega liat anak saya menangis begini, tapi ini bagus buat anak saya”, kemudian dia terus menerus menanyakan saya, “Sudah mbak? sudah anak saya?” Saya hanya senyum dan bilang, “sabar buk, anaknya udah tenang kok, sedang dijahit”, dan dia memberanikan melihat anaknya,sambil berterima kasih dan menyalami saya dengan linangan air matanya.  

Sembari berpikir dan merenung didepan kipas angin, karena saat itu saya mulai basah kuyup kepanasan, terlintas pada pikiran saya bagaimana keseharian orang tua anak-anak ini yah? Bagaimana keseharian anak-anak ini yah? Apakah mereka ikut orang tuanya memulung setiap hari? Namun walau betapa kerasnya hidup yang harus mereka jalani setiap harinya, begitu lembutnya hati orang tua ini terhadap anak-anaknya, begitu lepas mereka akan emosi dan air mata kala melihat anak-anak mereka yang ‘tidak berdaya’. Ketangguhan dan kekerasan garis wajah mereka bisa menjadi begitu lunak kala melihat anak-anak mereka merintih di meja sunat itu.   

Dalam keasikan saya melamun sambil ngadem. Perhatian saya kembali teralihkan sama seorang Bapak yang menggunakan seragam salah satu bakmi yang cukup terkenal di Jakarta, Bapak itu sedang ngobrol dengan anaknya sambil menunggu para medis menyiapkan alat untuk dikhitan, saya dekati mereka sambil menyapa saya bertanya, “Wah pak, kerja di bakmi ini?” Si Bapak tersenyum ramah sambil sedikit membungkuk, dia bilang “Iya buk”, saya risih dengan perlakuan seperti itu, saya katakan, “Pak, jangan gini donk bicaranya, kita santai aja”, lalu dia tertawa dan melanjutkan “saya kerjanya nanti siang buk, jadi saya sempatkan bawa anak saya dikhitan karena istri saya tidak berani menemani”, pikiran saya menerawang agak kejauhan sebenarnya, saya sampai memikirkan para pekerja-pekerja di restauran-restauran mewah sekalipun, pegawai-pegawai mereka masih membawa anak-anaknya ke khitanan massal seperti ini? Bagaimana dengan pendapatan mereka? Berapa pemasukan mereka dengan bekerja di restoran ternama seperti itu? Tidak adakah andil perusahaan tersebut untuk keluarga pekerja mereka?   

Karena semakin kepanasan, maka saya memutuskan untuk keluar ruangan terlebih dahulu, ketika hendak keluar, diselasar saya bertemu seorang Bapak yang sedang terduduk dan menangis, saya hanya melihatnya dari kejauhan, saya tahu diapun tak tega menyaksikan anaknya yang ketakutan di ruangan itu.  

Sebenarnya, proses khitan ini mungkin tidak seseram dan sesakit apa yang dirasakan anak-anak tersebut, tetapi doktrin awal akan rasa takut dan rasa sakit sudah menyelimuti mereka dan kekuatan pikiran akan ketakutan itulah yang dahulu menguasai anak-anak ini sehingga mereka begitu ketakutan dan bukan mereka saja tetapi pemikiran inipun melingkupi keluarga mereka.   

Namun tidak semua anak ketakutan, ada juga yang bisa dengan senyum bahkan melihat langsung proses dirinya di khitan, ada juga yg bersama orang tuanya menyanyikan lagu-lagu sambil dia dikhitan atau ada juga yang dibimbing orang tuanya membaca ayat-ayat doa, berbagai cara dan tingkah laku orang tua dan anak-anak ini yang saya saya saksikan seharian ini.  

Rasa haru dan rasa takjub yang saya temukan disini, lebih kepada melihat bagaimana kasih orang-orang tua itu terhadap anak-anaknya dengan segala keterbatasan mereka, demikian pula saya teringat akan apa yang dilakukan oleh donatur dan teman-teman LM dan Friends serta sukarelawan, semua ini dilakukan karena cinta dan keiklasan.  

Kita manusia hidup dalam segala keterbatasan, namun karena adanya cinta dan rasa kemanusiaan inilah maka yang terbaik dari kita bisa kita berikan bila itu ingin kita lakukan.   

Seperti kata Mother Theresa, “Not all of us can do great things. But we can do small things with great love.”

  ~~~~~~~~

Berikan yang terbaik bagi mereka yang kurang beruntung

 Catatan renungan Yunorina bunda Fara & Fira

 Hari itu pagi-pagi sekali saya sudah duduk manis di PATAS AC Bekasi-Kota menuju Asemka. Demikian pula wakil ketua panitia Bu Nia Octaviani yang datang dari arah Kebayoran dengan bus TransJakarta menuju kota. Kamipun bertemu di bank BCA dekat Asemka dan segera menarik dana tunai untuk keperluan belanja. Hari ini Loving Moms harus menuntaskan berbelanja keperluan sunatan dhuafa anak anak Cilincing.   

Masih terasa suasana pagi pasar Asemka yang dipenuhi oleh pedagang-pedagang yang mulai menggelar dagangannya, saat kami mulai mencari tas ransel untuk anak-anak sekolah. Satu persatu toko kami masuki, tapi tidak satupun yang sesuai dengan keinginan kami. Berulang kali ibu Nia mengecek kekuatan tali punggung, resleting dan dudukan busa di belakang tas.  “Tas ini harus kuat beberapa tahun untuk mereka pakai Yun”, demikian penjelasan Bu Nia.   

Bukan pekerjaan yang mudah, karena dengan budget terbatas, kami harus mengusahakan yang terbaik. Hampir seluruh toko di bawah jembatan Asemka itu kami masuki, namun tak satupun yang sesuai. Lalu kami beranjak ke blok di belakang Pasar Asemka dan kembali bertanya, menawar dan mengecek tas pilihan kami. Sekali lagi, tak ada tas yang sesuai.   

Kamipun putar haluan, mencari handuk terlebih dahulu di gedung bertingkat sebelah ruko-ruko yang kami datangi tadi. Toko yang kami datangin pertama kali adalah toko dimana LM pernah belanja handuk untuk charity sebelum ini. Kali inipun, handuk yang akan kami beli, kami pegang-pegang, rasakan, untuk memastikan cukup tebal dan menyerap air.   

“Beli yang karakter aza bu, banyak kok ambil yang gitu”, begitu tawaran sang penjual yang mungkin mulai ‘pusing’ dengan permintaan kami. Handuk ukuran sedang, berbahan katun, agak tebal, tanpa warna pink. Setelah memutuskan pilihan dan bernegosiasi untuk mencabut beberapa warna pink, penjual pun berkata “Ok, bu kami cek ke gudang dulu ya!”.   

Tiba-tiba bu Nia berujar, “Yun, coba dikau pergi sama Gerda, cari tas ransel ya”, katanya untuk menyingkat waktu belanja kami.  Saya pun kembali berputar-putar mencoba mencari tas yang memadai, dan kembali pula kekecewaan terbersit di wajahku, karena jumlah barang tersedia dan harga yang tak sesuai selalu menjadi kendala.   

Akhirnya kami putuskan untuk pindah ke ITC Mangga Dua, dengan harapan akan menemukan lebih banyak pilihan di sana. Dan, alhamdulillah, memang kami langsung mendapatkan tas bagus kuat sesuai keinginan kami.  Jam-jam berikutnya kami masih sibuk menyelesaikan belanjaan untuk para Dhuafa dan tak terasa waktu telah menunjukkan pukul pukul 4 sore. 

Kalau kami ingin cepat, sebenarnya bisa saja jam 12 kami telah menyelesaikan belanjaan kami. Tapi, karena Loving Moms selalu ingin membahagiakan orang-orang yang kurang beruntung dengan sekuat tenaga maka kamipun rela berjam-jam untuk mendapatkan yang terbaik untuk mereka…..

 

LAPORAN DANA

Total dana yang masuk ke rekening LM & Friends Berbagi Kasih untuk Kitanan Massal Anak Dhuafa di Cilincing pada tanggal 19 Juni 2012 adalah sebagai berikut:

  • Dana Kasih LM & Friends   Rp. 66.788.000,- 
  • Sumbangan zakat dari Sahabat LM  Rp. 11.000.000,- 
  • Hasil penjualan Tshirt LM    Rp.   6.710.000,-,

Total yang disalurkan untuk pelaksaan acara Khitanan Massal adalah sebesar  Rp. 84.498.000,- 

Terima-kasih untuk kasih, cinta dan kepeduliannya kepada anak-anak dhuafa di Cilincing yang membutuhkan bantuan. Terima kasih untuk semua member LM, sahabat LM, keluarga LM yang telah berpartisipasi. Melimpahlah kiranya berkat dan rizki kepada para donatur yang murah hati. Amin.

  ~~~~~~~~~~~~~

 

Laporan Pemasukan Dana Kasih LM & Friends untuk Khitanan Massal Anak Dhuafa

 * per 30 Juni 2012

  • Rekening BCA  a/n D. Sanita Laviani :    Rp. 38.488.000,-
  • Rekening BCA  a/n Elis Tjoa :    Rp 20.200.000,-
  • Rekening Mandiri a/n Intan Mustika Anggraeni (Anggie) : Rp. 8.100.000,-

GRAND TOTAL DANA KASIH LM & FRIENDS :    Rp. 66.788.000,-

Laporan Pemasukan Dana Kasih LM & Friends untuk Khitanan Massal Anak Dhuafa Melalui Penjualan Kaos Loving Moms

Total 122 pcs, Profit untuk pembelian 110 baju koko = Rp. 6.710.000 

Sumbangan Non Cash 

  • Kipti – Sahabat LM – teman mom Dewi Ginting = 100 buku & peralatan tulis
  • Vera – Sahabat LM – teman mom Dewi Ginting = 19 Sarung

Laporan Pengeluaran untuk Khitanan Massal Anak Dhuafa

Rincian Pengeluaran Dana Sumbangan: 

No

Item / Jenis

Harga/unit

Jumlah

Total

1. Biaya Dokter

Rp 250.000

110

Rp  25.000.000
2. Kekurangan untuk pembelian baju koko, sarung, peci

 

 

Rp      140.000*
3. Nasi Box – Makan siang

Rp  20.000

250

Rp    5.000.000
4. Tas sekolah

Rp 55.000

110

Rp    6.050.000
5. Handuk

Rp 17.500

120

Rp    2.100.000
6. Peralatan Tulis dan Buku     Rp    1.666.500
7. Perlengkapan acara (paku payung, spidol, lakban, dll)     Rp       205.000
8. Kain untuk penyekat

Rp 16.000

10 m

Rp      160.000
9. Kabel Roll

Rp 13.000

8 buah

Rp      104.000
10. Plastik mika, plastik sampah, tali rapia

 

 

Rp      205.000
11. Kertas wrapping toilettries

 

 

Rp        50.000
12. Jarum Pentul

 

 

Rp        20.000
13. Makanan kecil

Rp 5.500

250 box

Rp    1.375.000
14. Sewa tenda + kursi

 

 

Rp    2.500.000
15. Tissue gulung + tissue basah

 

 

Rp        64.970
16. Hadiah Games

 

 

Rp         54.000
17. Tambahan peralatan tulis

Rp 15.000

10

Rp       150.000
18. Peralatan mandi

 

 

Rp    1.826.157
19. Tambahan peralatan mandi

 

 

Rp         50.000
 20. Biaya transportasi anak2 (sewa kopaja dari 5 kampung kembangan, menteng atas, semper (2), Sukanglungu)

 

 

 Rp    2.600.000
21. THR Portalinfaq + guru (30 org)

 

 

Rp    6.000.000
22. Infaq mesjid

 

 

Rp       500.000
23. Sembako

Rp 67.500

110 kantong

Rp    7.425.000
24. Sumbangan sekolah

 

 

Rp    1.000.000
25. Kantong sembako + amplop

 

 

Rp       55.000
   

 

Total

Rp 64.300.627
   

 

Dana Cash

Rp 66.788.000
   

 

Sisa dana

Rp   2.487.373**

**(Sisa dana sebesar Rp 2.487.373,- sudah ditransfer ke Rekening SDI Darut Tauhid untuk dana operasional)

Pengeluaran Profit Penjualan Kaos LM 

No Item/Jenis Harga/unit Jumlah Total
1. Baju Koko   Rp 23.000

110

Rp 2.530.000
2. Peci Mercan

 

10 lusin

Rp    800.000
3. Sarung

Rp 640.000 /lsn

5.5 lusin

Rp 3.520.000
   

 

Total

Rp 6.850.000
   

 

Profit Kaos

Rp 6.710.000
   

 

 

Rp     140.000*

  *(Kekurangan dana Rp 140.000 diambil dari sumbangan cash)

 

REKAP PENERIMAAN DAN PENGELUARAN

LM BERBAGI KASIH di Khitanan Massal Anak Dhuafa  Minggu, 01 Juli 2012

Total Penerimaan  Rp. 66.788.000,- 

Total Pengeluaran Rp. 64.300.627,-

 Sisa Dana               Rp. 2.487.373,- **SALDO (DITRANSFER KE REKENING SDI DARUT TAUHID)

 

PENUTUP

Demikian laporan ini kami sampaikan. Mewakili anak-anak dhuafa yang telah mendapat kesempatan disunat atas bantuan para donatur, kami ucapkan terima-kasih yang sebesar-besarnya. Kami tulus menaikkan doa kiranya berkat, kasih dan rizkinya akan dilimpahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada semua hati yang telah terketuk untuk berbagi kasih.  Amin YRA.

 

Panitia Acara

LM & Friends Berbagi Kasih untuk Khitanan Massal anak Dhuafa

Ketua Panitia: Melia Livita L. mom Roxanne-Jayden

Wakil Ketua:  Nia Octaviani bunda Kayla & Atha

Bendahara: 

  • Dewi Ginting bunda Icha & Keya                        
  • Anggie Mokoginta bunda Fakhri & Farhan                        
  • Elis Tjoa mom Deven & Rui

Ketua Acara:  

  • Puti Noviyeletty bunda Mayla & Abim
  • Yunorina Pariman bunda Fara & Fira

 Moderator LM:

 Gerda Silalahi mom Christabelle & Nia Octaviani bunda Kayla and Atha

Jakarta, 13 Juli 2012

 

DOKUMENTASI ACARA

 

 

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s