Proposal LM Berbagi Kasih untuk Anak Dhuafa dengan Kecacatan di Narendra Krida

Kata Pengantar

Dear Loving Moms (LM), Saudara & Sahabat LM

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semua.

Tak terasa bulan Ramadhan telah tiba, bulan yang selalu kita nanti-nantikan. Kita sudah mulai disibukkan untuk bersiap-siap menyambut hari kemenangan hari raya Idul Fitri. Sebagian diantara kita sudah mempersiapkan rencana mudiknya, ada yang sudah menyiapkan bingkisan lebarannya untuk sanak saudara, semua bersuka cita menyambut kedatangannya.

Ditengah kegembiraan menyambut bulan suci ini, LM teringat bahwa tidak semua orang seberuntung kita yang telah diberi nikmat sehat dan rejeki yang cukup oleh Allah. Oleh karena itu, kami ingin membagi kebahagiaan ini kepada kaum dhuafa karena kami rindu melihat binar-binar kebahagiaan dimata mereka dan senyum lebar merekah dari anak-anak dhuafa tersebut. Senyum dan tawa mereka tak ternilai harganya, pengalaman itu tak terlupakan dan membekas dihati kami. Setiap kegiatan memberi kami pelajaran bahwa nikmat yang diberikan oleh Allah SWT tak ternilai harganya karena kita masih diberi mulut yang dapat berbicara, telinga untuk mendengar, tangan untuk menulis/makan dan kaki untuk berjalan/berlari.

Pada kesempatan ini kami memilih anak-anak dhuafa dengan kecacatan karena anak-anak tersebut masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah maupun masyarakat. Padahal anak-anak dengan kecacatan tersebut sangat membutuhkan tidak hanya perhatian namun juga uluran tangan kita karena sebagian besar anak-anak tersebut memiliki cacat tuna ganda yaitu cacat secara fisik maupun mental. Sebagian dari mereka otaknya tidak berkembang sehingga tidak dapat berpikir layaknya anak-anak normal, sebagian tidak dapat berbicara ataupun berjalan. Dengan segala keterbatasan tersebut mereka butuh kita untuk peduli dan berbagi karena…:

  • Mereka haus akan perhatian, dimana sebagian dari orang tuanya merasa malu memiliki anak seperti mereka.
  • Mereka butuh terapi/pendidikan agar dapat tumbuh mandiri sedangkan untuk biaya makan saja orang tuanya sudah kesulitan.
  • Mereka butuh makanan yang bergizi agar fisik mereka tetap sehat karena kondisi mereka yang ringkih sehingga rentan terkena penyakit.

Dengan kondisi ini kami terpanggil untuk mengulurkan tangan agar anak-anak tersebut dapat merasakan kebahagian di saat hari raya seperti yang kita rasakan.

LM kembali melakukan penggalangan dana yang akan dilakukan dari tanggal 9 – 26 Juli 2013, insya Allah dengan seizin Allah SWT pada tanggal 28 Juli 2013 LM akan menggadakan kegiatan “LM Berbagi Kasih untuk Anak Dhuafa dengan Kecacatan”.

Dengan ini ijinkan LM mengetuk hati sahabat, saudara dan kerabat LM untuk berlomba-lomba peduli dan mengulurkan tangan, memberi bantuan, dukungan dalam bentuk materiil maupun moril agar anak-anak dhuafa dengan kecacatan ini dapat memiliki sandang dan pangan yang cukup di hari kemenangan nanti.

Atas perhatian, kasih, bantuan dan dukungannya kami sampaikan terima-kasih yang sebesar-besarnya. Kiranya Allah SWT akan melipat–gandakan rejeki dan rahmat kepada saudara, kerabat dan sahabat LM. Amin.

LOVE IF YOU CARE and CARE IF YOU LOVE

Tunjukkan cintamu jika peduli & Tunjukkan kepedulianmu jika cinta

Atas Nama Panitia LM Berbagi Kasih untuk Anak Dhuafa dengan Kecacatan

Dewi Ginting mom Icha & Keya (Ketua Panitia)

Let’s Share Our Love With Everyone

http://www.lovingmoms.worpress.com/

**************************

Survey LM ke Yayasan Narendra Krida

By Gerda Silalahi

Sabtu pagi, 6 Juli 2013. Aku dan Dewi mengunjungi Yayasan Narendra Krida di daerah Ciputat dan bertemu dengan Ibu Rustri, pimpinan Yayasan yang didampingi oleh Mbak Yeni, pengurus atau pekerja sosial (peksos) fulltime di Narendra.  Ibu Rustri telah memimpin Yayasan Sayap Ibu selama 30 tahun sebelum memutuskan untuk mendirikan Yayasan Narendra Krida yang berangkat dari keprihatinan beliau terhadap anak-anak dengan kecacatan atau disabilitas yang hidup dengan keluarganya yang sangat miskin dan tidak mendapat perhatian dari pihak pemerintah maupun pihak manapun. Untuk itulah beliau mendirikan Yayasan Narendra Krida, sebagai suatu lembaga penyantun anak dengan kecacatan yang hidup di luar panti atau berbasis pada keluarga.

Sebagian besar anak dengan kecacatan (ADK) berada dalam keluarga miskin, dan fakta menunjukkan mereka sulit mendapatkan hak dasarnya sebagai anak secara wajar dan memadai, banyak situasi ADK pada keluarga miskin tidak terpenuhi seperti kebutuhan nutrisi, tidak mendapatkan pengasuhan dan perawatan khusus sesuai dengan kecacatannya dari orang tua/keluarga, diisolasi, didiskriminasi dalam pengasuhan yang tidak tersentuh oleh pelayanan sosial dasar, antara lain pelayanan kesehatan, dan tidak memiliki alat bantu kecacatan di luar panti.

Berdasarkan pengalaman Bu Rustri, anak-anak di panti masih ada yang memperhatikan, tapi bagaimana dengan anak-anak yang cacat, masih tinggal dengan orangtuanya yang sangat miskin? Mereka hampir terlupakan, padahal orangtuanya sangat miskin dan tak mampu memenuhi kebutuhan anaknya yang harus mendapat perhatian khusus karena harus berjuang untuk makan sehari-hari. Bagaimana anak-anak ini, apakah mereka bisa bersekolah? Untuk bersekolah perlu ada orang yang mengantar dan menemani, meskipun di Sekolah Luar Biasa (SLB) tetap harus ada karena anaknya lumpuh. Sementara di keluarganya ini tidak ada yang bisa terus mengantar dan menemani, butuh ongkos dan orang yang menemani selama di sekolah karena orangtuanya harus bekerja. Jadi kebanyakan anak-anak ini dibiarkan di rumah, tanpa terapi dan tidak sekolah. Impian bu Rustri suatu saat akan membangun rumah pintar untuk anak-anak ini bersekolah, sambil disediakan asrama untuk menampung mereka dan pendampingnya selama periode sekolah.

Model pendampingan yang diberikan oleh Narendra mirip dengan rumah singgah kanker anak, Rumah Kita yang pernah LM kunjungi di Percetakan Negara. Bedanya, Narendra mendampingi khusus anak-anak dengan kecacatan. Juga diberikan pendampingan kepada orangtuanya agar tabah dan sabar, karena mengurus anak dengan kecacatan dibutuhkan kesabaran luar biasa. Kepada orangtuanya juga diberikan edukasi dan pendampingan dimana perlu, termasuk support biaya, pemberian bantuan rutin seperti susu, pampers (karena anak-anak yang lumpuh butuh pampers), biskuit, makanan bernutrisi, dll. Bu Rustri saat ini memperuntukkan rumahnya di bagian belakang untuk menjadi rumah singgah anak binaannya dan pendampingnya, jika ada yang perlu ke dokter atau Rumah Sakit, anak-anak itu akan didampingi, diantar, diedukasi, diongkosi, diberi nutrisi, dll.  Sehari-hari anak-anak ini tetap tinggal dengan orangtuanya. Jika perlu ke dokter atau ada acara maupun terapi, bisa datang ke rumah singgah Narendra.

Saat ini Narendra membina 170 anak dibawah 17 tahun dengan kecacatan di seluruh Jabotadebek. Ada yang lumpuh, buta, bisu, hidrocephalus dll. Kebanyakan anak-anak ini merupakan penderita celebral palsy, kelainan pusat syaraf sehingga mengalami kelumpuhan dan keterbelakangan mental, anak-anak ini menyandang cacat ganda yaitu cacat fisik dan  cacat mental. Sebagian besar kecacatan disebabkan oleh kurangnya nutrisi dan pengetahuan saat ibunya mengandung. Sehingga tak jarang dalam satu keluarga ada dua anak yang cacat.

Yayasan Narendra Krida saat ini memperkerjakan 8 orang peksos (pekerja sosial) full time mengurus anak-anak binaan. Mereka setiap hari secara rutin mengunjungi anak-anak, mendampingi orangtua, membawa bantuan maupun sumbangan.

Didirikan pada bulan Maret 2011, saat ini Narendra Krida baru berumur 2 tahun, untuk biaya operasional Narendra bu Rustri masih mengupayakan sendiri dibantu keluarga dan kerabatnya. Dinas Sosial setiap tahun memberikan bantuan Rp. 1,5 juta per anak dalam bentukan tabungan dengan nama tiap anak untuk tiap tahun. Buku tabungan dipegang oleh Yayasan Narendra. Jika orangtua si anak membutuhkan sesuatu untuk anaknya, mereka akan ditemani oleh peksos ke Bank untuk mengambil uangnya.

Selepas berbincang dengan Bu Rustri, kami mengunjungi salah satu anak binaannya yang tinggal tak jauh dari Yayasan. Kami mengunjungi Sumaryanto, 17 thn. Yanto, demikian dia dipanggil yang merupakan salah satu anak binaan Yayasan Narendra Krida.

Image

Image

Yanto lumpuh dan tidak bisa bicara dan terbelakang secara mental. Sehari-hari hanya duduk menonton TV dan bermain apa saja termasuk merobek-robek koran. Ibunya bekerja sebagai tukang cuci, bapaknya tukang bangunan di Bekasi tapi sudah jarang pulang. Yanto dan ibunya menumpang di sebuah kamar kecil di rumah saudaranya, rumah petak kecil, sempit di daerah pemukiman padat Ciputat, tak jauh dari Yayasan Narendra Krida. Kami harus berjalan jauh kedalam gang sempit dan gelap untuk mencapai rumahnya. Ibunya menceritakan pada saat masih bayi umur 6 bulan Yanto mengalami demam kejang hingga suhu 45 derajat. Segala upaya dilakukan untuk mempertahankan hidupnya hingga diambil sumsum tulang belakang. Hingga saat ini Yanto tidak bisa berjalan, tidak bisa bicara, dan hanya bisa menggerakkan tangannya. Untuk makan, mandi, buang air, semua harus dibantu. Untuk pindah dia akan merayap menggunakan perut dan tangannya. Meski sudah berumur 17 tahun, badan dan mental Yanto masih seperti anak umur 7 tahun. Sehari-hari hanya bisa duduk menonton, tangannya bisa bergerak sehingga apa saja dibuat mainan.

Baru seminggu lalu ibunya membelikan dia lego plastik, Yanto sangat senang bermain lego yang sebenarnya untuk umur balita tersebut. Meski Yanto tak bisa bicara, ibunya mengerti apa yang disampaikan Yanto lewat isyarat maupun lenguhan. Anaknya ceria sekali, rensponsif, suka bicara dan suka dikunjungi. Yanto banyak  “bercerita” kepada kami, dia cerita suka naik motor dengan memperagakan tangan digemgam seperti orang membawa motor dan mengeluarkan lenguhan seperti brum brum naik motor kata ibunya. Yanto bilang dia lebih suka diajak naik motor daripada naik mobil. Yanto menunjuk-nunjuk mainannya berupa lego plastik yang baru dibeli ibunya dari pasar. Didepan kami Yanto berkali-kali meminta koran dari ibunya untuk dirobek-robek, ibunya cerita dengan merobek kertas, tangan Yanto yang tadinya makin lama makin mengecil, menjadi lebih aktif mungkn karena syarafnya bekerja. Saat kami pamit pulang dia terdiam dan raut mukanya telihat  sedih.

Mengunjungi Yanto menjadi salah satu pengalaman dan pembelajaran berharga untukku dan Dewi. Dalam waktu singkat, Yanto mengajarkan kami untuk bersyukur dengan keadaan kami yang lebih beruntung. Dalam keceriaan dan kepolosan meski keadaannya demikian, Yanto mengajarkan kami untuk bersyukur dan ceria optimis menjalani hidup dengan segala tantangannya.

Teringat dengan diskusi dengan Bu Rustri, ketika kutanya “Apa rencana Tuhan atas anak-anak yang terlahir dengan kondisi cacat dan dari keluarga tidak mampu, rasanya tak sangguop melihat hidupnya sangat menderita” Bu Rustri menjawab, “Untuk kita. Mereka lahir untuk menjadi guru bagi kita yang lebih beruntung, yang bisa hidup normal. Anak-anak ini menjadi soal untuk kita jawab. Anak-anak ini menjadi guru untuk kita belajar bersyukur, anak-anak ini jadi guru untuk kita belajar berbagi”

Benar sekali bu Rustri, anak-anak ini menjadi guru kita, mengajarkan kita makna hidup yang bersyukur, hidup yang mau berbagi, hidup yang mau memikirkan orang lain.  Aku dan Dewi sungguh bersyukur sepulang dari rumah Yanto. Terimakasih bu Rustri, terimakasih Yanto dan ibunya. Terimakasih Tuhan.

 Image

Profile Yayasan Narendra Krida

Keberadaan anak dengan kecacatan pada saat ini umumnya masih dianggap sebagai beban bagi keluarga khususnya keluarga miskin yang tidak sanggup membayar biaya kesehatan untuk penyembuhan. Banyak dari mereka yang tidak tertangani dengan baik. Oleh karena itu anak dengan kecacatan membutuhkan perlindungan dan perhatian dari berbagai pihak melalui pelayanan dan rehabilitasi sosial anak cacat.

Pelayanan dan rehabilitasi sosial anak cacat adalah suatu proses pemberian pelayanan, perlindungan, pemulihan dan pemeliharaan taraf kesejahteraan sosial bagi anak cacat yang memungkinkan anak cacat memperoleh hak hak dasarnya, yaitu kelangsungan hidup, tumbuh kembang, perlindungan maupun partisipasi.

Sebagian besar anak dengan kecacatan berada dalam keluarga miskin, dan faktanya menunjukan mereka sulit mendapatkan hak dasarnya sebagai anak secara wajar dan memadai, banyak situasi ADK (Anak Dengan Kecacatan) pada keluarga miskin tidak terpenuhi seperti kebutuhan nutrisi, tidak mendapatkan pengasuhan dan perawatan khusus sesuai dengan kecacatannya dari orang tua/keluarga, diisolasi, didiskriminasi dalam pengasuhan yang tidak tersentuh oleh pelayanan sosial dasar, antara lain pelayanan kesehatan, dan tidak memiliki alat bantu kecacatan di luar panti.

Dari konsep pemikiran tersebut, muncul gagasan dari Ibu Supartrusti Moelyono untuk menciptakan dan mengembangkan pelayanan sosial untuk penyandang cacat khususnya Anak Dengan Kecacatan melalui sistem non panti yang berbasis pada keluarga. Beliau adalah tokoh relawan sosial yang telah berkiprah kurang lebih 30 tahun di bidang pelayanan untuk anak-anak berkebutuhan khusus terlantar dalam panti. Kemudian beliau mendirikan sebuah Yayasan dengan nama Yayasan Narendra Krida yang diresmikan pada tanggal 4 Maret 2011, yang berkedudukan di wilayah Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Yayasan Narendra Krida merupakan lembaga non Pemerintah dan Non-Profit yang bergerak di bidang pelayanan sosial Anak Dengan Kecacatan (ADK) dari keluarga tidak mampu / miskin secara Holistik, terpadu dan berkesinambungan. Sehubungan dengan hal tersebut Yayasan Narendra Krida membantu meringankan penderitaan para ADK dengan kegiatan utamanya membantu Pemerintah meningkatkan kesejahteraan sosial Anak Dengan Kecacatan ( ADK ) dari keluarga kurang mampu.

Visi dan misi dari Narendra Krida adalah sebagai berikut :

VISI:

“Anak adalah amanah yang berhak atas perlindungan dan perawatan sejak dalam
kandungan dan sesudah dilahirkan”.

MISI :

Memberikan bantuan kepada anak yang :

  1. Cacat fisik/cacat mental/cacat ganda ( fisik & mental )
  2. Berasal dari keluarga sangat miskin
  3. Kehilangan hak asuh dari orang tua / keluarga
  4. Dieksploitasi secara ekonomi, seperti anak yang diajak / disuruh mengemis
  5. Menderita gizi buruk
  6. Bekerja / hidup dijalanan
  7. Karena sebab-sebab lain perlu diberi pertolongan segala sesuatunya dalam arti yang seluas-luasnya.

Image

Alamat  Yayasan Narendra Krida:

Jalan Nusajaya no. 72, Pondok Ranji

Ciputat Timur, Tangerang Selatan

Telp: 021 73690382

www.yayasannk.org, email: narendra.krida2@gmail.com

********************************

Acara LM & Friends Berbagi Kasih untuk Anak Dhuafa dengan Kecacatan di Narendra Krida

Acara LM & Friends Berbagi Kasih untuk anak-anak dengan kecacatan di Yayasan Nadrendra Krida direncanakan dalam bentuk Buka Puasa Bersama pada hari Minggu, 28 Juli 2013. Populasi binaan Narendra terbesar berada di daerah Jakarta Selatan termasuk Tebet, Manggarai, Bukit Duri. Di Tebet dan Manggarai ada 30 anak, karena itu LM akan mengadakan acara buka puasa bersama anak-anak Narendra Krida di daerah Tebet.  Mengingat keterbatasan fisik anak-anak yang tersebar di Jabotadebek, maka bu Rustri sangat mendukung ide ini karena memang populasi terbesar di daerah Jakarta Selatan. Jika Narendra mengadakan acara, tidak semua anak bisa diajak. Karena orangtuanya harus bekerja (buruh, tukang, supir, dll). Jadi yang bisa saja yang diajak. Bagi anak yang tidak bisa ikut paket bantuan akan diantarkan oleh pekerja sosial Narendra yang akan selalu keliling mengunjungi mereka,

Selain berbuka puasa bersama, LM berencana memberikan bantuan berupa bingkisan untuk setiap anak yang ikut maupun yang tidak hadir. Untuk kebutuhan, anak-anak butuh nutrisi seperti susu, biskuit, cemilan sehat dll, juga peralatan mandi dan handuk.  Jika berkenan memberi baju lebaran mereka akan sangat bahagia.  Sembako juga sangat dibutuhkan, nanti akan dibagikan dalam bentuk paket sembako untuk tiap anak.  Lebih lanjut tentang acara terlampir dalam susunan acara dan budget acara berikut.

Susunan Acara

Hari & tanggal: Minggu,  28 Juli 2013

Pukul: 16.00 WIB – selesai

Acara:

  • 16.30: LM dan Yayasan Narendra tiba Aula Mesjid wilayah Tebet (TBA)
  • 16.40: Pembukaan, perkenalan dari LM dan sambutan dari Narendra
  • 17:00: Hiburan (sulap, balon, games ringan)
  • 17.20: Tausyiah
  • 17.35: Persiapan Berbuka (diselingin hiburan lagi / games/dll)
  • 18:00: Buka Puasa, Sholat Magrib
  • 18.30: Makan Malam
  • 19.00: Penutupan, pembagian bingkisan dll

(*Acara dapat berubah sewaktu-waktu, disesuaikan dengan situasi dan kondisi pada hari H)

Kebutuhan Dana   

Untuk kegiatan di atas, dengan ini kami lampirkan kebutuhan dana dengan kisaran sbb:

 

No.

Keterangan

Jumlah

Harga @

Total   Harga

1. Bingkisan   untuk anak

170 anak

100.000

17.000.000

2. Santunan

170 anak

100.000

17.000.000

3. Paket   sembako

  8.000.000

4. Sewa Aula Mesjid dan Tikar/Karpet + Penceramah

  3.000.000

5. Transportasi   anak-anak ke tempat acara

    900.000

6. Konsumsi   (anak-anak , 1   pendamping , peksos dkk)

100

25.000

 2.500.000

7. Bingkisan   untuk pengurus Narendra Krida

8 orang

200.000

 1.600.000

8. Hiburan   (Badut + Sulap + games)

 1.500.000

                                      Total dana yang dibutuhkan                    Rp 51.500.000,-

 Bentuk Sumbangan

Untuk dapat memewujudkan rencana diatas, Loving Moms mengajak para saudara, teman, sahabat LM agar berkenan untuk mengulurkan tangan dengan menyisihkan sedikit dari rejeki yang dipunyai untuk berbagi kasih melalui sumbangan kasih LM dengan detail sebagai berikut:

Sumbangan Berupa Dana (Sumbangan Cash)

LM membuka Rekening Kasih untuk kepentingan pengumpulan dana kasih dari para donatur, sahabat, teman, dan saudara Loving Moms untuk terlaksananya Acara Berbagi Kasih dan Berbuka Puasa bersama anak-anak Narendra Krida. Pengumpulan dana akan diselenggarakan sejak tanggal 9  Juli hingga 26 Juli 2013.

Bendahara Loving Moms untuk acara ini merupakan Bendahara Ad Hoc sebagaimana biasa kepanitiaan LM selalu ad hoc. Kami menyalurkan seluruh sumbangan yang masuk dalam bentuk cash maupun barang langsung kepada penerima bantuan saat acara.

Rekening Bank Mandiri

Rekening BCA

Rekening Bank CIMB Niaga

Keterangan:

Apabila sudah melakukan transfer, mohon konfirmasinya dengan mengirimkan sms ke pemilik rekening yang dituju. Hal ini untuk keperluan cross check dan transparansi. Update dana akan selalu dilaporkan setiap hari melalui milis LM di yahoogroup dan melalui blog LM di alamat http://www.lovingmoms.wordpress.com

Sumbangan Berupa Barang (Sumbangan Non Cash)

Selain kebutuhan dana, kami dengan senang hati menerima sumbangan yang berbentuk barang atau non cash. Sesuai dengan kebutuhan anak-anak ini, maka kami mengharapkan barang yang disumbang dapat berupa:

  • Baju lebaran untuk 170 anak
  • Susu, biskuit, snack sehat untuk dibagikan kepada 170 anak
  • Bingkisan untuk 170 anak (peralatan mandi, handuk, dll)
  • Paket sembako untuk 170 anak
  • Pampers
  • Pakaian layak pakai
  • Dan lain-lain

Penutup

Demikian proposal ini kami siapkan. Jika ada pertanyaan maupun saran demi terselenggaranya acara ini, mohon agar menghubungi panitia. Mewakili anak-anak dari Narendra Krida, terlebih dahulu kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan bapak, ibu, saudara, saudari para Sahabat LM yang bersedia membaca proposal ini, memberikan support dan doa. Kami tulus menaikkan doa kiranya berkat, kasih dan rizkinya akan dilimpahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada semua hati yang telah terketuk untuk berbagi kasih tanpa memandang agama, suku dan golongan.  Karena sesungguhnya kasih dan kemanusiaan berjaya melewati semua perbedaan itu.  Amin YRA.

Pada akhirnya, sekecil apapun yang akan dan telah kita berikan kepada orang-orang yang membutuhkan, bagi mereka hal itu menjadi limpahan berkat yang luar biasa mewahnya. Sedikit dari kita, besar artinya bagi mereka.

 

Panitia LM & Friends Berbagi Kasih untuk Anak Dhuafa dengan Kecacatan”.

Ketua Panitia:  Dewi Ginting bunda Icha & Keya

Wakil Ketua:    Gerda Silalahi mom Christabelle

Bendahara:

  • Puti Noviyeletti bunda Mayla & Abim
  • Anggie Mokoginta bunda Fakhri & Farhan
  • Elis Tjoa mom Deven & Rui
  • Sisca Hastono mom Melody & Coda

Ketua Acara:

  • Nia Octaviani bunda Kayla & Atha
  • Satyorini ibu Maia
  •  Yunorina Pariman bunda Fara & Fira

Moderator LM:

Gerda Silalahi mom Christabelle & Nia Octaviani bunda Kayla and Atha

Loving Moms,

Let’s Share Our Love With Everyone

http://www.lovingmoms.wordpress.com

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s